Bolehkah Ayam KUB Diberi Pakan Fermentasi? Ini Jawaban Mas Nugi

Bagi peternak ayam skala kecil, biaya pakan menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan. Karena itu, tidak sedikit peternak yang mencoba mencari alternatif pakan agar biaya lebih hemat, termasuk dengan membuat pakan fermentasi.

Hal tersebut juga ditanyakan oleh Pak Bambang dari Surabaya yang sedang belajar ternak ayam petelur dengan 4 ayam betina dan 1 ayam jantan. Beliau ingin mengetahui apakah pakan ayam bisa difermentasi agar biaya pakan lebih murah sekaligus tetap mendapatkan hasil telur yang optimal.

Pada kesempatan lain, Pak Bambang kembali menanyakan hal yang lebih spesifik, yaitu bagaimana cara membuat pakan fermentasi untuk ayam KUB.

Melalui seri Mas Nugi Menjawab, HobiTernak merangkum jawaban Mas Nugi, praktisi layer dan pakar deteksi penyakit ayam, terkait penggunaan pakan fermentasi untuk unggas.

Cara Menghemat Biaya Pakan Ayam KUB Tanpa Mengurangi Nutrisi
Cara Menghemat Biaya Pakan Ayam KUB Tanpa Mengurangi Nutrisi

Pertanyaan Pak Bambang

“Bagaimana cara bikin pakan ayam fermentasi agar biayanya lebih murah dan hasil telur yang optimal?”

Kemudian beliau kembali bertanya:

“Bagaimana cara membuat pakan ayam fermentasi? Untuk ayam KUB.”

Jawaban Mas Nugi

Menurut Mas Nugi, pakan fermentasi tidak dianjurkan untuk unggas seperti ayam, karena sistem pencernaan unggas berbeda dengan hewan ruminansia seperti sapi dan kambing.

Namun, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mendukung kesehatan pencernaan ayam.

Ayam Tidak Dianjurkan Menggunakan Pakan Fermentasi Seperti Sapi dan Kambing

Mas Nugi menjelaskan bahwa pakan fermentasi untuk unggas tidak bisa disamakan dengan pemberian pakan fermentasi pada hewan ruminansia.

Hal ini berkaitan dengan perbedaan sistem pencernaan antara unggas dan ruminansia.

Jadi, jika tujuannya adalah menghemat biaya pakan ayam, sebaiknya tidak sekadar membuat pakan fermentasi seperti yang biasa dilakukan pada sapi atau kambing.

Alternatifnya Bisa Menggunakan Herbal

Sebagai alternatif, Mas Nugi menyebutkan bahwa pakan ayam dapat ditambahkan herbal atau rempah-rempah untuk mendukung kesehatan pencernaan.

Beberapa bahan yang disebutkan antara lain:

  • Jahe
  • Temulawak
  • Kunyit

Herbal tersebut nantinya dapat dicampurkan dengan EM4 atau bakteri Bacillus.

Pemberiannya dapat dilakukan melalui air minum ayam atau dengan membasahi pakan ayam.

Dengan demikian, pemanfaatan bahan hasil fermentasi tidak harus dilakukan dengan menjadikan seluruh pakan ayam sebagai pakan fermentasi.

Kunyit merupakan herbal alami yang bisa di berikan untuk ayam
Kunyit merupakan herbal alami yang bisa di berikan untuk ayam

Palmet Fermentasi sebagai Alternatif Pengganti Dedak

Mas Nugi juga menjelaskan adanya bahan yang dikenal sebagai palmet, yaitu bungkil sawit yang difermentasi.

Palmet fermentasi dapat digunakan sebagai bahan pengganti dedak dalam pakan.

Menurut penjelasan Mas Nugi, palmet memiliki kecernaan yang lebih baik dibandingkan dedak.

Jadi, jika peternak ingin memanfaatkan bahan hasil fermentasi dalam pakan ayam, salah satu alternatif yang disebutkan adalah menggunakan palmet fermentasi sebagai bahan pakan pengganti dedak.

Jadi, Apakah Ayam KUB Bisa Diberi Pakan Fermentasi?

Untuk ayam KUB maupun unggas lainnya, Mas Nugi tetap tidak menganjurkan penggunaan pakan fermentasi seperti pada sapi atau kambing karena sistem pencernaannya berbeda.

Alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah:

  1. Menambahkan herbal seperti jahe, temulawak, dan kunyit.
  2. Herbal dapat dicampurkan dengan EM4 atau bakteri Bacillus.
  3. Pemberian dapat dilakukan melalui air minum atau dengan membasahi pakan.
  4. Palmet fermentasi dapat digunakan sebagai bahan pengganti dedak.

Dengan memahami perbedaan sistem pencernaan unggas, peternak dapat lebih berhati-hati dalam memilih cara untuk menekan biaya pakan tanpa sekadar mengikuti metode fermentasi yang biasa digunakan pada ternak ruminansia.

Kesimpulan

Pakan fermentasi yang umum diterapkan pada sapi atau kambing tidak dianjurkan untuk ayam, termasuk ayam KUB, karena sistem pencernaan unggas berbeda dengan ruminansia.

Sebagai alternatif, peternak dapat memanfaatkan herbal seperti jahe, temulawak, dan kunyit yang dicampurkan dengan EM4 atau bakteri Bacillus, kemudian diberikan melalui air minum atau dengan membasahi pakan.

Selain itu, palmet fermentasi atau bungkil sawit yang difermentasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti dedak karena menurut penjelasan Mas Nugi, kecernaannya lebih baik dibandingkan dedak.

Bantu menilai artikel ini

Klik bintang di bawah:

Rating: 0 / 5. Suara: 0

Belum ada nilai.

Tinggalkan komentar

WhatsApp Cek Stok & Harga via WA