Cara Beternak Angsa : Kandang, Bibit, Pakan hingga Panen

Terbit: 26 September 2020 • Update: 10 Agustus 2026

Angsa merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki badan berukuran besar dan berasal dari genus Cygnus dan famili Anatidae.

Dalam Bahasa Jawa, angsa atau soang biasa disebut banyak. Angsa juga merupakan satu-satunya burung air yang bisa terbang.

JUAL ANGSA / SOANG

Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*

Ada berbagai jenis angsa yang terdapat di dunia. Beberapa di antaranya yaitu angsa putih, angsa hitam, angsa trompet, dan angsa whooper. Jenis angsa tersebut dapat memiliki panjang hingga 60 inci (1,524 m), berat mencapai 50 pound atau setara dengan 22,7 kg, serta bentangan sayap yang dapat mencapai tiga meter.

Selain beberapa jenis tersebut, terdapat juga angsa coklat dan mute swan.

Beberapa angsa lokal berbulu dominan putih di dalam kandang.
Beberapa angsa lokal berbulu dominan putih di dalam kandang.

Deskripsi Angsa

Angsa memiliki potensi usaha yang menguntungkan sebagai salah satu alternatif usaha peternakan.

Jumlah peternak angsa dan populasi angsa semakin berkurang jika dibandingkan dengan jenis unggas lain. Kondisi ini dapat menjadi peluang karena persaingan dalam usaha ternak angsa masih relatif sedikit.

Dari segi pemasaran, angsa memang masih kalah dibandingkan dengan unggas lain, khususnya ayam. Namun, beternak angsa tetap dapat menjadi salah satu peluang usaha yang menarik untuk dikembangkan.

Kandang angsa juga dapat dibuat secara sederhana dengan menggunakan bahan yang mudah ditemukan, seperti bambu, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak.

5 Keunggulan yang Dimiliki Angsa

Angsa memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Memiliki tubuh yang lebih besar sehingga daging yang dihasilkan juga lebih banyak.
  2. Memiliki ukuran telur yang lebih besar.
  3. Dagingnya lebih padat dibandingkan unggas lain.
  4. Harganya lebih mahal.
  5. Dapat menjadi salah satu jenis angsa penjaga rumah.
  6. Bulunya dapat dimanfaatkan sebagai isian bantal dan untuk mendukung industri lainnya.

Budidaya angsa juga relatif lebih mudah dibandingkan dengan berbagai jenis unggas lain. Angsa mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan tidak mudah terserang penyakit.

Karena itu, angsa banyak dibudidayakan di daerah pedesaan atau perkampungan yang suasananya hening dan tidak banyak polusi. Kondisi tersebut juga dapat membuat risiko angka kematian angsa lebih rendah di daerah pedesaan.

Untuk memperoleh hasil budidaya angsa yang maksimal, peternak tetap perlu memperhatikan cara ternak angsa yang benar.

Cara Budidaya Angsa yang Tepat

Berikut beberapa cara budidaya angsa yang dapat diterapkan:

1. Persiapan Kandang yang Layak

Beternak angsa dapat memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah atau halaman rumah untuk dijadikan kandang.

Namun, sebaiknya lokasi kandang angsa berada jauh dari permukiman penduduk karena angsa mengeluarkan suara yang sangat keras dan dapat mengganggu penduduk sekitar.

Kandang digunakan sebagai tempat angsa untuk tidur, makan, bertelur, serta melindungi diri dari hewan buas.

Angsa merupakan jenis hewan yang tidak betah berdiam diri di dalam kandang. Oleh karena itu, angsa juga perlu dilepas untuk berkeliaran di luar kandang.

Kandang dapat dibuat menggunakan bahan yang murah dan ramah lingkungan, misalnya bambu.

Sebaiknya angsa dipisahkan antara angsa anakan, remaja, dan dewasa. Untuk angsa anakan, tempatkan di tempat khusus yang mempunyai penghangat dari bohlam listrik agar tetap dalam kondisi hangat.

Ukuran Kandang Angsa

Ukuran kandang angsa yang dapat digunakan yaitu:

  • 1 ekor angsa: membutuhkan kandang berukuran 1 × 1 m.
  • Pekarangan: berukuran 3–4 × 1 m agar angsa dapat berkeliaran tetapi tetap mudah diawasi.
  • Sarang bertelur: berukuran 30 × 30 × 30 cm.

Selain ukuran kandang, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Gunakan atap yang tidak bocor, misalnya genteng, seng, asbes, atau sejenisnya.
  • Sediakan tempat pakan angsa, misalnya baskom atau ember.
  • Air sebaiknya berada di luar kandang atau di bagian pekarangan agar kandang tetap kering.
  • Sediakan air yang cukup sehingga dapat digunakan angsa untuk mencelupkan kepala dan mandi. Jika tidak, angsa dapat terserang penyakit korosi pada paruh, hidung, dan mata yang dapat menimbulkan kerak pada bagian tersebut.
  • Buat sarang untuk bertelur menggunakan jerami kering, rumput, atau bahan sejenisnya.
  • Kandang harus mendapatkan cahaya matahari secara langsung. Biasanya kandang dibuat menghadap ke timur.
  • Lantai kandang dapat berupa tanah, semen, atau kayu. Usahakan lantai tetap kering. Lantai semen disarankan karena lebih mudah dibersihkan.
  • Bagian samping kandang sebaiknya tertutup rapat agar angin tidak mudah masuk. Bisa juga menggunakan plastik untuk menutup sekeliling kandang.

Kebersihan kandang juga penting untuk diperhatikan. Kandang perlu dibersihkan secara rutin dari sisa pakan maupun kotoran angsa. Tempat makan dan minum juga perlu dicuci atau dibersihkan agar kesehatan angsa dan kondisi bulunya tetap terjaga.

Penyakit yang sering menyerang angsa adalah snot (penyakit pilek) dan lumpuh yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau jeratan benang yang melilit kaki.

Kandang angsa yang mudah, bisa dibuat dengan menggunakan bambu dan tentu biaya yang dikeluarkan tidak banyak.
Kandang angsa yang mudah, bisa dibuat dengan menggunakan bambu dan tentu biaya yang dikeluarkan tidak banyak.

2. Pemilihan Bibit Angsa yang Baik

Indukan merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil budidaya angsa dan keturunannya. Oleh karena itu, pemilihan indukan perlu dilakukan secara selektif.

Pemilihan induk juga perlu disesuaikan dengan tujuan beternak angsa. Jika angsa dipelihara sekadar untuk hobi, pilih bibit angsa dengan jenis yang sesuai dengan selera.

Jika tujuan beternak adalah untuk menghasilkan daging, pilih angsa yang berasal dari keturunan bibit yang gemuk.

Sedangkan untuk tujuan produksi telur, pilih angsa yang berasal dari keturunan yang mampu menghasilkan banyak telur dalam setiap kali bertelur.

Selain itu, pastikan bibit angsa yang dipilih dalam kondisi sehat dan berkualitas.

Beberapa jenis angsa yang baik dan berkualitas antara lain:

  • Toulouse
  • Ambden
  • African
  • Pilgrim
  • Chinese

Apabila kesulitan menemukan bibit angsa impor, peternak juga dapat menggunakan bibit lokal yang tentunya berkualitas.

Kita sering mendengar bahwa angsa bersifat monogami, yang berarti seekor angsa jantan hanya kawin dengan satu ekor betina. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada budidaya tradisional.

Dalam budidaya tradisional, seekor angsa jantan dapat mengawini hingga 3 ekor betina dalam satu kandang.

3. Pemberian Pakan yang Bermutu

Pakan angsa menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya angsa. Makanan angsa tidak jauh berbeda dengan unggas lain, yaitu dedak beras, tumbuhan, dan hewan kecil.

Agar pertumbuhan angsa maksimal, sebaiknya berikan makanan unggas minimal 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore.

Pada siang hari, angsa dapat dilepas agar mencari makanan sendiri.

Angsa dikenal sebagai hewan yang galak. Salah satu cara menjinakkan angsa supaya tidak galak yaitu dengan memberi makan angsa menggunakan tangan sendiri. Cara ini sering dilakukan oleh para pemelihara angsa.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan nutrisi agar pertumbuhan angsa berjalan dengan baik.

Beberapa bahan pakan yang dapat diberikan antara lain:

  • Jagung
  • Gandum
  • Daging bekicot cacah
  • Ampas tahu
  • Nasi aking atau nasi sisa makanan yang dikeringkan di bawah terik sinar matahari
  • Dedak yang dicampur sayuran
  • Sisa-sisa makanan

Untuk anakan angsa, dapat diberikan pakan jenis voer dengan kandungan protein yang tinggi untuk membantu pertumbuhannya.

Selain itu, angsa juga dapat diberikan ikan kecil sebagai pakan agar menyerupai makanan di habitat aslinya.

Pada masa perkembangbiakan dan pemeliharaan, pemberian pakan sebaiknya mengandung 15% protein dan ditambahkan vitamin dengan kadar yang sama.

Dengan pemberian pakan tersebut, pertumbuhan dan perkembangan angsa dapat meningkat sehingga produksi telur dan daging juga meningkat.

Membuka usaha ternak angsa bisa menjadi peluang usaha yang bagus karena pesaingnya masih sedikit
Membuka usaha ternak angsa bisa menjadi peluang usaha yang bagus karena pesaingnya masih sedikit

4. Masa Bertelur dan Mengerami

Ketika memasuki masa bertelur dan mengerami, angsa membutuhkan sarang khusus agar telurnya tetap terjaga.

Pada saat ini, angsa biasanya menjadi sangat agresif. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengganggu angsa yang sedang bertelur atau mengerami.

Permasalahan yang sering terjadi adalah angsa kurang pandai dalam mengerami telur. Selain itu, bulunya terkadang tidak mampu menghangatkan telur secara maksimal sehingga banyak telur yang tidak menetas.

Hal tersebut dapat ditanggulangi dengan cara menyisipkan telur yang sedang dierami ke sarang ayam yang sedang mengerami, karena ayam memiliki suhu tubuh yang lebih hangat.

Apabila telur angsa sudah menetas, anak angsa dapat dipindahkan kembali kepada induknya. Namun, cara yang lebih baik adalah melakukan penetasan telur menggunakan inkubator atau mesin penetas.

Anda juga bisa mendapatkan mesin penetas di tempat kami. Kami akan mengajari Anda sampai mahir dan terampil menggunakan mesin tetas tersebut.

5. Pemanenan

Tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu panen angsa. Peternak dapat menyeleksi angsa mana yang sudah siap dipanen dan mana yang belum.

Namun, perlu dipertimbangkan bahwa angsa yang terlalu tua akan memiliki daging yang lebih alot.

Pada umumnya, angsa dapat dipanen saat berumur 4 hingga 6 bulan. Sedangkan apabila ingin memanen telur, angsa biasanya mulai bertelur saat berumur 9–10 bulan.

Untuk angsa petelur, masa produktivitasnya dapat mencapai usia 10 tahun. Dalam sekali bertelur, angsa dapat menghasilkan hingga lebih dari 10 butir telur.

Apabila ingin mengembangbiakkan angsa, peternak dapat mengawinkan angsa jantan dengan angsa betina. Setelah itu, indukan akan bertelur dan mengerami telurnya.

Apakah Angsa Bertelur Setiap Hari?

Jawabannya adalah tidak.

Angsa hanya bertelur pada waktu tertentu saja. Dalam satu tahun, angsa dapat bertelur sebanyak 3 kali.

Jadi, berbeda dengan beberapa jenis unggas petelur yang dapat menghasilkan telur lebih sering, angsa memiliki waktu bertelur tertentu dalam satu tahun.

Kesimpulan

Beternak angsa dapat menjadi salah satu peluang usaha alternatif karena jumlah peternak angsa masih lebih sedikit dibandingkan dengan jenis unggas lain.

Agar hasil budidaya maksimal, beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi persiapan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, masa bertelur dan mengerami, hingga pemanenan.

Dengan memperhatikan kebutuhan angsa sejak awal, proses budidaya dapat dilakukan dengan lebih baik.

Cara budidaya angsa yang tepat dapat menentukan keberhasilan ternak Anda
Cara budidaya angsa yang tepat dapat menentukan keberhasilan ternak Anda

FAQ Seputar Cara Beternak Angsa

1. Berapa ukuran kandang angsa yang ideal?

Untuk satu ekor angsa, kandang yang dibutuhkan berukuran sekitar 1 × 1 meter. Selain kandang, sebaiknya tersedia pekarangan berukuran 3–4 × 1 meter agar angsa dapat berkeliaran dan tetap mudah diawasi.

2. Apa saja pakan yang bisa diberikan untuk angsa?

Pakan angsa dapat berupa jagung, gandum, daging bekicot cacah, ampas tahu, nasi aking, dedak yang dicampur sayuran, serta sisa-sisa makanan. Untuk anakan angsa, dapat diberikan voer dengan kandungan protein yang tinggi.

3. Berapa kali angsa diberi makan dalam sehari?

Agar pertumbuhannya maksimal, angsa sebaiknya diberi makanan unggas minimal 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore. Pada siang hari, angsa dapat dilepas untuk mencari makanan sendiri.

4. Umur berapa angsa bisa dipanen?

Pada umumnya, angsa dapat dipanen saat berumur 4 hingga 6 bulan. Namun, perlu dipertimbangkan bahwa angsa yang terlalu tua memiliki daging yang lebih alot.

5. Apakah angsa bertelur setiap hari?

Tidak. Angsa hanya bertelur pada waktu tertentu. Dalam satu tahun, angsa dapat bertelur sebanyak 3 kali. Angsa biasanya mulai bertelur ketika berumur 9–10 bulan, sedangkan masa produktivitas angsa petelur dapat mencapai usia 10 tahun.

Jual Angsa Berkualitas di Hobi Ternak

Saat ini cukup banyak penjual angsa di Indonesia, salah satunya Hobi Ternak.

Angsa yang tersedia mulai dari usia 1 bulan sampai dewasa. Bagi Anda yang berminat dan tertarik untuk membudidayakan angsa, Anda dapat memesan angsa di Hobi Ternak.

Kami menyediakan angsa berkualitas siap produksi dan dapat mengirimkannya ke seluruh wilayah Indonesia melalui kargo hewan terpercaya.

Hobi Ternak juga melayani konsultasi dengan pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik. Untuk informasi ketersediaan angsa, cara pemesanan, dan konsultasi, silakan hubungi tim Hobi Ternak.

HUBUNGI KAMI

WhatsApp & Telepon

Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

4.7/5 - (12 votes)

4 pemikiran pada “Cara Beternak Angsa : Kandang, Bibit, Pakan hingga Panen”

  1. Klo dierami ayam apakah ayamnya mau kan ukurannya terpaut jauh dari telur yang lain?, kalau dierami sama angsanya sendiri kira kira dari 10 telur menetas berapa? Dan untuk sarangnya dibuatkan dari apa?

    Balas

Tinggalkan komentar

WhatsApp Cek Stok & Harga via WA