Terbit: 19 April 2025 • Update: 19 April2025
Bagi peternak ayam petelur, memahami perbedaan perawatan antara pullet (ayam muda yang belum bertelur) dan layer (ayam yang sudah memasuki masa produksi) sangat penting.
Perbedaan ini mencakup pakan, vaksin ayam petelur, vitamin, serta manajemenkandang ayam petelur. Jika perawatan pullet tepat, maka produktivitas layer akan lebih optimal.
JUAL DOC / BIBIT AYAM PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*
Perawatan Pullet (Ayam Muda Sebelum Produksi)
Pullet berusia sekitar 13 minggu membutuhkan perhatian khusus agar siap memasuki masa produksi.
Berikut aspek penting dalam perawatannya:
1. Pakan Pullet.
- Pullet usia 14 minggu membutuhkan 68-70 gram pakan per hari per ekor.
- Pakan yang digunakan adalah jenis grower, berbeda dengan ayam layer yang menggunakan konsentrat khusus produksi.
- Frekuensi pemberian pakan adalah dua kali sehari, pagi dan siang.
- Pakan harus diratakan dalam wadah agar ayam memiliki nafsu makan yang baik.
2. Vitamin & Antibiotik Pullet
- Pullet membutuhkan vitamin lebih sering karena masih dalam masa pertumbuhan.
- Mulai usia 16 minggu, pemberian vitamin harus lebih intensif hingga ayam siap bertelur.
- Antibiotik diberikan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan pernapasan.
3. Vaksinasi Pullet
- Program vaksin ayam petelur sangat penting, dimulai sejak usia 10 minggu.
- Beberapa vaksin yang diberikan: NDIB Live, AI, IB Live, pengobatan cacing, dan Korisa.
- Sampai usia siap bertelur, masih ada sekitar 10 vaksin lagi yang harus diberikan.
4. Manajemen Kandang Pullet
- Sanitasi kandang dilakukan minimal dua kali seminggu.
- Pencegahan kutu dengan penyemprotan sebulan sekali.
- Pullet harus berada di kandang ayam petelur yang bersih dan sesuai standar agar siap produksi.
Perawatan Layer (Ayam Produksi)
Setelah pullet mulai bertelur, ayam disebut layer dan memasuki masa produksi. Perawatan layer harus difokuskan pada optimasi produksi telur.
1. Pakan Layer
- Pakan meningkat menjadi 120 gram per hari per ekor.
- Jenis pakan beralih ke konsentrat ayam petelur yang kaya protein dan kalsium.
- Pakan harus tersedia secara teratur untuk menjaga stabilitas produksi telur.
2. Vitamin & Antibiotik Layer
- Pemberian vitamin tetap dilakukan, tetapi dengan dosis berbeda dari pullet.
- Antibiotik diberikan secara rutin, tetapi dalam dosis lebih rendah dibandingkan masa pertumbuhan.
3. Vaksinasi Layer
- Meskipun sudah produksi, vaksin ayam petelur tetap diperlukan minimal sebulan sekali.
- Vaksin diberikan secara bergantian antara NDIB dan AI untuk mencegah penyakit.
4. Pengelolaan Kandang Layer
- Kandang harus selalu bersih karena produksi telur berlangsung setiap hari.
- Pengambilan telur dilakukan setiap hari untuk menjaga kualitasnya.
FAQ
(Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Seputar Perbedaan Pullet dan Layer
Memahami perbedaan antara pullet dan layer sangat penting untuk manajemen peternakan yang efektif. Simak jawaban lengkapnya di bawah ini.
1 Apa perbedaan utama antara pullet dan layer?
Pullet adalah ayam muda yang belum mulai bertelur, biasanya berusia sekitar 13–16 minggu.
Sedangkan layer adalah ayam yang sudah memasuki masa produksi telur.
Perbedaan keduanya mencakup:
- Usia dan fase pertumbuhan
- Kebutuhan pakan (grower vs konsentrat)
- Jenis dan frekuensi vaksinasi
- Program vitamin dan antibiotik
- Manajemen kandang dan sanitasi
2 Kapan ayam disebut sebagai pullet dan kapan menjadi layer?
Ayam disebut pullet dari usia DOC hingga sekitar 13–18 minggu, yaitu masa persiapan sebelum bertelur.
Setelah mulai bertelur secara rutin (biasanya di usia 20 minggu), ayam tersebut masuk ke fase layer atau ayam produksi.
3 Berapa kebutuhan pakan ayam pullet dan layer per harinya?
Pullet:
- Kebutuhan: 68–70 gram/hari/ekor
- Jenis pakan: Pakan grower (untuk pertumbuhan optimal)
Layer:
- Kebutuhan: 120 gram/hari/ekor
- Jenis pakan: Konsentrat khusus petelur yang kaya protein dan kalsium untuk mendukung produksi telur berkualitas
4 Apakah program vaksinasi pullet dan layer berbeda?
Ya, program vaksinasi pullet dan layer berbeda.
Pullet:
- Vaksin dimulai sejak usia 10 minggu
- Jenis vaksin: NDIB Live, AI, IB Live, pengobatan cacing, Korisa, dan sekitar 10 vaksin lainnya hingga siap produksi
Layer:
- Tetap divaksin minimal sebulan sekali
- Vaksin diberikan secara bergantian antara NDIB dan AI untuk menjaga daya tahan tubuh selama masa produksi
5 Mengapa perawatan pullet penting bagi produktivitas layer?
Karena masa pullet menentukan kesiapan ayam untuk bertelur secara optimal.
Jika perawatan pada fase pullet terutama pemberian pakan, vitamin, dan vaksin dilakukan dengan baik, maka saat menjadi layer, ayam akan:
- Lebih sehat dan tahan penyakit
- Produktivitas telurnya lebih tinggi
- Menghasilkan telur dengan kualitas kulit yang kuat
- Memiliki umur produksi yang lebih panjang
Dengan kata lain, investasi pada perawatan pullet akan memberikan hasil maksimal saat ayam memasuki masa produksi.
Perbedaan perawatan pullet dan layer sangat signifikan, terutama dalam pakan, vitamin, vaksin, dan manajemen kandang.
Jika pullet dirawat dengan baik, maka produktivitas ayam layer akan lebih optimal.
Jadi tertarik beternak dari bibit, pullet, atau layer?
Info dan pemesanan silakan hubungi Customer Service hobiternak.com di bawah ini:
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Mas Ghofur, sapaan akrab Abdul Ghofur, adalah seorang peternak ayam petelur yang tumbuh dalam lingkungan usaha keluarga. Dengan pengalaman lapangan dan dedikasi tinggi, ia kini aktif menjadi penggiat edukasi peternakan melalui seminar, pelatihan, dan konten digital.







