Ayam Petelur Tiba-Tiba Berhenti Bertelur, Apa Penyebabnya?
Salah satu masalah yang paling sering membuat peternak khawatir adalah ketika ayam petelur yang sebelumnya rutin menghasilkan telur tiba-tiba mengalami penurunan produksi bahkan berhenti bertelur sama sekali.
Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis ayam petelur, baik ayam petelur ras, ayam Arab, ayam KUB, maupun ayam petelur lainnya.
Tidak sedikit peternak yang langsung menyalahkan faktor usia. Padahal dalam banyak kasus, penyebab utamanya justru berasal dari kesalahan manajemen pakan, lingkungan kandang, atau kesehatan ayam.
Karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk menjual atau mengafkir ayam, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ayam petelur berhenti bertelur.
JUAL Pullet Ayam Petelur
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI
Penyebab Ayam Petelur Berhenti Bertelur
1. Nutrisi Pakan Tidak Seimbang
Penyebab paling umum ayam berhenti bertelur adalah pakan yang tidak sesuai kebutuhan nutrisi ayam petelur.
Ayam petelur membutuhkan keseimbangan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk menjaga produksi telur tetap optimal.
Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni, ketidakseimbangan nutrisi sering terjadi pada peternak yang mencampur pakan sendiri tanpa memperhatikan komposisinya.
Sebagai contoh, penggunaan dedak yang terlalu banyak dapat meningkatkan kadar serat sehingga konsumsi nutrisi menjadi kurang optimal.
Sebaliknya, penggunaan bahan tertentu yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.
Akibatnya, produksi telur menurun bahkan berhenti sama sekali.
2. Menggunakan Pakan yang Tidak Sesuai Peruntukan
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah penggunaan pakan broiler untuk ayam petelur.
Pakan broiler dirancang untuk mempercepat pertumbuhan dan pembentukan daging, bukan untuk mendukung produksi telur.
Jika digunakan dalam jangka panjang, ayam dapat mengalami penumpukan lemak berlebih pada tubuh maupun organ reproduksi.
Kondisi ini dapat mengganggu fungsi reproduksi dan menyebabkan ayam mengalami gangguan produksi telur.
3. Terjadi Perlemakan pada Organ Reproduksi
Perlemakan atau penumpukan lemak pada organ reproduksi merupakan salah satu penyebab yang sering tidak disadari peternak.
Ayam yang mengalami perlemakan biasanya tampak sehat, bahkan bobot badannya bisa terlihat bagus. Namun produksi telurnya justru menurun atau berhenti.
Menurut drh. Zuhdi, kondisi ini dapat terjadi akibat komposisi pakan yang tidak tepat dalam jangka waktu tertentu.
Lemak yang berlebihan dapat mengganggu fungsi organ reproduksi sehingga ayam menjadi tidak produktif.
4. Stres Akibat Perubahan Lingkungan
Ayam merupakan hewan yang cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Perpindahan kandang, perubahan cuaca ekstrem, suara bising, serangan predator, atau kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres.
Ketika stres terjadi, ayam akan mengalihkan energinya untuk bertahan hidup sehingga produksi telur menurun.
Pada kasus tertentu, ayam bahkan dapat berhenti bertelur untuk sementara waktu.

5. Program Pencahayaan Kurang Optimal
Produksi telur sangat dipengaruhi oleh lama pencahayaan yang diterima ayam setiap hari. Ayam petelur umumnya membutuhkan pencahayaan yang cukup untuk merangsang sistem reproduksinya.
Jika pencahayaan kurang, produksi telur dapat menurun secara bertahap. Karena itu banyak peternakan menggunakan lampu tambahan terutama saat malam hari atau musim hujan.
6. Penyakit dan Gangguan Kesehatan
Beberapa penyakit unggas dapat menyebabkan penurunan produksi telur.
Misalnya:
- Newcastle Disease (ND)
- Infectious Bronchitis (IB)
- Egg Drop Syndrome (EDS)
- Coryza
- Gangguan saluran reproduksi
Selain menurunkan produksi telur, penyakit juga dapat memengaruhi kualitas telur yang dihasilkan.
Karena itu program vaksinasi ayam petelur dan biosekuriti tetap menjadi bagian penting dalam usaha ayam petelur.
7. Faktor Umur Ayam
Semua ayam petelur memiliki masa produksi optimal.
Setelah melewati puncak produksi, kemampuan bertelur akan menurun secara bertahap.
Menurut drh. Zuhdi, puncak produksi ayam petelur dapat bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya mengalami penurunan.
Karena itu faktor umur juga perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi produksi telur.
Cara Mengatasi Ayam Petelur yang Berhenti Bertelur
Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi dan perbaikan.
Evaluasi Kualitas Pakan
Periksa kembali komposisi pakan yang diberikan. Pastikan ayam mendapatkan nutrisi yang seimbang sesuai fase produksinya.
Jika menggunakan racikan sendiri, perhatikan keseimbangan energi, protein, vitamin, dan mineral.
Gunakan Pakan yang Sesuai untuk Ayam Petelur
Hindari penggunaan pakan yang dirancang khusus untuk ayam pedaging.
Ayam petelur membutuhkan formulasi nutrisi yang berbeda agar produksi telur tetap optimal.
Perbaiki Manajemen Kandang
Pastikan kandang ayam petelur:
- Tidak terlalu padat
- Memiliki ventilasi yang baik
- Bersih dan kering
- Bebas dari gangguan predator
Lingkungan yang nyaman akan membantu ayam kembali produktif.
Jalankan Program Vaksinasi dengan Baik
Program vaksinasi yang teratur dapat membantu mencegah penyakit yang menyebabkan penurunan produksi telur.
Selain itu, lakukan penyemprotan desinfektan dan penerapan biosekuriti secara rutin.

Evaluasi Kondisi Ayam Secara Berkala
Lakukan pengamatan terhadap:
- Bobot badan
- Nafsu makan
- Kondisi jengger
- Aktivitas ayam
- Produksi telur harian
Data tersebut akan membantu peternak menemukan masalah lebih cepat sebelum kerugian semakin besar.
Kapan Ayam Perlu Diafkir?
Tidak semua ayam yang berhenti bertelur harus langsung diafkir. Peternak sebaiknya melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap:
- Pakan
- Lingkungan kandang
- Program kesehatan
- Umur ayam
Jika seluruh faktor tersebut sudah diperbaiki tetapi ayam tetap tidak menunjukkan tanda-tanda produksi, maka afkir dapat menjadi salah satu pilihan yang lebih ekonomis.
Kesimpulan
Ayam petelur yang berhenti bertelur tidak selalu disebabkan oleh faktor umur.
Dalam banyak kasus, masalah utama justru berasal dari pakan yang tidak seimbang, penggunaan pakan yang tidak sesuai, perlemakan organ reproduksi, stres, pencahayaan yang kurang, atau gangguan kesehatan.
Sebelum memutuskan mengafkir ayam, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pemeliharaan yang diterapkan.
Dengan penanganan yang tepat, produksi telur sering kali dapat kembali normal dan usaha peternakan tetap berjalan secara optimal.
FAQ Ayam Petelur
Penyebabnya bisa karena pakan yang tidak seimbang, stres, penyakit, pencahayaan yang kurang, atau faktor umur ayam.
Ya. Perlemakan yang berlebihan dapat mengganggu organ reproduksi dan menyebabkan produksi telur menurun.
Tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang karena kebutuhan nutrisi ayam petelur berbeda dengan ayam pedaging.
Tergantung tingkat stres dan kondisi ayam. Setelah penyebab stres diatasi, produksi telur biasanya akan berangsur normal kembali.
Tidak langsung berhenti, tetapi produksi telur akan menurun secara bertahap seiring bertambahnya umur ayam.
Cari Bibit Ayam Petelur dan Pullet Siap Produksi?
Selain menjaga kualitas pakan dan manajemen kandang, pemilihan bibit juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha ayam petelur.
Bibit yang sehat dan berkualitas akan membantu ayam tumbuh lebih optimal, lebih siap memasuki masa produksi, serta memiliki potensi produktivitas yang lebih baik.
Hobi Ternak menyediakan berbagai kebutuhan peternak, mulai dari DOC ayam petelur, pullet siap produksi, hingga kandang baterai ayam petelur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemula maupun peternak yang ingin mengembangkan usahanya.
Temukan bibit ayam petelur yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan mulai bangun usaha ternak yang lebih produktif sejak awal.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Junior Content Production Specialist yang menyajikan artikel tentang ayam hias dan unggas unik dengan bahasa yang sederhana dan menarik, membantu pembaca dari kalangan pehobi hingga peternak pemula.







