Terbit: 6 September 2023 • Update: 19 Juli 2026
Penyakit merupakan salah satu penyebab utama menurunnya produktivitas bebek petelur. Selain menghambat pertumbuhan dan produksi telur, beberapa penyakit bahkan dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.
Sama seperti unggas lainnya, bebek dapat terserang berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun kesalahan dalam manajemen pemeliharaan.
JUAL DOD / BIBIT BEBEK PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*
Oleh karena itu, setiap peternak perlu mengenali gejala, penyebab, serta cara pencegahannya agar kerugian dapat diminimalkan.
Penyakit dapat menyerang bebek apabila manajemen pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik.

7 Penyakit Bebek Petelur yang Sering Menyerang
Berikut beberapa penyakit yang umum ditemukan pada bebek petelur beserta cara penanganannya.
1. Avian Influenza (AI)
Avian Influenza (AI) atau flu burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Avian Influenza tipe A subtipe H5N1. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang paling berbahaya pada unggas karena dapat menimbulkan tingkat kematian yang tinggi dan juga berpotensi menular kepada manusia.
Bebek yang terinfeksi Avian Influenza umumnya menunjukkan beberapa gejala, seperti:
- Hidung berair.
- Perubahan warna pada mata.
- Diare.
- Tingkat kematian yang tinggi.
Cara Mengatasi dan Mencegah Avian Influenza
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit ini antara lain:
- Memisahkan bebek yang sakit dari kelompok yang sehat.
- Memberikan vaksin pada bebek sejak usia muda.
- Menyemprot kandang menggunakan disinfektan secara rutin.
- Memberikan vitamin dan antibiotik kepada bebek yang sehat sesuai kebutuhan.
2. Newcastle Disease (ND)
Newcastle Disease (ND) merupakan penyakit yang umumnya menyerang saluran pernapasan bebek. Penyakit ini dapat menyebabkan kondisi bebek menurun dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
Gejala yang sering muncul pada bebek yang terserang ND antara lain:
- Tubuh terlihat lesu.
- Mengalami diare.
- Nafsu makan menurun.
Penyakit Newcastle Disease juga memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi sehingga peternak perlu melakukan pengawasan secara rutin terhadap kondisi ternaknya.
Berbagai jenis penyakit dapat menyerang bebek kapan saja apabila kesehatan dan manajemen pemeliharaan tidak dijaga dengan baik.
Cara Mencegah Newcastle Disease
Pencegahan Newcastle Disease dapat dilakukan dengan cara:
- Memberikan vaksin kepada bebek sejak usia muda.
- Melakukan pemantauan secara rutin terhadap gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
3. Rickets Duck (RD)
Rickets Duck (RD) merupakan penyakit yang sering menyerang persendian kaki bebek sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfor dalam pakan.
Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas bebek.
Cara Mengatasi dan Mencegah Rickets Duck
Untuk membantu mengatasi penyakit ini, peternak dapat:
- Memberikan suplemen vitamin D melalui pakan.
- Menambahkan mineral seperti kalsium dan fosfor ke dalam ransum.
Sementara itu, pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Memberikan vitamin secara rutin.
- Memastikan pakan mengandung nutrisi yang cukup sesuai kebutuhan bebek.
4. Mycosis
Mycosis merupakan penyakit yang umumnya terjadi akibat bebek mengonsumsi pakan yang sudah berjamur.
Bebek yang terserang penyakit ini biasanya menunjukkan beberapa gejala, seperti:
- Produksi telur menurun.
- Berat badan menurun.
- Nafsu makan berkurang.
Cara Mengatasi dan Mencegah Mycosis
Pencegahan penyakit Mycosis dapat dilakukan dengan:
- Menjaga kebersihan kandang.
- Menghindari pemberian pakan yang sudah basi atau berjamur.
Sedangkan untuk pengobatan, peternak dapat memberikan:
- Vitamin.
- Antibiotik.
Penyakit pada bebek dapat dicegah dan ditangani melalui manajemen pemeliharaan yang baik serta penanganan yang tepat.
5. Botulisme atau Limberneck
Botulisme atau Limberneck merupakan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi pakan bebek petelur yang telah terkontaminasi bakteri.
Bebek yang mengalami botulisme biasanya menunjukkan gejala berupa:
- Kejang.
- Tubuh lemas.
Cara Mengatasi dan Mencegah Botulisme
Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan pakan yang masih segar dan tidak basi.
Apabila bebek menunjukkan gejala botulisme, penyakit ini memerlukan penanganan medis secepat mungkin agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius.
6. Duck Cholera
Duck Cholera merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Penyakit ini dapat menyerang bebek dengan cepat dan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius apabila tidak segera ditangani.
Beberapa gejala yang dapat muncul pada bebek yang terserang Duck Cholera antara lain:
- Gangguan pada sistem pernapasan.
- Feses berlendir.
- Kematian.
Cara Mencegah Duck Cholera
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
- Melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi kesehatan bebek.
- Memberikan vaksinasi sesuai kebutuhan untuk membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.
7. Duck Viral Hepatitis (DVH)
Duck Viral Hepatitis (DVH) merupakan penyakit yang menyerang organ hati bebek dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Bebek yang terinfeksi penyakit ini umumnya menunjukkan beberapa gejala berikut:
- Tubuh terlihat lesu.
- Mengalami kejang.
- Kematian dalam waktu yang relatif singkat.
Cara Mencegah Duck Viral Hepatitis
Pencegahan penyakit DVH dapat dilakukan dengan menerapkan biosecurity yang ketat serta melakukan vaksinasi sesuai kebutuhan.
Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang dilakukan dengan benar akan membantu menjaga kesehatan bebek dan memaksimalkan hasil produksi.
Kesimpulan
Penyakit pada bebek dapat disebabkan oleh virus, bakteri, kekurangan nutrisi, maupun kesalahan dalam manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, peternak perlu mengenali gejala setiap penyakit sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Penerapan biosecurity, menjaga kebersihan kandang, pemberian pakan yang berkualitas, serta vaksinasi yang tepat merupakan langkah penting untuk membantu mencegah penyebaran berbagai penyakit pada bebek.
Dengan memahami gejala, penyebab, serta cara pencegahannya, peternak dapat menjaga kesehatan dan produktivitas bebek sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.
FAQ Seputar Penyakit Bebek Petelur
Beberapa penyakit yang umum menyerang bebek petelur antara lain Avian Influenza (AI), Newcastle Disease (ND), Rickets Duck (RD), Mycosis, Botulisme (Limberneck), Duck Cholera, dan Duck Viral Hepatitis (DVH).
Penyakit pada bebek dapat disebabkan oleh virus, bakteri, kekurangan nutrisi, maupun kesalahan dalam manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, kebersihan kandang, pemberian pakan yang baik, dan biosecurity perlu diperhatikan.
Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, menerapkan biosecurity yang baik, memberikan pakan berkualitas, melakukan vaksinasi sesuai kebutuhan, serta memantau kondisi kesehatan bebek secara rutin.
Mengenali gejala penyakit sejak dini membantu peternak melakukan penanganan lebih cepat sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan dan risiko kerugian akibat penurunan produksi maupun kematian bebek dapat dikurangi.
Ingin Memulai Ternak Bebek Petelur?
Hobi Ternak menyediakan bibit Bebek Mojosari dan Bebek Bayah siap telur yang siap dikirim ke berbagai wilayah Indonesia melalui jasa kargo hewan terpercaya dengan garansi hidup sesuai syarat dan ketentuan.
Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai stok terbaru, harga bibit bebek, konsultasi pemeliharaan, maupun pengiriman ke daerah Anda, silakan hubungi tim Customer Service Hobi Ternak. Kami siap membantu Anda memilih bibit bebek yang sesuai dengan kebutuhan usaha ternak Anda.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.








