Telur sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia sehari-hari.  Begitu juga bagi masyarakat Indonesia yang mana konsumsi telur sudah menjadi kebutuhan untuk memenuhi protein dalam tubuh.  Kandungan gizinya sudah menjadi pilihan untuk masyarakat luas.  

Semakin tingginya konsumsi telur di Indonesia, menyebabkan semakin banyaknya para peternak khususnya peternak ayam ras petelur. Hal ini mendukung untuk memenuhi kebutuhan telur yang mana semakin tahun semakin naik. Dengan bertambahnya para peternak ayam petelur maka diharapkan mamenuhi permintaan pasar.

Beternak Ayam Petelur dengan baik dan benar tentu akan menentukan hasil yang didapatkan, jika ayam petelur dapat bertumbuh dengan baik maka hasil yang didapatkan pun akan optimal. Namun untuk mendukung hasil tersebut tentu ada beberapa factor yang mempengaruhinya seperti pada saat proses pemeliharaan ada berbagai hal yang diperlu diterapkan seperti pemberian obat-obatan dan vaksin. Vaksin dalam peternakan cukup penting untuk mendukung kesehatan unggas dan tujuan terpenting dari vaksin ini adalah sebagai penjaga kekebalan tubuh.

Vaksinasi ayam petelur

Vaksinasi ayam petelur

Lalu bagaimana tahapan pemberian vaksin bagi ayam petelur?

1. Umur 4 hari

Pada usia 4 hari merupakan tahapan pertama bagi ayam petelur mendapatkan vaksin, jenis vaksin yang diberikan yaitu :

Medivac ND Hitcner B1

Medivac ND Hitcner B1

Medivac ND Hitcner B1/ Medivac ND Clone 45/ Medivac ND-IB

Jumlah : 1 Dosis

Cara Pemberian : Tetes Mata/ Tetes Hidung/ Spray

 
2. Umur 7/4 hari
Medivac Gumboro A

Medivac Gumboro A

Medivac Gumboro A/ Medivac Gumboro B

Jumlah : 1 Dosis

Cara Pemberian : Tetes Mulut/ Air Minum

 
3. Umur 10 hari
Medivac ND Clone 45

Medivac ND Clone 45

Medivac ND Hitcner B1/ Medivac ND Clone 45/ Medivac ND-IB, Medivac AI

Jumlah : 02, ml

Cara Pemberian : Suntikan Subtukan

 

4. Umur 21 hari
Medivac ND Lasota

Medivac ND Lasota

Medivac ND Lasota/ Medivac ND Clone 45/ Medivac ND-IB

Jumlah : 1 Dosis

Cara Pemberian : Air Minum/ Spray

 

5. Umur 28 hari
Medivac Gumboro B

Medivac Gumboro B

Medivac Gumboro A/ Medivac Gumboro B

Jumlah : 1 Dosis

Cara Pemberian : Tetes Mulut/Air Minum

 

6. Umur 42 hari
Medivac Coryza T

Medivac Coryza T

Medivac Coryza T/ Medivac Coryza T Suspension/ Medivac Coryza B

Jumlah : 0,5 ml

Cara Pemberian : Suntikan Subkutan/ Suntikan Subkutan/ Intramuskuler

 

7. Umur 56 hari
Medivac ND-IB

Medivac ND-IB

Medivac ND Hitcner B1/ Medivac ND Clone 45/ Medivac ND-IB

Medivac ND Lasota/ Medivac ND-IB ( 1 Dosis )/ Air Minum/ Spray

Medivac AI ( 0,5 ml )/ Suntikan Intramuskuler

 

8. Umur 72 hari
Medivac Pox

Medivac Pox

Medivac Pox/ Medivac ILT

Jumlah : 1 Dosis

Cara Pemberian : Tusuk Sayap dan Tetes Mata

 

9. Umur 90 hari
Medivac ND Lasota

Medivac ND Lasota

Medivac ND Lasota/ Medivac ND Clone 45/ Medivac ND-IB

Jumlah : 1 Dosis

Cara Pemberian : Air Minum/ Spray/ Suntikan Intramuskuler

 

10. Umur 112 hari
Medivac ND-EDS-IB-Emulsion

Medivac ND-EDS-IB-Emulsion

Mediva ND- G7B Emulsion/ Medivac ND-IB Emulsion/ Medivac ND-EDS Emulsion/ Medivac ND-EDS-IB-Emulsion

Jumlah : 0,5 ml

Cara Pemberian : Suntikan Intramuskuler

 

11. Umur 129 hari
Medivac AI

Medivac AI

Medivac AI

Jumlah : 0,5 ml

Cara Pemberian : Suntikan Intramuskuler

 

12. Umur 126 hari
Medivac Coryza B

Medivac Coryza B

Medivac Coryza B/ Medivac Coryza T Suspension/ Medivac Coryza T

Jumlah : 0,5 ml

 Cara Pemberian : Suntikan Intramuskuler, Suntikan Subkutan

 

Ada Beberapa Hal yang Perlu di Persiapkan Dalam Pemberian Vaksin

1. Persiapan Vaksin

Persiapan Vaksin merupakan hal yang cukup penting untuk diperhatikan. Baik vaksin melalui air minum maupun suntikan. Jika vaksin melalui air minum maka, untuk tempat minum dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan dilakukan 24 jam sebelum proses vaksinasi. Jika vaksin melalui suntikan, maka untuk alat suntik juga harus dalam kondisi bersih. Jika mengandung desinfektan maka dapat di sterilkan dengan cara direbus, Jarum dalam kondisi tajam dan sering diganti.

2. Teknik Vaksinasi

Secara Umum ada dua teknik vaksinasi yaitu teknik vaksinasi massal dan individual.

Vaksinasi Massal
Vaksinasi di berikan ke air minum

Vaksinasi di berikan ke air minum

Beberapa hal dalam proses persiapan vaksinasi massal dengan air minum sebagai berikut :

  • Tempat minum yang akan digunakan dikosongkan 2 jam sebelum vaksinasi
  •  Air minum yang sudah diberi vaksin, terlindung dari sinar matahari
  • Air minum bebas dari zat kimia atau desinfektan yang merusak vaksin
  • Vaksin yang sudah dicampur dengan air harus dihabiskan maksimal 1,5 jam
  • Permukaan air di tempat air minum diatur, agar lubang hidung tersentuh air. Pastikan semua mendapat vaksin.

Manfaat vaksin dengan air minum hasil yang didapatkan akan lebih efektif , menghemat tenaga dan lebih cepat serta mengurangi stress berat.

Apabila dengan penyemprotan maka menghasilkan kontak langsung antara partikel virus dengan alat pernapasan. Agar vaksinasi efektif, alat penyemprot disetel agar menghasilkan butir-butir semprotan halus dan merata. Jika semprotan kasar maka cepat jatuh ke lantai dan sia-sia.

Vaksinasi Individual
Vaksinasi dengan tetas mata

Vaksinasi dengan tetas mata

Vaksinasi Individual dilaksanakan melalui tetes mata, tetes hidung, tetes mulut dan suntikan. Dengan cara diteteskan maka partikel virus dengan alat pernapasan akan berhubungan langsung dan akan membuat hasil lebih efektif. Saat ini jenis vaksin tersebut banyak dipilih peternak terutama pada usia kurang dari 1 bulan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan vaksin tetes yaitu:

  • Semua ayam terkumpul dalam satu tempat atau sudut dengan pagar triplek atau papan. Untuk  yang kosong digunakan untuk ayam yang sudah di vaksin.
  •  Vaksin dicampur dengan pelarut yang sesuai dengan anjuran pabrik
  • Larutan diteteskan pada mata, sebelah hidung, atau mulut. Khusus untuk tetes mata, menunggu sampai mata dipejamkan setelah larutan diteteskan. Alat tetes tidak terlalu dekat dengan mata.

Sementara untuk vaksin suntik dilakukan pada bagian bawah kulit atau masuk ke otot ( ke dalam daging ) pada dada atau paha. Vaksin suntik lebih banyak diterapkan bagi ayam masa pertumbuhan ( grower ).

Hal-hal yang penting diperhatikan dalam proses vaksinasi suntikan

  • Alat suntik dalam keadaan bersih, tidak mengandung desinfektan
  • Dosis diatur pada alat suntuk sesuai kebutuhan sesuai anjuran pabrik
  • Karena alat suntik sering bergeser, perlu diamati dengan cermat bisa saja vaksin keluar dari jarum yang telah sesuai dengan dosis anjuran.

Pemberian vaksin bertujuan untuk memberikan kekebalan dalam tubuh. namun timbulnya tentu membutuhkan proses untuk bisa mewujudkan kondisi ayam kebal terhadap penyakit setelah adanya vaksin.

Itulah beberapa tahap dan teknik dalam program vaksinasi ayam petelur, semoga bermanfaat…


0 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.