Terbit: 20 Mei 2022 • Update: 11 Agustus 2026
Mengetahui ciri-ciri ayam petelur yang mau bertelur penting bagi peternak, terutama ketika ayam mulai mendekati masa produksi. Dengan mengenali tanda-tandanya, peternak dapat menyesuaikan pemberian pakan, perawatan, serta persiapan kandang sebelum ayam mulai menghasilkan telur.
Ayam petelur merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk menghasilkan telur. Telur ayam menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Karena permintaan telur cukup tinggi, usaha ternak ayam petelur banyak dijalankan oleh peternak, baik peternak pemula maupun peternak yang sudah berpengalaman.
JUAL PULLET AYAM PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*

Mengenal Ayam Petelur dan Masa Produksinya
Di Indonesia terdapat beberapa jenis ayam yang dapat dipelihara sebagai ayam petelur, seperti ayam petelur merah, ayam Arab, ayam KUB, ayam ELBA, dan jenis lainnya.
Salah satu yang banyak diternakkan adalah ayam ras petelur merah. Ayam ras petelur memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan kemampuan produksi telur yang tinggi.
Pada umur sekitar 4,5–5 bulan, ayam ras petelur dapat mencapai kedewasaan kelamin dengan bobot sekitar 1,6–1,7 kg. Pada usia tersebut, sebagian ayam dalam kelompok sudah mulai memasuki masa produksi.
Kemampuan produksi ayam ras petelur juga cukup tinggi, yaitu sekitar 250–280 butir telur per tahun.
Selain itu, periode bertelur ayam ras petelur dapat berlangsung sekitar 13–14 bulan, atau hingga ayam berumur sekitar 19–20 bulan. Ayam ras petelur tidak memiliki periode mengeram seperti ayam kampung sehingga periode produksinya dapat berlangsung lebih panjang.
6 Ciri-Ciri Ayam Petelur yang Mau Bertelur
Ciri-ciri ayam petelur yang mau bertelur dapat dilihat dari beberapa perubahan pada umur, bobot, kondisi fisik, hingga perilakunya.
1. Umur Ayam
Umur menjadi salah satu faktor penting untuk mengetahui kapan ayam mulai siap memproduksi telur.
Ayam yang masih berusia anakan atau remaja tentu belum memasuki masa produksi. Pada ayam ras petelur, ayam mulai memasuki kedewasaan kelamin sekitar umur 4,5–5 bulan dan umumnya mulai bertelur sekitar 20 minggu.
Jika ayam sudah mendekati atau memasuki umur tersebut tetapi belum bertelur, peternak dapat mencari penyebabnya.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ayam belum mulai bertelur antara lain pakan yang kurang berkualitas, perawatan yang kurang baik, maupun ayam terserang penyakit.
2. Bobot Ayam
Bobot badan juga dapat menjadi salah satu patokan untuk melihat perkembangan ayam menuju masa produksi.
Pada umur sekitar 4,5–5 bulan, ayam ras petelur dapat mencapai bobot sekitar 1,6–1,7 kg.
Pemberian pakan ayam petelur yang cukup dan sesuai kebutuhan sangat membantu pertumbuhan serta pencapaian bobot ayam.
Namun, bobot badan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan karena kondisi ayam juga perlu dilihat secara keseluruhan.
3. Tulang Pubis atau Pinggul Belakang
Saat ayam mulai memasuki masa bertelur, bagian tulang pubis pada ayam akan terasa lebih lentur dan elastis.
Perubahan tersebut dapat menjadi salah satu tanda bahwa ayam mulai mendekati masa produksi telur.
Karena itu, selain melihat umur dan bobot ayam, peternak juga dapat memperhatikan kondisi bagian pinggul ayam.
4. Pial dan Jengger
Ayam yang mendekati masa bertelur biasanya memiliki pial dan jengger yang semakin besar serta berwarna lebih cerah.
Sebaliknya, apabila pial dan jengger masih terlihat kecil, ayam kemungkinan masih berada pada fase remaja.
Hal ini juga penting diperhatikan ketika peternak ingin membeli pullet ayam petelur.
Jika pullet dikatakan sudah berumur 18 minggu tetapi kondisi pial dan jenggernya masih kecil, peternak perlu lebih berhati-hati dan memastikan kembali umur ayam tersebut.
5. Bagian Kloaka
Perubahan pada bagian kloaka juga dapat menjadi salah satu tanda ayam mulai memasuki masa bertelur.
Pada ayam yang mulai bertelur, bagian kloaka dapat terlihat lebih melebar dan terdapat cairan. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses keluarnya telur.
Karena itu, bagian kloaka dapat menjadi salah satu bagian yang diperhatikan ketika peternak ingin mengetahui apakah ayam sudah mendekati masa produksi.
6. Ayam Lebih Sering Berisik atau Petok-Petok
Perubahan perilaku juga dapat terlihat ketika ayam mendekati masa bertelur.
Salah satunya adalah ayam menjadi lebih sering mengeluarkan suara atau petok-petok.
Perilaku tersebut dapat menjadi salah satu tanda yang diperhatikan oleh peternak ketika ayam mulai mendekati masa produksi.
Mengapa Mengetahui Ciri Ayam yang Mau Bertelur Penting?
Mengetahui ciri-ciri ayam petelur yang mau bertelur membantu peternak mempersiapkan ayam sebelum memasuki masa produksi.
Peternak dapat menyesuaikan perawatan, pemberian pakan dan minum, serta memastikan kondisi kandang tetap mendukung ayam.
Pakan menjadi salah satu faktor penting karena kebutuhan nutrisi ayam harus diperhatikan selama masa pertumbuhan hingga memasuki masa produksi.
Selain pakan, kondisi kandang juga perlu diperhatikan agar ayam mendapatkan lingkungan pemeliharaan yang nyaman.
Dengan mengetahui perkembangan ayam sejak fase pullet hingga mendekati masa bertelur, peternak dapat melakukan persiapan dengan lebih baik.
Kesimpulan
Ciri-ciri ayam petelur yang mau bertelur dapat dilihat dari beberapa hal, mulai dari umur, bobot badan, kondisi tulang pubis, pial dan jengger, bagian kloaka, hingga perubahan perilaku ayam.
Ayam ras petelur umumnya mulai bertelur sekitar umur 20 minggu, dengan bobot sekitar 1,6–1,7 kg ketika mencapai kedewasaan kelamin.
Ayam ras petelur juga memiliki kemampuan produksi sekitar 250–280 butir telur per tahun dan periode bertelur dapat berlangsung sekitar 13–14 bulan, hingga ayam berumur sekitar 19–20 bulan.
Bagi peternak, memahami tanda-tanda tersebut dapat membantu mempersiapkan ayam menuju masa produksi serta memilih pullet yang sesuai.
FAQ Seputar Ciri-Ciri Ayam Petelur yang Mau Bertelur
Ayam ras petelur umumnya mulai bertelur ketika memasuki umur sekitar 20 minggu. Namun, waktu mulai bertelur dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan, bobot badan, kualitas pakan, kondisi kesehatan, dan manajemen pemeliharaan.
Beberapa ciri ayam petelur yang mulai mendekati masa bertelur antara lain umur sudah mencukupi, bobot badan sesuai, tulang pubis terasa lebih lentur, pial dan jengger membesar serta berwarna cerah, bagian kloaka mengalami perubahan, dan ayam menjadi lebih sering berbunyi atau petok-petok.
Pada sekitar umur 20 minggu, bobot ayam ras petelur umumnya berada di kisaran 1,6–1,7 kg. Bobot badan yang sesuai membantu ayam memasuki masa produksi dengan lebih baik.
Ayam ras petelur dapat mulai belajar bertelur pada sekitar 18–19 minggu, tetapi umumnya mulai memasuki masa produksi sekitar 20 minggu. Jadi, ayam umur 18 minggu yang belum bertelur belum tentu mengalami masalah.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ayam belum bertelur antara lain pakan yang kurang berkualitas, pemberian pakan yang tidak sesuai kebutuhan, perawatan yang kurang baik, pertumbuhan atau bobot badan yang belum sesuai, serta kondisi kesehatan ayam.
Ingin Memulai Ternak Ayam Petelur?
Bagi Anda yang ingin mulai beternak ayam petelur, Hobi Ternak menyediakan pilihan bibit/DOC ayam petelur serta pullet ayam petelur usia 13 minggu dan 16 minggu.
Untuk DOC, pengiriman dapat dilakukan ke berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan untuk pullet ayam petelur, pengiriman saat ini tersedia untuk wilayah Pulau Jawa.
Jika Anda ingin mengetahui pilihan bibit, pullet, harga, maupun informasi pemeliharaan ayam petelur, silakan hubungi tim Hobi Ternak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Hubungi Hobi Ternak untuk mendapatkan informasi bibit/DOC dan pullet ayam petelur sesuai kebutuhan Anda.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.






