Terbit: 18 Januari 2021 • Update: 13 Agustus 2026
Bagi peternak ayam, pakan seperti jagung, konsentrat, bekatul, dan dedak tentu sudah tidak asing. Namun, bekatul dan dedak masih sering dianggap sama, terutama oleh peternak pemula. Padahal, meskipun sama-sama berasal dari hasil penggilingan padi, keduanya memiliki perbedaan.
Dedak berasal dari lapisan luar butiran padi, sedangkan bekatul berasal dari lapisan dalam. Perbedaan bagian padi dan proses penggilingan ini membuat karakteristik bekatul dan dedak juga berbeda.
Lalu, apa perbedaan bekatul dan dedak dan bagaimana cara membedakannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Perbedaan Bekatul dan Dedak
Cara membedakan bekatul dan dedak dapat dilihat dari tekstur, bagian kulit atau sekam yang masih tercampur, proses penggilingan, kandungan serat, hingga harganya.
| Perbedaan | Bekatul | Dedak |
| Tekstur | Lebih halus dan lembut | Cenderung lebih kasar |
| Bagian padi | Berasal dari lapisan dalam butiran padi | Berasal dari lapisan luar dan dapat mengandung kulit/sekam |
| Penggilingan | Umumnya diperoleh pada penggilingan berikutnya | Umumnya diperoleh dari penggilingan awal |
| Serat kasar | Cenderung lebih rendah | Cenderung lebih tinggi |
| Saat direndam | Cenderung lebih banyak tenggelam | Dapat terdapat bagian kulit/sekam yang mengapung |
| Harga | Umumnya lebih tinggi | Umumnya lebih rendah |
Dari beberapa ciri tersebut, tekstur menjadi salah satu cara paling mudah untuk membedakan bekatul dan dedak. Bekatul biasanya terasa lebih halus, sedangkan dedak cenderung lebih kasar karena dapat mengandung bagian kulit atau sekam padi.
Cara sederhana lainnya adalah dengan merendam bahan menggunakan air. Bekatul yang lebih halus cenderung lebih banyak tenggelam, sedangkan pada dedak dapat terdapat bagian kulit atau sekam yang mengapung.
Namun, cara tersebut hanya pemeriksaan sederhana. Jika ingin mengetahui kualitas dan kandungan nutrisi secara pasti, pemeriksaan laboratorium tetap lebih akurat.
Harga juga dapat menjadi salah satu pembeda, tetapi tidak bisa dijadikan patokan utama karena harga bekatul dan dedak dapat berbeda tergantung kualitas, daerah, dan kondisi pasar.
Perbedaan Kandungan Nutrisi Bekatul dan Dedak
Kandungan gizi yang terdapat pada bekatul dan dedak lebih tinggi dibandingkan dengan endosperma atau bagian beras. Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat pada bekatul dan dedak antara lain:
- Karbohidrat Dedak padi memiliki beberapa jenis karbohidrat, di antaranya hemiselulosa, selulosa, pati, dan beta-glukan.
- Asam Lemak Bekatul dan dedak mengandung asam lemak seperti palmitat, oleat, dan linoleat. Minyak dedak mentah juga mengandung sekitar 3–4% wax dan sekitar 4% lipid yang tidak tersaponifikasi.
- Vitamin dan antioksidan Bekatul mengandung vitamin B kompleks dan vitamin E. Selain itu, terdapat senyawa antioksidan seperti oryzanol.
- Mineral Bekatul dan dedak mengandung beberapa mineral, seperti aluminium, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, seng, dan mangan.
Kandungan nutrisi tersebut dapat berbeda tergantung jenis padi, proses penggilingan, dan kualitas bahan yang dihasilkan. Karena itu, kualitas bekatul dan dedak perlu diperhatikan sebelum digunakan sebagai bahan pakan.
Tips membeli bekatul atau dedak
Setelah mengetahui perbedaan bekatul dan dedak, Anda juga perlu teliti saat membelinya agar mendapatkan bahan yang sesuai.
Berikut beberapa tips membeli bekatul atau dedak supaya tidak salah:
- Belilah di tempat yang terpercaya dan menjual bekatul atau dedak dengan kualitas yang baik.
- Cari informasi harga pasaran sebagai bahan perbandingan sebelum membeli.
- Jangan hanya tergiur harga murah. Perhatikan tekstur, kebersihan, dan banyaknya kulit atau sekam yang tercampur.
- Kesalahan memilih bekatul atau dedak dapat memengaruhi kualitas ransum pakan yang diberikan kepada ayam.
- Jika ingin mengetahui kandungan nutrisi secara lebih pasti, Anda bisa melakukan pemeriksaan di laboratorium.
Pakan memang menjadi salah satu hal penting dalam pemeliharaan ayam. Pakan yang berkualitas dan diberikan dengan cara yang tepat dapat membantu ayam tumbuh dan berkembang dengan baik.
Setelah mengetahui perbedaan pakan dedak dan bekatul, berikut beberapa tips memberikan pakan ayam.
Tips memberikan pakan ayam
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan pakan ayam supaya pertumbuhan ayam tetap baik.
1. Berikan pakan secara teratur
Berikan pakan ayam secara teratur sesuai kebutuhan dan umur ayam. Hindari pemberian pakan yang tidak konsisten. Misalnya, hari ini ayam diberi pakan dua kali, besok tiga kali, lalu kembali dua kali pada hari berikutnya.
2. Hindari pemberian pakan yang tidak tenang
Hindari memberikan pakan dengan cara dilempar karena dapat membuat ayam terkejut atau stres. Sebaiknya berikan pakan secara perlahan dan tenang agar ayam tetap nyaman saat makan.
3. Perhatikan Kebersihan dan Kondisi Kesehatan
Jika peternak sedang sakit, sebaiknya hindari kontak langsung dengan ayam jika memungkinkan. Gunakan masker atau sarung tangan bila diperlukan dan tetap jaga kebersihan area kandang. Penerapan biosecurity pada peternakan ayam dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.
4. Perhatikan kondisi ayam
Sebelum pakan diberikan, peternak perlu memperhatikan kondisi perut ayam. Jika perut sudah mengembung maka jangan sekali-kali diberikan pakan lagi, karena ayam yang terlalu gemuk justru tidak disukai oleh konsumen.
Peternak juga perlu memperhatikan kondisi ayam secara berkala, termasuk nafsu makan, kondisi tubuh, dan perubahan perilakunya. Pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan ayam agar tidak berlebihan maupun kekurangan.

FAQ Bekatul dan Dedak
Bekatul dan dedak sama-sama berasal dari penggilingan padi, tetapi memiliki perbedaan dari tekstur, bagian padi, proses penggilingan, kandungan serat, dan kandungan nutrisinya.
Bekatul umumnya memiliki tekstur lebih halus, sedangkan dedak cenderung lebih kasar dan dapat mengandung bagian kulit atau sekam. Keduanya juga dapat dibedakan secara sederhana dengan merendamnya menggunakan air.
Bekatul dan dedak mengandung karbohidrat, asam lemak, vitamin, mineral, dan komponen lainnya. Kandungannya dapat berbeda tergantung jenis padi dan proses penggilingan.
Ya, keduanya dapat digunakan sebagai bahan pakan ayam. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan komposisi ransum.
Pilih dari tempat terpercaya, perhatikan tekstur dan kebersihan bahan, serta periksa jumlah kulit atau sekam yang tercampur. Jika ingin mengetahui kandungan nutrisinya secara pasti, bahan dapat diuji di laboratorium.
Sedang Mencari Bibit Ayam untuk Ternak?
Selain memperhatikan kualitas pakan, pemilihan bibit juga menjadi salah satu hal penting dalam beternak ayam. Bibit yang baik perlu didukung dengan pakan, kandang, dan perawatan yang sesuai agar dapat tumbuh dengan optimal.
Jika Anda sedang mencari DOC ayam pedaging maupun petelur, Hobiternak menyediakan berbagai pilihan bibit ayam untuk kebutuhan peternakan. Untuk mengetahui jenis bibit yang tersedia dan informasi pemesanan, silakan hubungi tim Hobiternak.
HUBUNGI KAMI
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.






