Cara Beternak Ayam Petelur dari DOC Hingga Panen

Terbit: 4 Agustus 2021 • Update: 04 Agustus 2026

Beternak ayam petelur merupakan salah satu usaha di bidang peternakan yang memiliki prospek menjanjikan. Agar hasil produksi optimal, peternak perlu memahami setiap tahapan pemeliharaan, mulai dari memilih bibit, merawat DOC, memberikan pakan, mencegah penyakit, hingga mengelola produksi telur.

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara beternak ayam petelur dari DOC hingga panen secara bertahap.

Panduan ini cocok sebagai referensi bagi Anda yang ingin memulai usaha ayam petelur maupun menambah wawasan mengenai manajemen pemeliharaan yang baik.

JUAL PULLET AYAM PETELUR

Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*

Mengenal  Ayam Petelur

Ayam petelur adalah jenis ayam yang dipelihara khusus untuk menghasilkan telur konsumsi. Ayam petelur memiliki produktivitas telur yang lebih tinggi dibandingkan ayam pedanging sehingga banyak dipelihara sebagai usaha peternakan.

Ayam petelur terdiri dari beberapa jenis dengan perbedaan ukuran tubuh, warna bulu, dan warna telur. Pelajari selengkapnya pada artikel mengenal Jenis-Jenis Ayam Petelur.

Ayam Petelur Isa Brown menjadi salah satu jenis ayam petelur Medium/ Sedang
Salah satu jenis ayam petelur ringan yaitu ayam petelur putih (white leghorn)
Salah satu jenis ayam petelur ringan yaitu ayam petelur putih (white leghorn)

Cara Beternak Ayam Petelur dari DOC Hingga Panen

Setelah memahami jenis-jenis ayam petelur, langkah selanjutnya adalah mempelajari tahapan pemeliharaan yang tepat.

1. Penyiapan Bibit Ayam Petelur

Pemilihan bibit menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan beternak ayam petelur. Pilih bibit dari indukan sehat dan berkualitas agar pertumbuhannya optimal, tahan penyakit, serta memiliki produktivitas telur yang tinggi.

Ciri-ciri indukan ayam petelur yang unggul:

  • Masa produksi telur panjang
  • Pertumbuhan badan proporsional
  • Tahan terhadap penyakit
  • Produktivitas telur tinggi
  • Napsu makan baik dan aktif

2. Perawatan DOC (Day Old Chick)

Perawatan DOC merupakan tahap penting karena ayam masih rentan terhadap perubahan lingkungan. Saat DOC tiba, berikan air gula merah untuk memulihkan stamina, lalu tempatkan di kandang box yang hangat dengan suhu stabil.

Selain itu, jaga kebersihan kandang, tempat pakan, dan tempat minum agar DOC terhindar dari penyakit serta dapat tumbuh sehat hingga memasuki fase berikutnya.

3. Pemberian Pakan

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan ayam agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Secara umum, pakan ayam petelur dibagi menjadi tiga fase, yaitu:

  • Starter (0–4 minggu)
  • Grower (4–16 minggu)
  • Layer (16 minggu ke atas)

Peternak dapat menggunakan pakan pabrikan atau pakan racikan dengan nutrisi yang seimbang sesuai fase pertumbuhan ayam.
*Catatan: Pakan racikan umumnya mulai diberikan setelah ayam berusia 21 hari dengan pakan pabrikan sebagai komposisi utama.

Contoh Komposisi Pakan Racikan

BAHAN PERSENTASE (%)
Jagung 50
Dedak padi 10
Bungkil kedelai 28
Kapur/LSG 9
DCP 2,5
Garam 0,3
Vitamin Premix 0,1
Mineral Premix 0,1

Pakan diberikan dua kali sehari, pagi dan sore. Kebutuhan pakan rata-rata ayam petelur dewasa adalah sekitar 100–110 gram per ekor per hari.

Bibit ayam ras petelur memiliki bulu khas berwarna cokelat
Bibit ayam ras petelur memiliki bulu khas berwarna cokelat

4. Pencegahan Penyakit Pada Ayam Petelur

Menjaga kesehatan ayam dilakukan dengan membersihkan kandang secara rutin dan memberikan vaksinasi sesuai jadwal agar ayam tetap sehat dan produktif.

Lakukan pembersihan rutin minimal dua kali seminggu dan berikan vaksin ayam petelur sesuai jadwal, seperti vaksin ND, cacar, dan RCD.

Pastikan alat vaksinasi bersih dan ayam dalam kondisi sehat saat vaksinasi dilakukan.

5. Masa Produksi dan Pemanenan Telur

Ayam petelur umumnya mulai belajar bertelur pada usia 20–22 minggu (sekitar 5–5,5 bulan) tergantung ras dan perawatan.

Dalam kondisi ideal, ayam petelur mampu menghasilkan sekitar 1 butir telur per hari, atau 250-300 butir telur per tahun dengan perawatan yang baik

Masa panen telur sebaiknya dilakukan setiap hari, agar kualitas telur tetap terjaga.

Produktivitas ayam akan lebih optimal jika didukung pakan bergizi, kandang yang bersih, dan manajemen pemeliharaan yang tepat.

FAQ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar cara beternak ayam petelur, mulai dari perawatan DOC hingga masa panen.


Bagaimana cara merawat DOC ayam petelur yang baru datang?

Saat DOC baru datang, berikan air gula merah untuk membantu memulihkan stamina setelah perjalanan. Selanjutnya, tempatkan DOC pada kandang box yang hangat dengan suhu stabil serta pastikan tempat pakan dan minum selalu bersih agar pertumbuhan DOC tetap optimal.

Berapa umur DOC ayam petelur mulai bertelur?

Ayam petelur umumnya mulai belajar bertelur pada usia 20–22 minggu atau sekitar 5–5,5 bulan, tergantung pada ras ayam dan cara pemeliharaannya.

Kapan panen telur ayam petelur dapat dilakukan?

Panen telur dilakukan setiap hari setelah ayam memasuki masa produksi. Telur sebaiknya segera dikumpulkan agar tidak mudah pecah atau kotor sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Berapa kebutuhan pakan ayam petelur setiap hari?

Pemberian pakan disesuaikan dengan fase pertumbuhan ayam, yaitu starter (0–4 minggu), grower (4–16 minggu), dan layer (16 minggu ke atas). Untuk ayam petelur dewasa, kebutuhan pakan rata-rata sekitar 100–110 gram per ekor per hari.

Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit pada ayam petelur?

Pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, membersihkan kandang secara rutin minimal dua kali seminggu, serta memberikan vaksin sesuai jadwal, seperti vaksin ND, cacar, dan RCD. Pastikan ayam dalam kondisi sehat saat proses vaksinasi.

HUBUNGI KAMI

WhatsApp & Telepon

Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

5/5 - (11 votes)

Tinggalkan komentar

WhatsApp Cek Stok & Harga via WA