Terbit: 1 Juni 2023 • Update: 20 Agustus 2026
Kalau berbicara tentang bebek petelur lokal, Bebek Mojosari menjadi salah satu jenis yang cukup dikenal di kalangan peternak. Bukan tanpa alasan, bebek asal Jawa Timur ini dikenal memiliki produktivitas telur yang cukup tinggi dan bentuk tubuh yang khas.
Bebek Mojosari berasal dari Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Nama Mojosari sendiri kemudian dikenal sebagai salah satu jenis bebek petelur lokal yang banyak dibudidayakan.
Lalu, seperti apa ciri-ciri Bebek Mojosari? Berapa banyak telur yang dapat dihasilkan dan apa saja keunggulannya untuk usaha ternak?
JUAL DOD / BIBIT BEBEK PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*

Mengenal Bebek Mojosari
Bebek Mojosari merupakan bebek lokal yang lebih banyak dimanfaatkan sebagai bebek petelur. Produktivitas telur yang cukup tinggi membuatnya menjadi salah satu pilihan bagi peternak yang ingin mengetahui cara mudah ternak bebek Mojosari
Dalam pemeliharaan yang baik, Bebek Mojosari dapat menghasilkan sekitar 230–250 butir telur per ekor per tahun. Namun, jumlah tersebut dapat berbeda karena dipengaruhi oleh kualitas bibit, pakan, kesehatan, umur, dan manajemen pemeliharaan.

Ciri-Ciri Bebek Mojosari
Salah satu cara mengenali Bebek Mojosari adalah dengan melihat karakteristik fisiknya. Beberapa ciri yang umum terlihat antara lain:
Bentuk Tubuh
Bebek Mojosari memiliki bentuk tubuh yang relatif ramping, dengan leher panjang dan tegap. Bentuk tubuh ini menjadi salah satu ciri khas yang mudah dikenali.
Paruhnya cukup panjang dan digunakan untuk mengambil serta mengonsumsi pakan.
Warna Bulu
Bebek Mojosari umumnya memiliki warna bulu cokelat kemerahan dengan corak yang lebih terang pada beberapa bagian tubuh, terutama sayap.
Sementara itu, bagian paruh dan kaki cenderung berwarna gelap hingga kehitaman.
Berat Tubuh
Bobot Bebek Mojosari dewasa dapat berada di kisaran 1,5–2,5 kg per ekor, tergantung jenis kelamin, umur, kualitas bibit, serta kondisi pemeliharaan.
Pemberian pakan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas bebek.
Produktivitas Telur Bebek Mojosari
Salah satu alasan Bebek Mojosari banyak dipelihara adalah kemampuan produksinya sebagai bebek petelur.
Bebek Mojosari mulai bertelur pada usia sekitar 6 bulan, kemudian produksinya dapat meningkat dan lebih stabil seiring bertambahnya umur.
Telur yang dihasilkan memiliki bobot rata-rata sekitar 60–65 gram per butir.
Meski memiliki potensi produksi yang tinggi, hasil telur tetap bergantung pada beberapa faktor seperti kualitas bibit, pakan, kesehatan, kondisi kandang, dan manajemen pemeliharaan.
Keunggulan Bebek Mojosari
Selain produktivitas telur, Bebek Mojosari memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya banyak dipilih peternak.
Beberapa di antaranya:
- Memiliki daya tahan tubuh yang baik.
- Relatif mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Memiliki produktivitas telur yang cukup tinggi.
- Menghasilkan telur dengan kualitas yang baik.
- Memiliki bobot telur sekitar 60–65 gram per butir.
- Bentuk tubuh relatif kecil dan ramping.
- Dapat dipelihara dengan sistem intensif maupun semi intensif.
- Setelah memasuki masa afkir, bebek masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber daging.
Sistem Pemeliharaan Bebek Mojosari
Bebek Mojosari dapat dipelihara menggunakan sistem intensif, semi intensif, maupun umbaran. Pemilihan sistem pemeliharaan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, jumlah bebek, dan kemampuan peternak.
Apa pun sistem yang digunakan, peternak tetap perlu memperhatikan ukuran dan kebersihan kandang, ketersediaan pakan dan air minum, serta kesehatan bebek.
Manajemen pemeliharaan yang baik akan membantu bebek tumbuh dengan optimal dan mendukung produktivitas telur.
FAQ Mengenal Bebek Mojosari
Bebek Mojosari adalah salah satu jenis bebek petelur lokal yang berasal dari Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Bebek ini dikenal memiliki produktivitas telur yang cukup tinggi.
Bebek Mojosari memiliki tubuh yang relatif ramping, leher panjang dan tegap, serta warna bulu kecokelatan. Bagian paruh dan kakinya umumnya berwarna gelap.
Bebek Mojosari umumnya mulai bertelur pada usia sekitar 6 bulan. Waktu mulai bertelur dapat berbeda tergantung kualitas bibit, pakan, kesehatan, dan pemeliharaan.
Bebek Mojosari dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi. Dalam pemeliharaan yang baik, produksinya dapat mencapai sekitar 230–250 butir telur per ekor per tahun.
Bebek Mojosari cukup cocok untuk pemula yang ingin memulai usaha bebek petelur. Namun, kualitas bibit, pakan, kandang, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan tetap perlu diperhatikan agar hasil ternak optimal.
Tertarik Memelihara Bebek Mojosari?
Bebek Mojosari bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha bebek petelur dengan memanfaatkan potensi produksi telur yang dimilikinya.
Hobiternak menyediakan DOD Bebek Mojosari Petelur mulai dari usia sehari hingga bibit siap bertelur.
Untuk mengetahui ketersediaan bibit, usia, harga, cara pemesanan, dan informasi pengiriman, silakan hubungi admin Hobiternak melalui WhatsApp.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.







