Usia Ayam Petelur Afkir Berapa Bulan? Ini Waktu dan Ciri-Cirinya

Terbit: 17 Februari 2024 • Update: 30 Juni 2026

Banyak peternak, terutama pemula, bertanya di usia berapakah ayam petelur afkir dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya. Pertanyaan ini penting karena menentukan keuntungan usaha ternak ayam petelur.

Jika ayam dipelihara terlalu lama setelah produktivitasnya menurun, biaya pakan dapat lebih besar dibanding hasil penjualan telur.

Secara umum, ayam petelur mulai memasuki masa afkir pada usia sekitar 72–80 minggu atau kurang lebih 18–20 bulan, tergantung manajemen pemeliharaan, kualitas pakan, kesehatan ayam, dan produktivitas selama masa produksi.

Sebelum benar-benar memasuki masa afkir, ayam petelur biasanya mengalami masa mabung (molting), yaitu fase ketika produksi telur berhenti sementara.

Setelah proses mabung selesai, sebagian ayam masih dapat kembali bertelur, namun produktivitasnya tidak lagi setinggi saat memasuki puncak produksi.

Karena itulah, peternak perlu memahami tanda-tanda ayam petelur afkir agar dapat menentukan waktu penjualan yang tepat dan memperoleh hasil usaha yang lebih optimal.

JUAL Pullet Ayam Petelur

Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI

Pullet/ ayam siap telur usia 13 minggu
Pullet/ ayam siap telur usia 13 minggu

Ayam petelur afkir adalah ayam petelur yang sudah mengalami penurunan produktivitas sehingga tidak lagi ekonomis untuk dipelihara sebagai penghasil telur.

Pada kondisi ini, produksi telur terus menurun hingga akhirnya berhenti, sehingga peternak umumnya memutuskan untuk menjual atau mengganti ayam dengan pullet baru.

Secara umum, masa afkir terjadi saat ayam berusia 72–80 minggu atau sekitar 18–20 bulan. Pada usia tersebut, bobot ayam biasanya meningkat hingga sekitar 2–2,5 kg per ekor, sementara kemampuan menghasilkan telur sudah jauh menurun dibanding masa produksi puncaknya.

Sebelum benar-benar memasuki masa afkir, ayam petelur biasanya mengalami masa mabung (molting), yaitu fase pergantian bulu yang menyebabkan produksi telur berhenti sementara.

Setelah proses mabung selesai, sebagian ayam masih dapat kembali bertelur, tetapi produktivitasnya umumnya tidak setinggi sebelumnya.

Selain penurunan produksi telur, terdapat beberapa ciri yang dapat dikenali ketika ayam mulai memasuki masa afkir, antara lain:

  • Bobot badan semakin berat dibanding saat masa produksi.
  • Produksi telur terus menurun atau bahkan berhenti sama sekali.
  • Jengger mulai tampak pucat dan muncul bintik-bintik.
  • Kondisi ayam terlihat kurang aktif atau lebih murung.
  • Kualitas daging cenderung menurun karena kandungan lemak lebih tinggi.

Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, peternak dapat menentukan waktu afkir yang tepat sehingga biaya pakan tidak lebih besar dibanding hasil produksi telur yang diperoleh.

Layer di dalam kandang baterai
Layer di dalam kandang baterai

Menentukan waktu afkir ayam petelur merupakan salah satu keputusan penting dalam usaha peternakan. Bagi peternak skala besar maupun kecil, waktu afkir yang tepat dapat membantu menjaga efisiensi biaya produksi sekaligus memaksimalkan keuntungan.

Salah satu pertimbangan utama adalah biaya investasi kandang. Semakin lama ayam dipelihara setelah produktivitasnya menurun, semakin besar pula biaya pakan dan operasional yang harus dikeluarkan.

Oleh karena itu, banyak peternak menetapkan batas usia afkir sekitar 80 minggu, kemudian segera menggantinya dengan pullet baru yang siap memasuki masa produksi.

Selain mempertimbangkan produktivitas ayam, waktu afkir juga berkaitan dengan umur ekonomis kandang. Sebagai contoh, apabila kandang ayam petelur memiliki masa pakai sekitar 10 tahun, peternak biasanya menargetkan kandang dapat digunakan untuk sekitar 7 periode pemeliharaan.

Dengan asumsi setiap periode pemeliharaan berlangsung hingga ayam berumur 80 minggu, ditambah waktu persiapan kandang sebelum memasukkan pullet baru, target tersebut masih dapat tercapai.

Sebaliknya, jika ayam dipelihara terlalu lama, misalnya hingga 100 minggu, maka waktu yang dibutuhkan untuk pemeliharaan, pembersihan kandang, sterilisasi, dan persiapan periode berikutnya menjadi lebih panjang.

Akibatnya, dalam jangka waktu 10 tahun jumlah periode pemeliharaan menjadi lebih sedikit sehingga produksi telur secara keseluruhan juga ikut menurun.

Sebagai ilustrasi, apabila satu periode pemeliharaan hingga usia 80 minggu mampu menghasilkan sekitar 21 kg telur per ekor, maka selama 7 periode total produksi dapat mencapai sekitar 147 kg telur per ekor.

Namun jika ayam baru diafkir pada usia 100 minggu, dalam kurun waktu yang sama kandang hanya mampu digunakan sekitar 5 periode. Walaupun setiap periode menghasilkan sekitar 27 kg telur per ekor, total produksi selama 10 tahun hanya sekitar 135 kg telur per ekor.

Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa menentukan usia afkir yang tepat bukan hanya berpengaruh terhadap produktivitas ayam, tetapi juga berpengaruh pada efisiensi penggunaan kandang dan keuntungan usaha peternakan secara keseluruhan.

Menentukan usia afkir yang tepat tidak hanya bertujuan mengganti ayam yang sudah kurang produktif, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Dengan melakukan afkir sekitar usia 80 minggu, peternak dapat memperoleh beberapa keuntungan berikut.

1. Biaya Investasi Kandang Lebih Efisien

Mengafkir ayam sesuai jadwal membuat penggunaan kandang menjadi lebih optimal. Dengan jumlah periode pemeliharaan yang lebih banyak dalam masa pakai kandang, biaya investasi kandang dapat ditekan sehingga lebih ekonomis.

2. Kualitas Telur Tetap Terjaga

Ayam petelur yang masih berada pada usia produktif umumnya menghasilkan telur dengan kualitas yang lebih baik dibanding ayam yang dipelihara terlalu lama.

3. Produktivitas Peternakan Lebih Tinggi

Penggantian ayam afkir dengan pullet baru membuat rata-rata umur ayam di dalam kandang lebih muda. Kondisi ini membantu menjaga tingkat produksi telur atau Hen Day (HD) tetap tinggi.

4. Efisiensi Pakan Lebih Baik

Ayam petelur yang masih produktif memiliki Feed Conversion Ratio (FCR) yang lebih baik dibanding ayam yang sudah tua. Artinya, penggunaan pakan menjadi lebih efisien terhadap jumlah telur yang dihasilkan.

5. Menekan Kerugian Akibat Penurunan Produksi

Semakin lama ayam dipelihara setelah melewati masa produktifnya, biaya pakan akan terus berjalan sementara hasil telur semakin sedikit. Dengan melakukan afkir pada waktu yang tepat, peternak dapat mengurangi biaya yang tidak produktif dan segera menggantinya dengan ayam yang lebih menguntungkan.

Selain memperoleh hasil dari penjualan telur selama masa produksi, peternak juga masih dapat memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan ayam afkir.

Secara umum, harga ayam petelur afkir berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per ekor. Harga tersebut dapat berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi oleh permintaan pasar, ukuran ayam, kondisi fisik, dan saluran penjualan yang digunakan.

Ayam petelur afkir biasanya dijual kepada pedagang, rumah potong ayam, pengepul, atau pelaku usaha kuliner yang memanfaatkan daging ayam afkir sebagai bahan baku.

Pakan merupakan faktor terpenting untuk kesehatan ayam
Pakan merupakan faktor terpenting untuk kesehatan ayam
1. Umur berapa ayam petelur mulai afkir?

Secara umum, ayam petelur mulai memasuki masa afkir pada usia 72–80 minggu atau sekitar 18–20 bulan. Namun, waktu afkir dapat berbeda tergantung produktivitas ayam, kualitas pakan, dan manajemen pemeliharaan.

2. Apakah ayam petelur afkir masih bisa bertelur?

Sebelum benar-benar diafkir, sebagian ayam masih dapat menghasilkan telur, terutama setelah melewati masa mabung (molting). Namun, jumlah telur yang dihasilkan sudah jauh lebih sedikit sehingga kurang menguntungkan jika dipelihara terlalu lama.

3. Berapa harga ayam petelur afkir?

Harga ayam petelur afkir umumnya berkisar Rp30.000–Rp50.000 per ekor, tergantung ukuran ayam, kondisi fisik, permintaan pasar, dan wilayah penjualan.

4. Apa tanda ayam petelur sudah harus diafkir?

Beberapa tanda yang umum dijumpai antara lain produksi telur terus menurun, bobot badan semakin berat, jengger mulai pucat, ayam terlihat kurang aktif, dan kualitas telur tidak lagi optimal.

Selain informasi seputar budidaya ayam petelur, Hobi Ternak juga menyediakan DOC ayam petelur dan pullet ayam petelur usia 13–20 minggu yang siap dipelihara sesuai kebutuhan peternakan Anda.

Seluruh ayam dipelihara dengan manajemen yang baik sehingga memiliki kondisi sehat dan siap memasuki masa produksi. Kami juga melayani pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia sesuai ketentuan pengiriman yang berlaku.

Apabila Anda ingin mengetahui stok terbaru, harga terkini, maupun informasi pengiriman, silakan hubungi Customer Service Hobi Ternak melalui WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda memilih ayam petelur yang sesuai dengan kebutuhan usaha ternak Anda.

HUBUNGI KAMI

WhatsApp & Telepon

Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

5/5 - (11 votes)

Tinggalkan komentar

WhatsApp Chat Sekarang via WA