Di tengah hiruk pikuk peternakan modern, sosok Nur Hamid, atau akrab disapa Pak Amik, dari Sleman muncul sebagai contoh inspiratif.
Selama delapan tahun terakhir, pemilik Wani Ternak Farm ini konsisten membudidayakan ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak), sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang angka produksi, tetapi juga tentang inovasi, ketahanan, dan semangat berbagi.
Awal Mula Sebuah Dedikasi
Sejak 2016, Pak Amik telah memilih jalur peternakan ayam KUB.
Alasannya jelas: jenis ayam ini dikenal tahan penyakit, efisien pakan, dan memiliki pasar yang luas.
Apa yang awalnya hanya sebuah hobi, dengan ketekunan dan kesungguhan, perlahan bertransformasi menjadi sebuah usaha yang berkembang.
Ia membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi adalah modal utama dalam memulai.
“Modalnya nggak besar, yang penting jalan dulu.”
Wani Ternak Farm: Berani Bertahan, Berani Berkembang
Di bawah bendera Wani Ternak Farm, Pak Amik mengelola seluruh siklus usaha, mulai dari pembibitan hingga penjualan anakan ayam KUB.
Peternakannya tak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga pusat pembelajaran dan konsultasi bagi para peternak pemula.
Perjalanan Pak Amik tentu tak luput dari cobaan. Saat pandemi COVID-19 melanda, ia pernah terpukul dengan kerugian besar, ketika 2.500 ekor ayamnya tak terjual.
Namun, momen tersebut justru menjadi titik balik. “Rencana ke depan, saya mau bangun jenis kandang kub baru di awal 2025.
Ia menegaskan kembali mental pejuang yang tak mudah menyerah.

“Harus tetap semangat,”
Rahasia Efisiensi: Racikan Pakan Inovatif ala Pak Amik
Salah satu kunci ketahanan Wani Ternak Farm adalah kreativitas Pak Amik dalam mengelola biaya pakan.
Di tengah fluktuasi harga pakan pabrikan, ia menemukan solusi cerdas yang kini menjadi ciri khasnya: mencampur pakan pabrikan dengan isian bakpia.
Inovasi ini bukan tanpa alasan. Isian bakpia, yang kaya akan gula, telur, kacang hijau, dan gandum, menyediakan nutrisi esensial seperti energi, protein, dan serat.
Tak hanya meningkatkan kualitas pakan, campuran ini juga secara signifikan menekan biaya.
“Tips praktis ini menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas di lapangan bisa menghasilkan solusi aplikatif, terutama bagi peternak skala kecil yang ingin meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas.
“Kadang dapat dari limbah industri bakpia, tinggal kita olah dan campur sesuai takaran. Hasilnya bagus, ayam tetap sehat dan biaya pakan bisa ditekan.”
Tantangan Tak Terduga dan Semangat Berbagi
Selain dinamika pasar, tantangan kadang datang dari alam. Insiden masuknya biawak ke kandang, meski tidak menimbulkan kerugian besar, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan.
“Namanya kandang terbuka, kadang ada saja gangguan. Sekarang jadi lebih hati-hati dan mulai perkuat pengamanan kandang,” ujarnya, menunjukkan adaptabilitasnya dalam menghadapi segala situasi.
Di tengah kesibukannya beternak, Pak Amik juga aktif di facebook untuk membagikan video ayam kub peliharannya.

Pesan untuk Peternak Pemula: Berani dan Konsisten
Pak Amik menutup ceritanya dengan pesan sederhana namun mendalam bagi para peternak pemula:
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Terus belajar. Mulai beternak sesuai dengan modal, nggak usah banyak-banyak dulu. Yang penting yakin dan berusaha. Beternak bisa dimulai dari hobi.”
Bagi Pak Amik, beternak bukan sekadar profesi, melainkan sebuah perjalanan panjang yang sarat proses, kegagalan, dan pembelajaran.
Dan selama ada kemauan untuk terus belajar, hasil positif pasti akan mengikuti.
Siap tingkatkan produktivitas ternak Anda? Dapatkan Anakan Ayam KUB Unggul dengan kualitas terjamin.
Hubungi kami sekarang untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut!
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Junior Content Production Specialist yang menyajikan artikel tentang ayam hias dan unggas unik dengan bahasa yang sederhana dan menarik, membantu pembaca dari kalangan pehobi hingga peternak pemula.







