JUAL DOC / BIBIT JOPER
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*
Terbit: 04 Agustus 2020 • Update: 26 Agustus 2026
Beternak ayam dan budidaya ikan lele sama-sama bisa menjadi pilihan usaha yang menarik. Keduanya memiliki pasar konsumsi yang cukup luas dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan, modal, serta kemampuan pemeliharaan.
Namun, kalau harus memilih, ternak ayam atau ternak lele lebih menguntungkan?
Jawabannya tidak bisa hanya dilihat dari harga jual atau lama panen. Biaya pakan, bibit, fasilitas, risiko pemeliharaan, kebutuhan lahan, hingga kondisi pasar di sekitar juga ikut menentukan hasil usaha.
Pada usaha ayam, salah satu jenis yang banyak dikembangkan adalah ayam Joper atau ayam kampung super. Ayam ini memiliki masa panen yang relatif singkat. Sementara itu, lele juga cukup menarik karena dapat dibudidayakan menggunakan berbagai jenis kolam dan memiliki permintaan sebagai ikan konsumsi.
Lalu, apa perbedaan ternak ayam dan lele? Mana yang lebih cocok untuk dikembangkan? Yuk, kita lihat perbandingannya.
Ternak Ayam vs Ternak Lele, Mana yang Lebih Untung?
Baik ayam maupun lele memiliki keunggulan masing-masing. Ternak ayam dapat menjadi pilihan bagi yang ingin mengembangkan usaha unggas, sedangkan lele dapat dipertimbangkan bagi yang memiliki lahan dan fasilitas untuk kolam.
Berikut gambaran sederhananya:
| FAKTOR | TERNAK AYAM | TERNAK LELE |
| Hasil utama | Daging ayam | Ikan konsumsi |
| Contoh yang dikembangkan | Ayam Joper | – |
| Masa panen | Ayam Joper ±55–60 hari | ±2–3 bulan |
| Media pemeliharaan | Kandang | Kolam |
| Pakan | Pakan unggas | Pakan ikan |
| Hal yang perlu diperhatikan | Pakan, kesehatan, kandang, biosecurity | Pakan, kepadatan, kualitas air |
| Pasar | Daging ayam | Ikan konsumsi |
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa kedua usaha mempunyai karakteristik yang berbeda.
Ayam bisa menjadi pilihan jika Anda memiliki kandang, akses pakan, dan pasar ayam yang baik. Sementara itu, lele bisa lebih sesuai jika Anda memiliki lahan untuk kolam dan akses air yang mendukung.
Jadi, tidak ada satu pilihan yang pasti paling menguntungkan untuk semua orang. Keuntungan sangat dipengaruhi oleh bagaimana usaha tersebut dikelola dan kondisi pasar di masing-masing daerah.
Keunggulan Ternak Ayam dan Budidaya Lele
Ternak Ayam
Ayam merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selain ayam ras, jenis ayam pedaging seperti ayam kampung juga memiliki pasar tersendiri karena karakteristik dagingnya yang khas.
Salah satu jenis ayam kampung yang banyak dikembangkan adalah ayam Joper atau ayam kampung super. Ayam ini dikenal memiliki masa panen yang relatif singkat, yaitu sekitar 55–60 hari, tergantung kualitas bibit, pakan, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan.
Bobot panen ayam juga dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi pemeliharaan. Karena itu, peternak perlu memperhatikan kualitas pakan, ketersediaan air minum, konstruksi kandang ayam, kepadatan, serta kesehatan ayam.
Biosecurity juga penting diterapkan untuk membantu mengurangi risiko masuk dan menyebarnya penyakit di lingkungan kandang.
Selain masa panen yang relatif singkat, pemeliharaan ayam dapat disesuaikan dengan skala usaha. Peternak bisa menentukan jumlah ayam berdasarkan kemampuan modal, luas lahan, fasilitas kandang, tenaga, dan kondisi pasar.
Lagi cari ide usaha yang bisa dikembangkan bertahap?
Ayam bisa jadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. Kalau sudah punya gambaran jumlah atau jenis ayam yang dicari, boleh langsung cek ke tim Hobiternak untuk melihat bibit yang tersedia. ?
JUAL DOC / BIBIT JOPER
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*

Budidaya Lele
Selain ayam, ikan lele juga memiliki peluang yang cukup menarik. Lele merupakan ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat dan dapat dibudidayakan menggunakan beberapa jenis kolam, seperti kolam tanah, semen, maupun terpal.
Kemampuan adaptasi lele cukup baik sehingga budidayanya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Bibit lele juga relatif mudah ditemukan di berbagai daerah.
Masa panen lele umumnya sekitar 2–3 bulan, tetapi waktunya dapat berbeda tergantung ukuran bibit, pakan, kepadatan tebar, kualitas air, dan manajemen pemeliharaan.
Sama seperti ternak ayam, keberhasilan budidaya lele tidak hanya bergantung pada cepatnya masa panen. Kondisi air, pemberian pakan, kepadatan ikan, serta kebersihan kolam perlu diperhatikan agar pertumbuhan ikan tetap optimal.

Ternak Ayam dan Lele dengan Kandang Panggung
Selain memilih salah satu, ayam dan lele juga dapat dikembangkan secara bersamaan melalui konsep peternakan terpadu.
Salah satu sistem yang pernah diterapkan adalah menggunakan kandang panggung untuk ayam dan memanfaatkan area di bawahnya sebagai kolam lele.
Kandang panggung dapat membantu membuat area pemeliharaan ayam lebih bersih karena kotoran jatuh ke bagian bawah. Jika dirancang dengan baik, area tersebut dapat dimanfaatkan untuk kolam sehingga penggunaan lahan menjadi lebih efisien.
Ketinggian kandang, sirkulasi udara, kelembapan, dan keamanan ayam tetap perlu diperhatikan. Kandang yang terlalu dekat dengan permukaan kolam juga dapat membuat lingkungan kandang menjadi lembap.
Dengan sistem yang dirancang dengan tepat, satu area dapat digunakan untuk mengembangkan dua jenis usaha sekaligus, yaitu ayam dan lele.

Bagaimana dengan Kotoran Ayam untuk Kolam Lele
Pada sistem peternakan terpadu, limbah dari kegiatan peternakan dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. Namun, kotoran ayam tidak sebaiknya dianggap sebagai pakan utama ikan lele.
Jika limbah masuk ke kolam secara berlebihan, beban organik dapat meningkat dan memengaruhi kualitas air. Kondisi tersebut dapat berdampak pada lingkungan hidup ikan.
Karena itu, apabila ayam dan lele dipelihara dalam satu sistem, pengelolaan limbah harus dilakukan dengan tepat. Kualitas air juga perlu dipantau secara rutin dan pakan lele tetap diberikan sesuai kebutuhan.
Jadi, konsep peternakan terpadu bukan sekadar memasukkan kotoran ayam ke kolam, tetapi bagaimana seluruh sistem dapat dikelola agar efisien sekaligus tetap menjaga kondisi ayam, ikan, dan lingkungan.

Mana yang Lebih Cocok, Ternak Ayam atau Lele
Setelah melihat perbandingannya, pilihan antara ayam dan lele sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Ternak ayam bisa menjadi pilihan jika Anda memiliki kandang atau lahan yang memungkinkan, akses pakan yang baik, serta pasar daging ayam di sekitar. Ayam Joper, misalnya, dapat dipanen sekitar 55–60 hari dalam kondisi pemeliharaan yang sesuai.
Sementara itu, budidaya lele dapat dipertimbangkan jika Anda memiliki lahan untuk kolam dan akses air yang mendukung. Jenis kolam pun dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan skala budidaya.
Sebelum menentukan pilihan, jangan hanya menghitung harga jual. Pertimbangkan juga:
- modal awal,
- biaya bibit,
- biaya pakan,
- kebutuhan kandang atau kolam,
- risiko kematian,
- lama pemeliharaan,
- serta kondisi pasar di sekitar.
Dengan begitu, Anda bisa menentukan usaha yang paling realistis dan sesuai dengan kemampuan.
FAQ Ternak Ayam dan Lele
Tidak selalu. Keuntungan dipengaruhi oleh modal, biaya pakan, lama pemeliharaan, risiko, harga jual, dan kondisi pasar di masing-masing daerah.
Ayam Joper umumnya dapat dipanen sekitar 55–60 hari, tergantung kualitas bibit, pakan, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan.
Lele umumnya dapat dipanen sekitar 2–3 bulan. Waktu panen dapat berbeda tergantung ukuran bibit, pakan, kepadatan tebar, dan kualitas air.
Keduanya dapat dikembangkan oleh pemula. Pilihannya sebaiknya disesuaikan dengan modal, lahan, fasilitas, kemampuan pemeliharaan, dan pasar yang tersedia.
Bisa dikembangkan dalam konsep peternakan terpadu, misalnya menggunakan kandang panggung dengan kolam di bawahnya. Namun, pengelolaan limbah dan kualitas air harus diperhatikan agar kondisi ayam dan ikan tetap terjaga.
Sudah menentukan pilihan?
Mau mulai dari ayam, lele, atau justru tertarik mencoba keduanya? Yuk, ngobrol dulu dengan tim Hobiternak!
Hubungi admin untuk cek ketersediaan bibit dan informasi selengkapnya.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.





