Salah satu kekhawatiran terbesar peternak pemula saat membeli ayam petelur adalah mendapatkan ayam yang ternyata sudah tidak produktif atau biasa disebut ayam afkir.
Kasus seperti ini cukup sering terjadi di lapangan. Penjual mengklaim ayam masih produktif, tetapi setelah dipelihara beberapa minggu bahkan beberapa bulan, produksi telur yang diharapkan tidak kunjung didapatkan.
Akibatnya, peternak harus menanggung biaya pakan dan perawatan tanpa memperoleh hasil yang sebanding.
Karena itu, memahami cara membedakan ayam petelur yang masih produktif dengan ayam afkir menjadi hal yang sangat penting sebelum memutuskan untuk membeli.
JUAL Pullet Ayam Petelur
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI
Apa Itu Ayam Afkir?
Ayam afkir adalah ayam petelur yang produktivitasnya sudah menurun atau tidak lagi ekonomis untuk dipelihara sebagai penghasil telur.
Pada peternakan komersial, ayam afkir biasanya dijual setelah melewati masa produksi optimal atau ketika performa produksinya sudah jauh menurun.
Meskipun masih hidup dan terlihat sehat, ayam afkir umumnya tidak mampu menghasilkan telur sebanyak ayam yang masih berada dalam masa produktif.
Mengapa Penting Memilih Ayam yang Masih Produktif?
Membeli ayam yang masih produktif memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
- Produksi telur lebih cepat diperoleh.
- Perputaran modal lebih cepat.
- Risiko kerugian lebih rendah.
- Biaya pakan lebih sebanding dengan hasil produksi.
- Usaha lebih mudah berkembang.
Sebaliknya, membeli ayam yang sudah afkir dapat membuat biaya pemeliharaan membengkak tanpa diimbangi hasil telur yang memadai.
Cara Membedakan Ayam Petelur Produktif dan Ayam Afkir
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum membeli ayam petelur.
1. Perhatikan Riwayat Produksi Telur
Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni, cara paling akurat untuk mengetahui produktivitas ayam adalah melalui pencatatan produksi.
“Untuk skala 100 lebih baik lewat recording harian dengan di absen ayamnya yang tidak bertelur yang mana. Cukup kita absen 5 hari jika selama 5 hari cuma bertelur 1 atau tidak sama sekali itu layak untuk diafkir jika umur memang sudah tua.”
Pada peternakan skala besar, pencatatan produksi menjadi metode utama untuk menentukan ayam yang masih layak dipelihara dan ayam yang perlu diafkir.
Jika membeli dari peternak lain, tidak ada salahnya menanyakan riwayat produksi atau performa kelompok ayam yang akan dibeli.
2. Cek Umur Ayam
Umur merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan produktivitas ayam petelur.
Secara umum:
- Pullet usia 13–16 minggu masih dalam masa persiapan produksi.
- Umur 18–20 minggu mulai memasuki masa bertelur.
- Produksi biasanya meningkat hingga mencapai puncak.
- Setelah melewati masa produksi optimal, produktivitas akan mulai menurun secara bertahap.
Karena itu, pastikan informasi umur ayam yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
3. Perhatikan Keseragaman Populasi
Ayam yang berasal dari pemeliharaan yang baik biasanya memiliki ukuran tubuh dan bobot yang relatif seragam.
Jika dalam satu kelompok terdapat perbedaan ukuran yang terlalu jauh, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa manajemen pemeliharaan sebelumnya kurang optimal.
Keseragaman juga berpengaruh terhadap keseragaman waktu mulai bertelur dan performa produksi.
4. Periksa Kondisi Fisik Ayam
Selain umur dan riwayat produksi, kondisi fisik ayam juga perlu diperhatikan.
Pilih ayam yang:
- Aktif bergerak.
- Responsif terhadap lingkungan.
- Nafsu makan baik.
- Tidak menunjukkan gejala sakit.
- Tidak mengalami cacat fisik.
Ayam yang sehat memiliki peluang lebih baik untuk berproduksi secara optimal dibandingkan ayam yang kondisi fisiknya kurang baik.
5. Periksa Tulang Pubis
Tulang pubis sering digunakan sebagai salah satu indikator kesiapan reproduksi ayam petelur.
Ayam yang sudah memasuki masa produksi umumnya memiliki bukaan tulang pubis yang lebih lebar dibandingkan ayam yang belum siap bertelur.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sebagai pelengkap evaluasi dan tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan produktivitas ayam.
Lebih Baik Membeli DOC atau Pullet?
Banyak calon peternak juga bertanya apakah lebih baik membeli DOC atau langsung membeli pullet.
Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni:
“Saran saya untuk ingin cepat produksi beli pullet, namun kalau ingin belajar budidayanya beli DOC juga lebih baik karena pemeliharaan DOC adalah pondasi untuk peternak ayam petelur.”
Jika tujuan utama adalah mendapatkan hasil telur lebih cepat, membeli pullet siap produksi dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Namun bagi yang ingin memahami seluruh proses budidaya ayam petelur, memulai dari DOC juga memberikan pengalaman yang sangat berharga.
Tips Membeli Pullet Agar Tidak Tertipu
Sebelum membeli pullet ayam petelur, perhatikan beberapa hal berikut:
- Beli dari peternak atau supplier terpercaya.
- Pastikan umur ayam jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Periksa kondisi kesehatan ayam.
- Lihat keseragaman populasi.
- Tanyakan program vaksinasi yang telah dilakukan.
- Hindari tergiur harga yang terlalu murah.
- Jika memungkinkan, lihat langsung kondisi kandang asal ayam.
Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko mendapatkan ayam yang kualitasnya kurang baik.
Kesimpulan
Membedakan ayam petelur produktif dan ayam afkir sangat penting untuk menghindari kerugian dalam usaha peternakan.
Sebelum membeli, perhatikan umur ayam, kondisi fisik, keseragaman populasi, serta riwayat produksinya. Untuk peternak yang ingin segera memperoleh hasil telur, membeli pullet siap produksi dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan memulai dari DOC.
Dengan memilih ayam yang tepat sejak awal, peluang mendapatkan produksi telur yang optimal akan jauh lebih besar.
Sedang Mencari Pullet Ayam Petelur Siap Produksi?
Hobiternak menyediakan berbagai pilihan pullet ayam petelur berkualitas yang siap dikembangkan untuk usaha peternakan.
- Pullet sehat dan aktif
- Tersedia berbagai pilihan usia
- Cocok untuk pemula maupun peternak skala usaha
- Pengiriman ke berbagai daerah
Selain pullet, tersedia juga DOC ayam petelur dan kandang baterai untuk membantu memulai usaha peternakan dengan lebih mudah.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!


drh. Muhammad Zuhdi Irhamni adalah dokter hewan dan Direktur Lisa Jaya Group, perusahaan peternakan ayam petelur terintegrasi asal Blitar. Dikenal sebagai praktisi peternakan modern yang menggabungkan keahlian kesehatan unggas, strategi bisnis, dan digitalisasi usaha untuk membangun bisnis perunggasan yang berkembang lintas wilayah.










