Terbit: 20 Mei 2022 • Update: 14 Agustus 2026
Alas kandang atau litter merupakan bagian penting dalam pemeliharaan ayam, terutama pada kandang dengan sistem litter. Litter yang baik membantu menjaga lantai kandang tetap kering, menyerap kotoran, dan membuat ayam lebih nyaman.
Bahan yang sering digunakan sebagai litter antara lain sekam padi, serbuk gergaji,serutan kayu,bonggol jagung, dan kulit kacang. Di Indonesia, sekam padi menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan karena mudah diperoleh dan cukup baik dalam menyerap air.
Namun, memilih bahan litter saja belum cukup. Pengelolaannya juga perlu diperhatikan agar litter tidak cepat basah, menggumpal, dan menimbulkan bau
Berikut poin penting dalam mengelola alas kandang/liter yang baik:
1. Pilih Bahan Alas Kandang yang Sesuai
Ada beberapa bahan yang bisa digunakan sebagai alas kandang ayam, seperti sekam padi, serutan kayu, bonggol jagung yang sudah digiling, dan kulit kacang.
Sekam padi menjadi salah satu pilihan yang populer karena cukup mudah diperoleh, relatif ringan, dan memiliki bentuk yang cukup baik untuk pijakan ayam. Meski begitu, sekam juga memiliki kekurangan. Saat terkena air atau terlalu banyak kotoran, sekam dapat menggumpal dan menjadi lembap.
Kondisi litter yang basah dapat memicu munculnya jamur serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ayam. Karena itu, kondisi kandang yang lembap perlu segera diatasi agar tidak semakin berdampak pada kesehatan ayam.
2. Jaga Litter Tetap Kering
Litter yang kering membantu menciptakan kondisi kandang yang lebih nyaman bagi ayam. Karena itu, kelembapan litter perlu diperhatikan setiap hari.
Ventilasi kandang memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tersebut. Ventilasi yang baik membantu pertukaran udara dan mengurangi penumpukan gas amonia yang berasal dari kotoran ayam.
Jika memungkinkan, peternak dapat menggunakan kipas atau exhaust fan. Namun, kandang dengan ventilasi alami yang cukup juga dapat digunakan selama sirkulasi udaranya baik.
3. Periksa Kondisi Litter Secara Rutin
Pemeriksaan litter sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada bagian sekitar tempat minum.
Air yang tumpah, tempat minum yang bocor, atau atap kandang yang bocor dapat membuat litter cepat basah. Saat musim hujan, kondisi atap juga perlu diperiksa agar air tidak masuk ke dalam kandang.
Jika belum sempat memperbaiki kebocoran, gunakan wadah untuk menampung air sementara, agar tidak langsung mengenai litter.
Jika terdapat bagian litter yang sudah basah atau menggumpal, segera angkat dan ganti dengan litter yang kering.

4. Gunakan Ketebalan Litter yang Cukup
Ketebalan litter juga perlu diperhatikan. Pada banyak kandang ayam, litter dapat digunakan dengan ketebalan sekitar 10 cm, tergantung kondisi kandang dan jenis ayam yang dipelihara.
Litter yang terlalu tipis membuat kemampuan menyerap kotoran dan menjaga kondisi lantai kandang menjadi kurang maksimal.
Ketersediaan sekam juga perlu dipertimbangkan. Saat musim panen padi belum tiba, sekam terkadang lebih sulit diperoleh atau harganya meningkat. Karena itu, sebaiknya siapkan litter dalam jumlah yang cukup sebelum ayam masuk kandang.
5. Perhatikan Jenis dan Kualitas Pakan
Jenis dan kualitas pakan dapat memengaruhi kondisi kotoran ayam. Kotoran yang lebih basah dapat membuat litter lebih cepat lembap.
Peternak perlu memperhatikan kondisi kotoran dan mengevaluasi pakan yang digunakan. Namun, jangan terlalu sering mengganti pakan karena perubahan pakan secara mendadak juga dapat mengganggu kondisi ayam.
Gunakan pakan sesuai kebutuhan dan fase pemeliharaan ayam.
6. Balik, Tambahkan, atau Ganti Litter
Litter perlu diperiksa dan dikelola secara berkala. Bagian yang mulai menggumpal dapat dibalik agar permukaannya kembali lebih kering.
Jika jumlah litter sudah berkurang atau kondisinya kurang baik, tambahkan sekam atau bahan litter baru. Sementara itu, bagian yang sudah terlalu basah sebaiknya diangkat dan diganti.
Pengelolaan seperti ini membantu menjaga litter tetap dalam kondisi yang lebih baik dan mengurangi penumpukan kelembapan di kandang.
7. Sesuaikan Kepadatan Kandang
Jumlah ayam dalam kandang harus disesuaikan dengan kapasitas kandang.
Kepadatan yang terlalu tinggi membuat jumlah kotoran semakin banyak sehingga litter lebih cepat basah. Risiko air tumpah atau tempat minum terganggu juga menjadi lebih besar ketika kandang terlalu padat.
Karena itu, selain memperhatikan kualitas litter, pastikan jumlah ayam sesuai dengan ukuran dan kondisi kandang.
FAQ Seputar Alas Kandang Ayam
Sekam padi merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan sebagai alas kandang ayam karena mudah diperoleh dan cukup baik dalam menyerap kelembapan. Selain sekam, peternak juga dapat menggunakan bahan lain seperti serutan kayu atau bahan litter yang sesuai dengan kondisi kandang.
Ketebalan litter dapat disesuaikan dengan kondisi kandang dan ayam yang dipelihara. Salah satu ketebalan yang umum digunakan adalah sekitar 10 cm.
Periksa tempat minum secara rutin, perbaiki atap yang bocor, pastikan ventilasi baik, dan segera ganti bagian litter yang basah. Kepadatan ayam juga perlu disesuaikan dengan kapasitas kandang.
Litter perlu diganti ketika sudah terlalu basah, menggumpal, atau sulit dikondisikan kembali. Bagian yang basah dapat diangkat terlebih dahulu dan diganti dengan litter yang kering.
Bisa. Sekam padi menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan sebagai litter karena relatif mudah diperoleh dan cukup baik dalam membantu menyerap kelembapan di kandang.
Siapkan Kebutuhan Ternak Ayam
Selain menyiapkan alas kandang yang baik, pastikan kebutuhan ternak lainnya juga sudah siap. Hobiternak menyediakan berbagai jenis ayam dan bibit ayam, serta kandang baterai untuk mendukung kebutuhan peternakan Anda.
Hubungi tim Hobiternak untuk informasi jenis ayam, ketersediaan kandang, dan pemesanan.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.








