JUAL PULLET AYAM PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*
Terbit: 20 Mei 2022 • Update: 7 September 2026
Ternak ayam petelur memang tidak bisa dilepaskan dari pakan. Bahkan, pakan menduduki tingkatan prioritas yang paling tinggi.
Dalam biaya produksi atau biaya operasional, pakan bisa menyentuh angka 80%. Karena itu, manajemen pemberian pakan perlu mendapatkan perhatian lebih dari setiap peternak ayam petelur.
Masalahnya, kesalahan dalam pemberian pakan masih sering terjadi, mulai dari pakan yang tidak tersedia dengan baik, jadwal pemberian yang tidak konsisten, mengganti pakan secara tiba-tiba, sampai salah memilih jenis pakan berdasarkan umur ayam.
Berikut 7 kesalahan pemberian pakan ayam petelur yang perlu diperhatikan:
- Kurangnya suplai pakan pada usia 0 hari sampai 4 minggu
- Tidak konsisten dalam waktu pemberian pakan
- Mengganti pakan secara tiba-tiba
- Masalah dalam memberikan air minum
- Pakan tercecer saat memberi makan
- Tidak membersihkan wadah pakan dengan baik
- Salah memilih jenis pakan ayam
Mari kita bahas satu per satu.
1. Kurangnya Suplai Pakan pada Usia 0 Hari sampai 4 Minggu
Usia ayam baru menetas sampai usia 4 minggu merupakan usia yang sangat penting dalam pertumbuhan ayam.
Bila pakan tidak disuplai dengan baik, pertumbuhan pun dapat terganggu dan pembentukan organ dalam tubuh ayam menjadi kurang maksimal.
Pada usia ini, pakan perlu disediakan full selama 24 jam.
Catatan penting: Saat ayam petelur masih berusia DOC, usahakan pakan selalu tersedia dan jangan sampai kehabisan.
Jika Anda ingin memahami lebih lanjut mengenai kesehatan dan pemeliharaan ayam petelur, Anda juga bisa membaca program vaksinasi ayam petelur
Jangan hanya memperhatikan pakan
Pakan memang penting, tetapi pemeliharaan ayam petelur juga membutuhkan perhatian pada aspek lainnya. Karena itu, peternak perlu memahami manajemen ternak secara menyeluruh.
2. Tidak Konsisten dalam Waktu Pemberian Pakan
Kesalahan berikutnya adalah tidak konsisten dalam waktu pemberian pakan.
Saat peternak tidak memberikan pakan secara konsisten dilihat dari waktu pemberiannya, hal ini bisa menimbulkan ayam stres dan menurunkan tingkat produksi telur.
Bila sangat fatal, ayam bisa berhenti produksi sama sekali. Perencanaan waktu yang tepat bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.
Ukur waktu yang bisa Anda lakukan untuk secara terus-menerus sama dalam memberikan pakan.
Intinya, buat jadwal yang dapat dilakukan secara konsisten.
3. Mengganti Pakan Ayam Petelur Secara Tiba-Tiba
Maka jika Anda membeli ayam petelur yang sudah siap nelur atau pullet ayam, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis atau merek pakan apa yang diberikan saat ayam dibesarkan.
Ikuti pakan yang sama agar stres pada ayam petelur kita tidak terjadi. Namun, bila memang pakan tersebut sulit didapatkan, Anda juga bisa menggantinya secara bertahap.
Awalnya, pakan merek atau jenis yang lama dicampur dengan jenis atau merek yang baru. Kemudian, pakan yang lama sedikit demi sedikit dikurangi sampai total beralih ke pakan yang baru.
Harapannya, dengan teknik ini ayam tidak kaget dan tetap nyaman dengan pakan barunya tanpa disadari.
Jika Anda membeli pullet, tanyakan terlebih dahulu jenis atau merek pakan yang sebelumnya diberikan.
Untuk memahami aspek pemeliharaan lainnya, Anda juga bisa membaca model kandang ayam petelur.
4. Masalah dalam Memberikan Air Minum
Kesalahan berikutnya adalah kurang memperhatikan pemberian air minum. Bisa terjadi air minum tidak lancar atau bahkan habis. Bisa juga kualitas air minum tidak bagus.
Air minum membantu dalam proses pencernaan makanan. Maka jika kebutuhan minum tidak dipenuhi, proses pakan yang dicerna di dalam sistem organ ayam petelur pun tidak berjalan dengan baik.
Karena itu, jangan hanya fokus pada pakan. Pastikan kebutuhan air minum juga menjadi bagian dari manajemen pemeliharaan ayam petelur.
5. Pakan Tercecer Saat Memberi Makan
Pakan yang tercecer memang akan terlihat sedikit. Namun, bila hal ini berlangsung terus-menerus, jumlah pakan yang terbuang tentu akan semakin banyak.
Jika banyak pakan yang tercecer atau terbuang, tentu saja hal tersebut akan mengurangi profit dari ternak ayam petelur kita.
Karena pakan merupakan salah satu komponen penting dalam biaya produksi, pemborosan yang terlihat kecil tetap perlu diperhatikan.
Jika Anda sedang mempelajari usaha ayam petelur dari awal, Anda juga bisa membaca analisa usaha ayam petelur 100 ekor untuk pemula.
6. Tidak Membersihkan Wadah Pakan dengan Baik
Wadah pakan yang tidak dibersihkan dengan baik akan menjadi tempat bersarangnya jamur dan bukan tidak mungkin menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.
Walaupun pakan ayam petelur yang dipilih memiliki kualitas paling bagus, tetapi hal yang terlihat sederhana ini tidak dilakukan, maka tentu saja dapat mengakibatkan hal yang tidak baik.
Jadi, jangan hanya memperhatikan kualitas pakan. Kebersihan wadah pakan juga perlu menjadi bagian dari rutinitas pemeliharaan.
Pakan bagus + wadah pakan yang tidak terawat tetap bisa menjadi masalah.
7. Salah Memilih Jenis Pakan Ayam Sesuai Umur
Walaupun terlihat sudah sangat umum, masih ada peternak yang salah dalam menentukan jenis pakan yang tepat sesuai umur ayam.
Berikut penjelasan jenis pakan sesuai umurnya:
| Jenis Pakan | Usia |
|---|---|
| Starter | Anak ayam, usia 0–4 minggu |
| Grower | Masa pertumbuhan, usia 4–16 minggu |
| Layer | Masa produksi telur, usia 16 minggu ke atas |
Pilih pakan dengan jenis yang sesuai dengan usia ayam. Anda bisa memastikannya dengan membaca label pada kemasan pakan ayam.
Sudah benar memilih jenis pakan?
Jangan berhenti pada pemilihan jenis pakan saja. Manajemen pemberian pakan juga perlu diperhatikan, mulai dari ketersediaan pakan, waktu pemberian, pergantian pakan, air minum, sampai kebersihan wadah pakan.
Jika ingin mempelajari pakan ayam petelur lebih lengkap dari fase awal sampai produksi, baca juga panduan pakan ayam petelur dari menetas sampai produksi.
FAQ Pakan Ayam Petelur
Kurang pakan, jadwal tidak konsisten, ganti pakan mendadak, air minum bermasalah, pakan tercecer, wadah kotor, dan jenis pakan tidak sesuai umur.
Ya. Jadwal yang tidak konsisten dapat menyebabkan stres dan menurunkan produksi telur.
Sebaiknya tidak. Ganti pakan secara bertahap dengan mencampurkan pakan lama dan baru.
Starter untuk 0–4 minggu, grower untuk 4–16 minggu, dan layer untuk 16 minggu ke atas.
Air membantu proses pencernaan, sehingga ketersediaan dan kualitasnya perlu diperhatikan.
Ingin Memulai Ternak Ayam Petelur?
HobiTernak menyediakan DOC/bibit ayam petelur dan pullet ayam petelur.
Untuk informasi harga, ketersediaan bibit, pilihan pullet, dan ketentuan pengiriman, silakan hubungi HobiTernak secara langsung. Tim kami siap membantu memberikan informasi sesuai kebutuhan Anda.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.









