Terbit: 24 Feb 2017 • Update: 28 Juli 2025
Vaksinasi merupakan suatu upaya peningkatan antibodi dengan pemberian vaksin (berupa mikroorganisme yang sudah dimatikan/ dilemahkan dan telah diteliti kualitas dan keamanannya).
Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan antibodi pada ayam atau secara luas dapat diartikan untuk mencegah ayam dari serangan penyakit.
Di kalangan peternak terutama bagi peternak pemula, kadang masih banyak yang belum melakukan vaksinasi pada ayamnya, dengan alasan biaya yang dikeluarkan untuk membeli vaksin cukup mahal.
Padahal jika dipikir lebih mendalam, di balik biaya yang dikeluarkan ada keuntungan yang sebanding jika vaksinasi dilakukan secara tepat dan benar.
Vaksinasi juga dapat dikatakan sebagai asuransi terhadap ayam yang merupakan investasi dalam beternak ayam.
Maka dari itu perlu diperhatikan metode vaksinasi sesuai dengan jenis vaksin yang digunakan, karena hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab tingkat keberhasilan vaksinasi.

Jenis dan Metode Vaksin pada Ayam:
Vaksinasi pada ayam terdapat beberapa metode, dalam setiap metode tentu terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Berikut beberapa metode vaksin yang sering digunakan:
1. Tetes mata atau tetes hidung
Kelebihan : Baik untuk kekebalan jaringan, titer antibodi, dan keseragaman kekebalan tubuh ayam.
Kekurangan : Perlu penanganan pada setiap ayam, tingkat stres tinggi, dan penetrasi ke jaringan tidak dalam.
2. Suntikan di lipatan sayap, leher, atau dalam daging
Kelebihan : Vaksinasi jenis ini sangat baik untuk pembentukan antibodi dan keseragaman kekebalan.
Kekurangan : Tingkat stres tinggi, tidak ada kekebalan jaringan, dan memerlukan waktu dan tenaga kerja lebih banyak.
3. Air minum
Metode vaksinasi melalui air minum merupakan salah satu metode vaksinasi massal.
Vaksinasi massal paling sering dilakukan oleh peternak terutama saat pemberian vaksin Gumboro dan ND (vaksin aktif) karena penerapannya yang praktis dan mudah dilakukan.
Kelebihan : Tidak memerlukan banyak waktu sehingga biaya SDM (Sumber Daya Manusia) yang murah, tingkat stress ayam rendah, dan reaksi vaksinasi ringan.
Kekurangan : Titernya rendah sampai dengan sedang, perlindungan/ pengawasan terbatas, kekebalan jaringan lemah, keseragaman kekebalan kurang baik, dan terdapat kemungkinan beberapa ayam tidak ter vaksin.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian vaksin ayam dengan metode air minum:
- Sinar Ultraviolet (UV)
Radiasi pada sinar UV dapat mematikan mikroorganisme. Sinar UV yang terkandung dalam paparan sinar matahari dapat merusak vaksin. - Suhu Panas
Penyimpanan air minum yang mengakibatkan air menjadi panas dapat menyebabkan kerusakan virus pada vaksin. Seperti tempat minum yang terlalu dekat dengan brooder (pemanas). Atau suhu air yang digunakan sebagai larutan campuran vaksin terlalu tinggi akan merusak potensi pada vaksin. - Kualitas air.
Jika kualitas air tidak sesuai akan berpengaruh pada kerja vaksin atau vaksin tidak bekerja secara optimal. Contohnya air yang mengandung logam berat seperti besi/ tembaga dan pH terlalu asam/ basa. - Bahan Organik.
Bahan organik yang sering ditemukan di sekitar kandang yaitu seperti litter atau feses. Jika tercampur ke dalam air vaksin, maka potensi kerja vaksin akan menurun (tidak optimal).Karena itu, menjaga kebersihan kandang salah satunya hal yang penting diperhatikan. Biasanya litter bercampur dengan feses masuk ke dalam tempat minum dan tercampur dengan air minum ayam, hal tersebut akan mengubah pH air.
JUAL DOC/ BIBIT AYAM JOPER & KUB
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI
4. Semprot (Spray)
Kelebihan : Tidak memerlukan penanganan pada setiap ayam, baik untuk kekebalan jaringan, penetrasi dan titer antibodi.
Kekurangan : Terdapat kemungkinan beberapa ayam tidak tervaksin dan keseragaman kekebalan kurang baik.
Vaksinasi memberikan efek kekebalan tubuh bagi ayam, hal tersebut sangat dibutuhkan bagi ayam yang memiliki jangka hidup lama seperti ayam petelur, baik itu ayam buras maupun ayam ras.
Berbeda dengan jenis ayam pedaging yang pada usia 2-3 bulan sudah dipanen, ayam petelur harus dijaga daya tahan tubuhnya atau kesehatannya selama masa produktivitas nya berlangsung agar menghasilkan telur yang berkualitas.
Maka dari itu vaksinasi ayam petelur sangat penting untuk dilakukan.
Dalam pemberian vaksin, sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap keberhasilan vaksin.
Namun jika jumlah ayam sangat banyak perlu membutuhkan sumber daya manusia yang lebih dan memakan waktu.
Karena itu metode vaksinasi melalui air minum cocok digunakan untuk vaksinasi ayam dengan jumlah yang banyak atau sering disebut dengan vaksinasi massal.
Vaksinasi dengan metode air minum dapat digunakan oleh tipe vaksin aktif.
Vaksin aktif yaitu jenis vaksin yang mengandung mikroorganisme hidup di dalamnya, namun mikroorganisme (bakteri/virus) tersebut sudah di lemah kan dan sudah hilang keganasan nya.
Metode vaksin ini cocok untuk ayam dewasa karena dalam penyerapan vaksin lebih optimal.
Berikut contoh vaksin dan metode penggunaanya:
1. Vaksin ND IB
Digunakan dengan cara tetes mata dan suntik injeksi intramuskular pada bagian dada.
Perbedaan metode digunakan berdasarkan usia ayam.
2. Vaksin ND
Vaksin digunakan dengan 3 cara yaitu dengan cara tetes mata, metode injeksi subkutan (di bawah lapisan kulit), dan injeksi intramuskular (pada otot dada).
Vaksin ND adalah jenis vaksin ayam atau unggas yang bertujuan mencegah timbulnya penyakit Newcastle Disease.
3. Vaksin AI
Digunakan dengan cara metode injeksi subkutan (di bawah lapisan kulit), dan injeksi intramuskular (pada otot dada).
Perbedaan penggunaannya berdasarkan usia ayam yang akan diberi vaksin.
Vaksin ini diberikan mulai usia baru saja menetas.
Vaksin ini wajib sebagai vaksin ayam petelur ras dan buras, vaksin ayam broiler, ayam buras pedaging, maupun berbagai unggas lainnya.
Vaksin AI bertujuan mencegah dari penyakit flu burung.
Tidak sulit untuk mendapatkan vaksin, vaksin bisa kita dapatkan di poultry shop (toko perlengkapan unggas) terdekat, selain vaksin kita juga bisa mendapatkan pakan, perlengkapan, dan bisa juga sharing ilmu dengan pemilik toko.
Harga vaksin ayam maupun unggas lain biasanya berbeda-beda tergantung setiap daerah.
Kami lebih merekomendasikan pembelian vaksin secara langsung di poultry shop.
Karena dikhawatirkan risiko vaksin akan rusak jika pengiriman dengan cara kurang tepat.
Kecuali poultry shop tersebut sudah profesional dan memiliki SOP dalam pengiriman vaksin.
Nah, setelah mengetahui beberapa metode vaksinasi diharapkan peternak dapat lebih paham lagi saat akan memvaksin hewan ternak terkhusus ayam.
Tidak hanya vaksin saja yang perlu bagus, namun bibit ayam juga harus berkualitas pula.
Karena meski ayam sudah divaksin namun ayam yang dibeli memang tidak bagus (tidak berkualitas) maka hal itu percuma, vaksin tetap tidak bisa bekerja dengan baik.
FAQ
(Pertanyaan yang Sering Diajukan) Seputar Vaksinasi Ayam
Berikut adalah jawaban atas beberapa pertanyaan paling umum yang sering ditanyakan oleh peternak terkait proses vaksinasi ayam.
1 Pada umur berapa ayam sebaiknya divaksin untuk pertama kali?
Jadwal vaksinasi sangat bergantung pada jenis vaksin dan kondisi lingkungan. Namun, secara umum, vaksin pertama seperti ND (Newcastle Disease) sering diberikan pada umur 4–7 hari. Vaksin Gumboro biasanya diberikan sekitar umur 14–21 hari.
Sangat penting untuk selalu membaca petunjuk pada kemasan vaksin atau berkonsultasi dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat agar jadwal vaksinasi sesuai kondisi daerah Anda.
2 Metode vaksin mana yang paling bagus untuk peternak pemula atau skala rumahan?
Untuk pemula atau peternakan skala kecil, metode Tetes Mata dan Air Minum seringkali menjadi pilihan terbaik.
- Tetes Mata: Memastikan setiap ayam mendapatkan dosis yang akurat.
- Air Minum: Lebih efisien untuk jumlah ayam yang agak banyak tanpa perlu menangani satu per satu.
- Suntik: Sangat efektif, tetapi memerlukan keahlian dan ketelitian tinggi untuk menghindari cedera.
3 Apakah wajar jika ayam terlihat lesu atau stres setelah divaksin? Apa yang harus dilakukan?
Ya, sangat wajar jika ayam mengalami sedikit stres atau terlihat lesu selama 1–2 hari setelah vaksinasi. Ini adalah reaksi normal karena sistem kekebalan tubuhnya sedang merespons vaksin.
Untuk mengatasinya:
- Berikan air minum bersih yang dicampur vitamin anti-stres atau elektrolit.
- Jaga suhu dan ventilasi kandang agar tetap nyaman.
- Pantau terus kondisi ayam.
Jika kondisi tidak membaik setelah 2–3 hari, segera periksa kemungkinan adanya penyakit lain.
4 Bolehkah memberikan vaksin pada ayam yang sedang sakit atau menunjukkan gejala tidak sehat?
Sangat tidak disarankan. Vaksin bekerja dengan cara “menantang” sistem imun. Memberikan vaksin pada ayam yang sudah sakit akan membebani sistem imun yang sudah lemah, yang justru dapat:
- Memperparah penyakit
- Meningkatkan risiko kematian
- Mengurangi efektivitas vaksin
Prinsip utama: Hanya ayam yang benar-benar sehat yang boleh divaksin.
5 Seberapa sering program vaksinasi ayam perlu diulang?
Frekuensi pengulangan vaksin (booster) tergantung pada:
- Jenis vaksin (misalnya ND, Gumboro, FCR)
- Tingkat risiko penyakit di daerah Anda
- Tipe ayam (pedaging vs petelur)
Sebagai contoh, vaksin ND mungkin perlu diulang setiap 3–6 bulan. Selalu ikuti jadwal pada petunjuk produk dan buat catatan vaksinasi yang rapi untuk memastikan tidak ada vaksin yang terlewat.
6 Bolehkah mencampur dua jenis vaksin berbeda dalam satu wadah atau suntikan?
Tidak boleh, kecuali ada instruksi khusus dari produsen.
Setiap vaksin memiliki komposisi pelarut dan virus hidup/lemah yang spesifik. Mencampur vaksin secara sembarangan dapat:
- Menonaktifkan virus vaksin
- Memicu reaksi kimia berbahaya
- Menyebabkan vaksinasi gagal atau bahkan membahayakan ayam
Jika diperlukan kombinasi vaksin, berikan dengan jeda waktu minimal 3–5 hari, atau gunakan vaksin kombinasi yang sudah diformulasikan khusus.
7 Untuk metode air minum, bagaimana cara memastikan semua ayam mendapatkan dosis yang cukup?
Kunci keberhasilan vaksinasi lewat air minum adalah membuat ayam haus dan memastikan distribusi merata. Berikut langkahnya:
- Puasikan air minum selama 1–2 jam sebelum pemberian vaksin (tergantung cuaca).
- Gunakan air bersih bebas klorin atau desinfektan (bisa didiamkan semalaman atau ditambahkan dechlorinator).
- Campur vaksin sesuai dosis dan berikan dalam waktu 1–2 jam.
- Pastikan jumlah tempat minum cukup agar semua ayam bisa minum, termasuk yang lebih kecil atau lemah.
- Gunakan wadah non-logam (plastik atau kayu) karena logam bisa merusak virus vaksin.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.















