Penyakit ngorok menjadi salah satu masalah yang perlu segera diperhatikan ketika menyerang ayam dalam jumlah banyak. Selain mengganggu pernapasan, kondisi ini dapat membuat ayam mengalami penurunan nafsu makan hingga berisiko mengalami kematian.
Hal tersebut dialami oleh Pak Yusril dari Lombok yang memelihara ayam petelur kampung jenis Elba. Dalam beberapa hari terakhir, ayam miliknya mengalami penyakit ngorok dan hampir 30 ekor ayam mati.
Melalui seri Mas Nugi Menjawab, HobiTernak merangkum penjelasan Mas Nugi, praktisi layer dan pakar deteksi penyakit ayam, mengenai penyakit ngorok pada ayam dan langkah penanganan yang disampaikan dalam webinar “Bongkar Strategi Ternak Ayam Petelur”.
Pertanyaan Pak Yusril
“Saya memelihara ayam petelur kampung jenis Elba, 2–3 hari terakhir terkena penyakit ngorok dan sampai mati hampir 30 ekor. Mohon untuk solusinya agar ini tidak terulang?”
Jawaban Mas Nugi
Menurut Mas Nugi, penyakit ngorok atau CRD terjadi karena bakteri menyerang saluran pernapasan ayam. Kondisi tersebut dapat mengganggu pernapasan sekaligus memengaruhi imun tubuh ayam.
Ayam yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami penurunan nafsu makan, menjadi lemas, hingga tidak memiliki energi untuk beraktivitas. Jika kondisi semakin parah, risiko kematian juga dapat meningkat.
Tanda Ayam Mengalami Penyakit Ngorok
Beberapa tanda yang disebutkan Mas Nugi antara lain:
- Ayam terlihat lesu.
- Ayam tampak pucat.
- Ayam agak mengantuk.
- Kotoran berwarna putih dan cair.
- Nafsu makan menurun.
- Ayam mengalami gangguan pernapasan.
Tanda-tanda tersebut perlu diperhatikan, terutama jika muncul pada beberapa ayam sekaligus dalam waktu berdekatan.
Pengobatan yang Disampaikan Mas Nugi
Untuk penanganan penyakit ngorok atau CRD, Mas Nugi menyebutkan penggunaan antibiotik untuk pernapasan.
Beberapa pilihan yang disebutkan yaitu:
- Trimazyn
- Doxyvet
- Neomeditril
Pemberian dilakukan selama 3–5 hari pada pagi hari.
Kemudian, pada sore hari diberikan Fortevit.
Catatan: penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau arahan tenaga kesehatan hewan sesuai kondisi ayam.
Penyemprotan Antisep dan GPU
Selain pengobatan melalui pemberian obat, Mas Nugi juga menyampaikan untuk melakukan penyemprotan Antisep yang ditambahkan GPU.
Campuran tersebut dikenakan pada wajah ayam pada pagi dan sore hari.
Langkah ini menjadi bagian dari penanganan yang disampaikan Mas Nugi ketika menjawab pertanyaan Pak Yusril mengenai penyakit ngorok pada ayam Elba.
Mengapa Penyakit Ngorok Perlu Segera Ditangani?
Menurut Mas Nugi, jika bakteri penyebab penyakit tidak segera terobati, kematian dapat meningkat karena penyakit dapat menyebar ke ayam lainnya.
Penularan dapat terjadi melalui air minum maupun udara, sehingga ketika sudah ditemukan ayam yang mengalami gejala, kondisi ayam lain di dalam kandang juga perlu diperhatikan.
Karena itu, peternak sebaiknya tidak hanya berfokus pada ayam yang sudah menunjukkan gejala, tetapi juga memperhatikan kondisi keseluruhan populasi.
Kesimpulan
Penyakit ngorok atau CRD pada ayam dapat mengganggu saluran pernapasan, menurunkan nafsu makan, membuat ayam lemas, dan pada kondisi yang parah dapat meningkatkan risiko kematian.
Dalam jawabannya kepada Pak Yusril, Mas Nugi menyebutkan beberapa antibiotik untuk pernapasan seperti Trimazyn, Doxyvet, atau Neomeditril selama 3–5 hari pada pagi hari, kemudian Fortevit pada sore hari. Mas Nugi juga menyarankan penyemprotan Antisep yang ditambahkan GPU pada wajah ayam pagi dan sore.
Karena penyakit dapat menyebar melalui air minum maupun udara, penanganan perlu dilakukan dengan cepat agar tidak semakin banyak ayam yang terdampak.

Content Production yang menulis sekaligus mengelola konten seputar dunia peternakan. Dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami, informasi yang dibagikan ditujukan untuk membantu para pemula yang baru memulai usaha ternak.







