Ayam Umur 20 Minggu Belum Bertelur? Jangan Langsung Panik
Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul di kalangan peternak ayam petelur adalah mengapa ayam yang sudah memasuki umur 20 minggu belum juga mulai bertelur.
Pada dasarnya ayam petelur umumnya mulai memasuki masa produksi pada umur sekitar 18–20 minggu. Namun, tidak sedikit peternak yang menemukan ayam telah berumur 20 minggu atau bahkan lebih tetapi belum menunjukkan tanda-tanda bertelur.
Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi peternak yang sudah mengeluarkan biaya pakan, perawatan, dan pemeliharaan sejak fase DOC hingga pullet. Tidak jarang pula muncul anggapan bahwa ayam tersebut mandul atau tidak akan mampu berproduksi.
Padahal, sebelum mengambil keputusan untuk mengafkir ayam, ada beberapa faktor penting yang perlu dievaluasi terlebih dahulu.
JUAL Pullet Ayam Petelur
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI
Apakah Ayam Umur 20 Minggu yang Belum Bertelur Termasuk Normal?
Pada dasarnya, umur bukan satu-satunya penentu ayam mulai bertelur. Kesiapan reproduksi ayam dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, bobot badan, kualitas pakan, kesehatan, hingga manajemen pemeliharaan.
Karena itu, ayam yang belum bertelur pada umur 20 minggu belum tentu mandul atau tidak produktif. Peternak perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Salah satu cara yang umum dilakukan adalah memeriksa kondisi tulang pubis.
Periksa Tulang Pubis Ayam Petelur
Tulang pubis merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai kesiapan reproduksi ayam petelur.
Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni, pemeriksaan tulang pubis sebaiknya dilakukan saat ayam sudah memasuki umur produksi, yaitu sekitar 20 minggu ke atas.
“Dilihat di umur 20 minggu ke atas, jika dicek tulang pubisnya masih selebar 1 ruas jari lebih baik di afkir saja, namun kalau masih 2 ruas jari masih ada kemungkinan bisa produksi.”
Secara umum, ayam yang memiliki jarak tulang pubis lebih lebar memiliki peluang lebih besar untuk mulai berproduksi dibandingkan ayam yang jaraknya masih sangat sempit.
Namun demikian, kondisi tulang pubis tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan produktivitas ayam.
Sebelum Afkir, Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Banyak peternak terburu-buru mengafkir ayam yang belum bertelur. Padahal, terdapat beberapa faktor lain yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
Beberapa hal yang perlu dievaluasi antara lain:
- Kecukupan protein pakan
- Kecukupan energi pakan
- Bobot badan ayam
- Kondisi tulang pubis
- Perkembangan organ reproduksi
- Program pemberian vitamin pendukung reproduksi
Menurut drh. Zuhdi, apabila seluruh faktor tersebut sudah sesuai namun ayam tetap belum menunjukkan tanda-tanda produksi, maka afkir dapat dipertimbangkan.
“Namun jika kita evaluasi protein dan energi pakan ok, bobot ok, tulang pubis ok dan sudah di treatment vitamin E, tapi kita pelihara 7 hari belum produksi lebih baik di afkir saja.”
Oleh karena itu, evaluasi secara menyeluruh jauh lebih penting dibandingkan hanya berfokus pada umur ayam.
Penyebab Ayam Petelur Umur 20 Minggu Belum Bertelur
Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan di lapangan.
1. Bobot Badan Belum Mencapai Standar
Bobot badan memiliki hubungan erat dengan kesiapan reproduksi ayam.
Ayam yang pertumbuhannya kurang optimal biasanya akan mengalami keterlambatan memasuki masa produksi. Oleh sebab itu, pemantauan bobot badan secara berkala sangat penting dilakukan sejak fase grower hingga pullet.
Semakin seragam bobot ayam dalam satu populasi, semakin seragam pula waktu mulai produksinya.
2. Kualitas Pakan Kurang Sesuai
Nutrisi merupakan faktor utama yang memengaruhi perkembangan organ reproduksi ayam.
Kekurangan energi, protein, vitamin, maupun mineral dapat menyebabkan ayam terlambat bertelur. Sebaliknya, komposisi pakan yang seimbang akan membantu mempercepat kesiapan produksi.
Peternak perlu memastikan bahwa pakan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan umur ayam.
3. Organ Reproduksi Belum Berkembang Optimal
Meskipun umur ayam telah memasuki fase produksi, perkembangan organ reproduksi belum tentu berjalan sempurna.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh nutrisi, kesehatan ayam, lingkungan kandang, maupun faktor manajemen pemeliharaan.
Pada beberapa kasus, pemberian vitamin E digunakan untuk membantu menunjang perkembangan organ reproduksi menjelang masa produksi.
4. Keseragaman Populasi Kurang Baik
Dalam satu kandang, sering ditemukan ayam dengan ukuran dan bobot yang berbeda-beda.
Ayam yang memiliki pertumbuhan lebih lambat biasanya juga akan lebih lambat memasuki masa produksi dibandingkan ayam yang bobotnya sudah optimal.
Karena itu, keseragaman populasi menjadi salah satu target penting selama masa pemeliharaan pullet.
5. Faktor Individu Ayam
Setiap ayam memiliki kemampuan dan kecepatan perkembangan yang berbeda.
Walaupun dipelihara dalam lingkungan yang sama dan mendapatkan perlakuan yang sama, beberapa ekor ayam dapat mengalami keterlambatan produksi dibandingkan kelompok lainnya.
Inilah sebabnya evaluasi individual tetap perlu dilakukan pada ayam yang belum bertelur ketika sebagian besar populasi sudah mulai berproduksi.
Kapan Ayam Sebaiknya Diafkir?
Keputusan afkir sebaiknya dilakukan setelah seluruh faktor pendukung produksi dievaluasi.
Ayam dapat dipertimbangkan untuk diafkir apabila:
- Sudah memasuki umur produksi
- Bobot badan sesuai standar
- Kualitas pakan sudah memenuhi kebutuhan
- Kondisi tulang pubis mendukung
- Sudah diberikan treatment yang diperlukan
- Tidak menunjukkan perkembangan produksi setelah dilakukan evaluasi
Dengan cara ini, peternak dapat mengurangi kerugian akibat memelihara ayam yang tidak produktif terlalu lama.
Tips Agar Ayam Cepat Masuk Masa Produksi
Untuk membantu ayam mencapai masa produksi secara optimal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
- Gunakan bibit ayam berkualitas.
- Pastikan program pakan sesuai fase pertumbuhan.
- Lakukan monitoring bobot badan secara berkala.
- Jaga kesehatan ayam melalui program vaksinasi yang tepat.
- Berikan vitamin dan mineral sesuai kebutuhan.
- Kelompokkan ayam berdasarkan keseragaman bobot badan.
- Pastikan lingkungan kandang nyaman dan tidak menyebabkan stres.
Manajemen yang baik sejak fase awal pemeliharaan akan sangat menentukan performa produksi telur saat ayam memasuki umur dewasa.
Kesimpulan
Ayam petelur umur 20 minggu yang belum bertelur belum tentu mandul atau tidak produktif. Sebelum mengambil keputusan afkir, peternak perlu melakukan evaluasi terhadap bobot badan, kualitas pakan, kondisi tulang pubis, serta perkembangan organ reproduksi ayam.
Pemeriksaan yang tepat dapat membantu peternak menemukan penyebab keterlambatan produksi sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, sebagian besar ayam dapat mencapai masa produksi secara optimal dan memberikan hasil yang maksimal bagi peternak.
Butuh Bibit Ayam Petelur atau Pullet Siap Produksi?
Hobiternak menyediakan berbagai kebutuhan peternak, mulai dari:
- DOC ayam petelur berkualitas
- Pullet siap produksi berbagai usia
- Kandang baterai ayam petelur
- Perlengkapan peternakan lainnya
Hubungi tim Hobiternak untuk informasi stok dan pemesanan terbaru.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!


drh. Muhammad Zuhdi Irhamni adalah dokter hewan dan Direktur Lisa Jaya Group, perusahaan peternakan ayam petelur terintegrasi asal Blitar. Dikenal sebagai praktisi peternakan modern yang menggabungkan keahlian kesehatan unggas, strategi bisnis, dan digitalisasi usaha untuk membangun bisnis perunggasan yang berkembang lintas wilayah.









