Terbit: 16 Juli 2019 • Update: 26 Juni 2026
Ayam Petelur: 13 Jenis Paling Produktif dan Mudah Dipelihara – Memilih jenis ayam petelur yang tepat merupakan langkah penting sebelum memulai usaha ternak.
Setiap jenis ayam memiliki produktivitas telur, kebutuhan pakan, daya tahan tubuh, serta karakteristik yang berbeda.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari 13 jenis ayam petelur terbaik lengkap dengan kelebihan, karakteristik, dan rekomendasinya agar lebih mudah menentukan pilihan sesuai kebutuhan.
JUAL DOC / BIBIT AYAM PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*
13 Jenis Bibit Ayam Petelur yang Bagus dan Berkualitas
1. Ayam Ras Petelur Coklat (Hibrida)
Ayam Hibrida terbagi menjadi beberapa jenis tetapi ayam hibrida yang banyak dikenal adalah jenis Golden Comet yang dikenal sebagai ayam negeri atau ayam ras petelur.
Bobot ayam petelur dapat mencapai sekitar 2 kg, meskipun tidak seberat dengan ayam broiler tetapi daging yang dihasilakan oleh ayam petelur memiliki rasa daging yang lebih enak dibanding dengan daging ayam broiler.
Oleh karena itu, ayam petelur tersebut juga termasuk dalam jenis ayam pedaging dan disebut dengan tipe ayam dwiguna atau yang dapat menghasilkan telur serta daging.
Jenis ayam hibrida tersebut memiliki sifat mengkonsumsi pakannya yang sedikit, tetapi dengan daya konsumsi pakan yang sedikit ayam petelur hibrida ini dapat menghasilkan telur dengan jumlah yang banyak.
Oleh karena itu, ayam ini terbilang memiliki harga lebih murah dibanding dengan breed lain. Di wilayah Indonesia sendiri, para peternak banyak memilih ayam petelur hibrida untuk dibudidayakan.
Tubuh ayam hibrida memiliki warna emas dan coklat dengan ekornya yang berwarna putih.
Ayam petelur hibrida dapat bertelur sebanyak 280 an butir setiap tahunnya dengan warna telur cokelat dan ukurannya yang sedang.
2. Ayam Petelur Putih (White Leghorn)
White Leghorn atau biasa disebut ayam Petelur Putih merupakan ayam ras petelur yang memiliki warna bulu putih bersih dan telur yang dihasilkanpun juga berwarna putih bersih, dan pada jengger ayam ini berwarna merah.
Ayam jenis ini merupakan ayam yang dimafaatkan hanya pada telur nya saja dan tidak untuk memproduksi dagingnya.
Selain itu ayam petelur putih ini mampu memproduksi telur mencapai 260 butir pertahunnya.
Di samping itu ayam petelur putih juga memiliki kelemahan yaitu sangat sensitif terhadap cuaca panas dan suasana keributan yang membuat ayam ras ini mudah terkejut sehingga dapat berdampak pada jumlah produksi telur yang menurun.
3. Ayam Ancona
Ayam ini memiliki ukuran tubuh yang kecil dan ramping. Persebaran ayam ancona tersebut sudah tersebar hingga Amerika Serikat dan Inggris.
Penampilan dari ayam ancona ini lebih mirip dengan plymouth rock, tetapi ayam plymouth rock memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.
Ancona memiliki karakter lebih liar dibanding ayam lainnya dan dapat terbang ke luar dari kandangnya.
Ayam Ancona dapat memproduksi telur sekitar 200 butir pertahunnya dan warna dari ayam petelur tersebut berwarna putih dengan bentuk telur yang cenderung kecil dan mungil.
4. Ayam Plymouth Rock (Barred Rock)
Jenis ayam ini merupakan jenis ayam petelur yang sangat cocok dikembangkan sebagai bisnis ayam petelur bagi peternak pemula.
Mengapa demikian ? Karena ayam plymouth rock merupakan ayam yang cenderung lebih mudah untuk diternakan dan dipelihara serta ayam tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kebih kuat.
Ayam Plymouth Rock memiliki badan yang lebih kecil dibanding dengan ayam lainnya. Ayam tersebut memiliki bulu yang didominasi oleh warna abu-abu dengan garis putis diseluruh tubuhnya.
Serta ayam plymouth rock dapat memproduksi 200 butir per tahunnya.
5. Ayam Ross Brown
Ross Brown merupakan klasifikasi ayam petelur yang diciptakan di Inggris pada tahun 1972, sedangkan di Indonesia sendiri pengembang ayam Petelur Ross Brown yaitu PT. Cibadak Indah Sari Fram.
Ayam Petelur Ross Brown memiliki ciri-ciri warna tubuh coklat dengan produktifitas telur mencapai 270 an setiap tahunya.
6. Ayam Lohman Brown
Ayam Lohmann Brown merupakan salah satu ras ayam petelur unggulan yang diproduksi oleh perusahaan Multibreeder Adirama Indonesia.
Ciri khas ayam ini adalah warna bulunya yang cokelat karamel dengan sedikit warna putih di bagian leher dan ujung ekor.
Ayam Lohmann Brown mulai memasuki fase produksi telur pada usia sekitar 18–20 minggu, dengan kemampuan menghasilkan hingga 300 butir telur per tahun bila dipelihara dengan manajemen pakan dan pencahayaan yang optimal.

Dengan produktivitas tinggi dan karakter ayam yang tenang, Lohmann Brown banyak dipilih oleh peternak sebagai ayam petelur komersial.
Biasanya, peternak mulai memelihara ayam ini sejak fase grower yaitu menjelang masa bertelur.
7. Ayam Sussex

Ayam sussex merupakan salah satu jenis ayam yang memiliki dua fungsi. Yakni bisa dijadikan sebagai ayam penghasil daging dan ayam pengasil telur.
Berat ayam jantan dapat mencapai 4,1 kg per ekor, sedangkan untuk yang betina mencapai 3,2 kg. Jenis ayam ini mampu menghasilkan telur dengan jumlah mulai dari 180 – 320 butir per ekor dalam setahun.
Untuk ayam yang berwarna terang seperti kuning dan putih menghasilkan telur lebih banyak dibanding jenis ayam yang lainnya.
Ayam petelur jenis sussex ini memiliki sifat yang tenang dan suka berkeliaran tanpa merusak lingkungan.
8. Ayam Hamburg
Ayam petelur dengan nama sebutan ayam Hamburg merupakan ayam asli yang berasal dari Jerman.
Merupakan ayam yang paling indah bila dipandang, karena ayam ini memiliki bulu yang berwarna putih dengan bintik – bintik bewarna hitam.
Ayam petelur hamburg dapat menghasilakan telur sekitar 200 butir per tahunnya.
9. Ayam Ras Rhode Island Red
Rhode Island Red merupakan ayam yang biasa diternakakn atau dipelihara untuk kebutuhan daging dan telur.
Ayam tersebut berasal dari Negara Amerika Serikat yang merupakan keturunan ayam yang mampu beradaptasi serta kuat pada cuaca ekstrim.
Produksi telur hingga 250 butir per ekornya.
Ayam jenis Rhode Island Red memiliki bulu yang berwarna coklat kehitaman sehingga penampilan ayam ini menjadi lebih gelap.
10. Ayam Barnevelder
Jenis ayam ini memiliki ciri khas bulu yang mengkilap berwarna hitam dengan ujungnya coklat.
Ayam barnevelder yaitu persilangan dari Landrace Belanda dengan unggas hutan Asia.
Produktivitas telur ayam barnevelder yaitu 200 butir pertahun. Menurut informasi, ayam ini bukan penerbang yang baik maka cocok jika diternak di area perkebunan.
11. Ayam Maran
Maran termasuk jenis ayam dwiguna, yaitu bisa dijadikan ayam petelur dan ayam pedaging.
Ciri fisik ayam maran yaitu mirip ayam plymouth rock namun warna paling banyak abu-abu gelap dengan corak putih bergaris sedikit. Telur ayam maran berwarna hitam gelap.
Pertahun ayam maran dapat menghasilkan telur sekitar 200 butir.
12. Ayam Buff Orpington
Buff orpington berasal dari Kent, dan masuk dalam jenis ayam yang favorit di wilayah teresebut. Warna pada bulu ayam ini yaitu keemasan dan agak tebal.
Pertahun ayam buff orpington dapat menghasilkan telur sebanyak 180 butir.
Buff orpington juga suka mengerami telurnya saat musim panas tiba. Ayam ini juga sangat jinak dan suka berinteraksi dengan manusia.
13. Ayam Easter Egger
Pertahun ayam easter egger dapat menghasilkan telur 250 butir. Telur yang dihasilkan berwarna biru cerah kehijauan.
Ayam ini memiliki bulu coklat dengan tambahan warna lain.
Jenis Ayam Petelur Mana yang Terbaik?
Banyak orang mencari jenis ayam petelur terbaik sebelum memulai usaha ternak. Sebenarnya tidak ada satu jenis ayam yang paling unggul untuk semua kebutuhan. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan beternak, modal, dan sistem pemeliharaan yang digunakan.
Berikut rekomendasi jenis ayam petelur berdasarkan kebutuhannya:
| Kebutuhan | Rekomendasi |
| Produksi telur tertinggi | Lohmann Brown |
| Cocok untuk pemula | Plymouth Rock |
| Penghasil telur putih | White Leghorn |
| Ayam dwiguna | Rhode Island Red |
| Adaptasi cuaca baik | Sussex |
Dengan memilih jenis ayam yang sesuai sejak awal, produktivitas dan peluang keberhasilan usaha ternak dapat meningkat.
Cara Memilih Jenis Ayam Petelur
Sebelum membeli bibit ayam petelur, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar pilihan Anda sesuai dengan kebutuhan usaha.
- Tujuan usaha – Tentukan apakah fokus pada produksi telur, ayam dwiguna, atau usaha skala rumahan.
- Modal – Sesuaikan dengan biaya pembelian bibit, pakan, dan kandang.
- Lokasi peternakan – Pilih jenis ayam yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.
- Sistem kandang – Gunakan jenis ayam yang sesuai dengan sistem pemeliharaan yang diterapkan.
- Target pasar – Perhatikan apakah pasar lebih membutuhkan telur putih atau telur cokelat.
Memilih jenis ayam petelur yang tepat sejak awal akan membantu meningkatkan hasil produksi dan efisiensi usaha.
Faktor yang Mempengaruhi Produksi Telur
Selain dipengaruhi oleh jenis ayam, produksi telur juga ditentukan oleh manajemen pemeliharaan.
- Pakan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam.
- Pencahayaan yang cukup agar produksi telur tetap stabil.
- Vaksinasi rutin untuk menjaga kesehatan ayam.
- Kandang yang bersih dan nyaman agar ayam tidak mudah stres.
- Manajemen pemeliharaan yang baik untuk menjaga performa produksi.
Dengan bibit unggul dan perawatan yang tepat, ayam petelur dapat menghasilkan telur secara optimal sesuai potensi genetiknya.
Peluang Ternak Ayam Petelur
Semakin meningkatnya kebutuhan konsumsi akan telur ayam di masyarakat, tentu menjadi peluang usaha yang bagus.
Setiap hari ayam petelur akan menghasilkan telur dan pendapatan yang akan Anda terima stabil. Permintaan telur ayam tidak akan surut, namun malah bisa meningkat terus.
Masa produksi ayam petelur bisa 1,5 tahun – 2 tahunan.
FAQ Jenis Ayam Petelur
Salah satu jenis ayam petelur paling produktif adalah Lohmann Brown yang mampu menghasilkan hingga sekitar 300 butir telur per tahun dengan manajemen pemeliharaan yang baik. Selain itu, White Leghorn, Rhode Island Red, dan Sussex juga dikenal memiliki produktivitas yang tinggi.
Bagi peternak pemula, ayam petelur yang mudah dipelihara seperti Plymouth Rock, Rhode Island Red, dan Sussex dapat menjadi pilihan. Jenis ayam ini dikenal memiliki daya adaptasi yang baik dan relatif mudah dirawat.
Perbedaan utamanya terletak pada warna kulit telur dan jenis ayamnya. Ayam petelur putih seperti White Leghorn menghasilkan telur berkulit putih, sedangkan ayam petelur cokelat seperti Lohmann Brown menghasilkan telur berwarna cokelat. Dari sisi kandungan gizi, keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Pilih jenis ayam petelur sesuai dengan tujuan usaha, modal yang tersedia, kondisi lingkungan, sistem kandang, dan target pasar. Dengan memilih jenis ayam yang tepat sejak awal, peluang keberhasilan usaha ternak akan lebih besar.
Informasi lebih lengkap terkait harga, pemesanan, pengiriman, dan lainnya silakan hubungi Customer Service hobiternak.com di bawah ini:
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Junior Content Production Specialist yang menyajikan artikel tentang ayam hias dan unggas unik dengan bahasa yang sederhana dan menarik, membantu pembaca dari kalangan pehobi hingga peternak pemula.















Masya Allah sangat jelas sekali trims