Cara Sukses Beternak Angsa dengan Mudah dan Murah

Cara Sukses Beternak Angsa dengan Mudah dan Murah

Angsa merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki badan berukuran besar yang berasal dari genus Cygnus dan family Anatidae. Dalam Bahasa Jawa, angsa atau soang biasa disebut banyak. Angsa juga merupakan satu-satunya burung air yang bisa terbang. Terdapat 7 spesies angsa yang ada di dunia. Spesies terbesar dari angsa yaitu angsa putih, angsa trompet, dan angsa whooper yang panjangnya dapat mencapai 60 inci (1,524 m) dan berat mencapai 50 pound atau setara dengan 22,7 kg. Bentangan sayap mereka bisa mencapai tiga meter.

Angsa memiliki potensi usaha yang menguntungkan sebagai usaha alternatif beternak. Karena jumlah peternak dan angsanya semakin berkurang jika dibandingkan dengan jenis unggas lain, sehingga ini menjadi keuntungan kita karena semakin sedikit pesaing. Dari segi pemasaran memang masih kalah dengan unggas lain khususnya ayam. Namun angsa memiliki beberapa keunggulan, antara lain :

  • Memiliki tubuh lebih besar sehingga daging yang dihasilkan juga lebih banyak
  • Ukuran telurnya juga lebih besar dan jumlahnya lebih banyak
  • Dagingnya lebih padat dibanding unggas lain
  • Harganya lebih mahal

 

 

Budidaya angsa jauh lebih mudah dibanding dengan unggas lain. Karena angsa mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan tidak mudah terserang penyakit. Tak heran jika angsa banyak dibudidayakan di pedesaan atau perkampungan karena suasananya yang hening dan tidak banyak polusi, sehingga resiko angka kematian angsa juga rendah di daerah pedesaan.

Angsa bisa mencari makanan sendiri. Angsa mencari makanan di air dan di daratan. Sebenarnya angsa termasuk hewan herbivora yaitu akar, batang dan daun tanaman air, namun terkadang mereka memakan hewan air kecil.

Untuk memperoleh hasil budidaya angsa yang maksimal, kita perlu memperhatikan cara ternak angsa yang benar. Cara budidaya angsa :

  1. Persiapan Kandang yang Layak

Beternak angsa bisa memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah untuk kandangnya. Namun sebaiknya lokasi kandang angsa berada di tempat yang jauh dari permukiman penduduk karena angsa mengeluarkan suara yang sangat keras dan dapat mengganggu penduduk. Kandang ini nantinya untuk tidur, makan, bertelur, serta melindungi diri dari hewan buas. Angsa merupakan jenis hewan yang tidak betah berdiam diri di dalam kandang, maka kita juga harus melepasnya berkeliaran di luar kandang. Buatlah kandang dengan bahan yang murah, misalnya bambu. Sebaiknya angsa dipisahkan antara angsa anakan dengan remaja dan dewasa. Untuk angsa anakan diletakkan di tempat khusus yang mempunyai penghangat dari bohlam listrik agar tetap dalam kondisi sehat.

Ukuran kandang angsa adalah :

  • Untuk satu ekor angsa memerlukan kandang berukuran 1×1 m
  • Angsa yang tidak betah berada di kandang, maka kita harus membuatkan pekarangan agar angsa tersebut mudah untuk diawasi dan tidak berkeliaran terlalu jauh. Untuk pekarangan berukuran 3-4 x 1 m
  • Menggunakan atap yang tidak bocor misalnya genteng, seng, asbes atau sejenisnya.
  • Terdapat tempat pakan, misalnya baskom atau ember
  • Air sebaiknya berada di luar kandang (pekarangan) agar kandang tetap kering. Sebaiknya menyediakan air yang cukup sehingga dapat digunakan untuk  mencelupkan kepala angsa dan mandi. Jika tidak, maka angsa akan terserang penyakit korosi pada paruh, hidung, dan mata yang akan menimbulkan kerak yang menutupi bagian luar paruh, hidung dan mata.
  • Membuat sarang untuk bertelur. Sarang bisa dibuat dari jerami kering, rumput atau sejenisnya. Ukuran sarang telur 30x30x30 cm
  • Kandang harus terkena cahaya matahari secara langsung
  • Lantai kandang dapat berupa tanah, semen atau kayu. Usahakan lantai tetap terjaga kering. Untuk itu disarankan lantai kandang terbuat dari semen agar mudah dibersihkan.
  • Untuk kandang angsa di bagian samping diusahakan tertutup rapat agar angin tidak mudah masuk. Bisa juga menggunakan plastik untuk menutup sekeliling kandang.

Kandang juga harus rutin dibersihkan, agar angsa terjaga kesehatannya. Penyakit angsa yang sering menyerang adalah snot (penyakit pilek) dan lumpuh karena infeksi bakteri atau karena jeratan benang yang melilit kaki.

  1. Pemilihan Bibit yang Baik

Induk merupakan salah satu penentu hasil budidaya angsa dan keturunan nantinya. Oleh karena itu, kita harus selektif dalam memilih indukan. Pemilihan induk juga ditentukan dari tujuan kita membudidayakan angsa. Apabila kita memlihara untuk sekedar hobby maka harus memilih bibit angsa yang memiliki jenis sesuai dengan selera kita. Jika hendak menjadikan angsa pedaging, harus mencari angsa dari keturunan bibit yang gemuk. Dan untuk petelur, pilihlah yang keturunannya banyak dalam setiap kali bertelur. Dan tentunya kita juga harus memilih bibit angsa yang sehat. Jenis angsa yang baik dan berkualitas antara lain Toulouse, Ambden, African, Pilgrim, dan Chinese. Apabila kesulitan menemukan bibit impor, bisa menggunakan bibit lokal yang tentunya juga berkualitas.

Kita sering mendengar angsa biasanya bersifat monogami yang artinya seekor angsa jantan hanya kawin dengan satu ekor betina saja. Tapi hal ini tidak berlaku pada budidaya tradisional, karena ternyata seekor angsa jantan dapat mengawini sampai 3 ekor betina dalam satu kandang.

  1. Pemberian Pakan yang Bermutu

Makanan angsa tidak jauh berbeda dengan unggas lain yaitu dedak beras, tumbuhan, hewan kecil. Namun, agar pertumbuhannya maksimal sebaiknya diberi makanan unggas minimal 2 kali sehari (pagi dan sore). Untuk siang hari kita lepas agar mencari makanan sendiri.

Hal yang harus diperhatikan adalah keseimbangan nutrisi agar pertumbuhannya baik. Untuk pakan bisa kita berikan jagung, gandum, daging bekicot cacah, ampas tahu, nasi aking (nasi sisa makanan yang dikeringkan di bawah terik sinar matahari) dan pakan pakan tambahan seperti dedak yang dicampur sayuran ataupun sisa-sisa makanan.

Dalam masa perkembangbiakan dan pemeliharaan, sebaiknya pemberian pakan yaitu 15% protein ditambahkan vitamin dengan kadar yang sama. Dengan begitu pertumbuhan dan perkembangan angsa akan cepat meningkat, sehingga produksi telur dan daging juga akan meningkat.

  1. Masa Bertelur dan Mengerami

Ketika masa bertelur dan mengerami, angsa membutuhkan sarang khusus agar telurnya terjaga. Dan pada saat itu angsa menjadi sangat agresif, sehingga kita harus menghindari mengganggunya.

Permasalahan yang sering terjadi adalah angsa kurang pandai dalam mengerami telur dan bulunya tidak mampu menghangatkan telur secara maksimal, akibatnya banyak telur yang tidak menetas. Hal ini bisa ditanggulangi dengan cara menyisipkan telur yang sedang dierami ke sarang ayam yang sedang mengerami, karena ayam memiliki suhu tubuh yang lebih hangat. Apabila telur angsa sudah menetas, bisa dipindahkan ke induknya kembali. Namun lebih baik melakukan penetasan telur dengan inkubator.

  1. Pemanenan

Tidak ada ketentuan khusus untuk waktu panen. Kita bisa menyeleksi angsa mana yang sudah siap dipanen dan belum. Namun perlu dipertimbangkan bahwa angsa terlalu tua dagingnya lebih alot. Pada umumnya angsa dapat dipanen saat berumur 4 hingga 6 bulan. Sedangkan apabila ingin memanen telur, biasanya saat angsa berumur 1 tahun. Untuk angsa petelur, masa produktivitas angsa mencapai usia 10 tahun. Dalam sekali bertelur, angsa dapat menghasilkan hingga lebih dari 10 butir. Apabila ingin mengembangbiakkan angsa, sebaiknya mengawinkan angsa jantan dengan angsa betina. Lalu indukan tersebut akan bertelur dan mengeraminya.

Informasi cara pemesanan hubungi kami segera di:

SMS/CALL/WHATSAPP

0812-2028-8686

Indosat:

0856-4772-3888

0857-2932-3426

Telkomsel:

0812-2028-8686

0822-2123-5378

AXIS:

0838-6918-5523

Kata terkait:
harga jual angsa indukan, beternak angsa di taman, budidaya angsa untuk konsumsi keluarga, pakan untuk angsa, kandang angsa, ternak angsa yang menguntungkan

*Duwi Kristinawati*

Ringkasan Produk
product image
Peringkat
1star1star1star1star1star
Aggregate Rating
no rating based on 0 votes
Produsen
hobiternak.com
Nama Produk
Jual Indukan Angsa
No HP
0812-2028-8686
Metode Pemesanan
Pre-Order Only

Leave a Reply