Terbit: 22 Agustus 2022 • Update: 17 Juni 2026
Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) merupakan salah satu ayam kampung unggul yang banyak dipelihara peternak karena memiliki produktivitas telur lebih tinggi dibanding ayam kampung biasa.
Selain itu, ayam KUB juga dikenal memiliki pertumbuhan yang baik, daya tahan tubuh cukup tinggi, dan mampu beradaptasi di berbagai daerah Indonesia.
Namun, masih banyak calon peternak yang bertanya:
Apakah ayam KUB bisa mengerami telurnya sendiri seperti ayam kampung biasa?
Jawaban Singkat
Ya, ayam KUB bisa mengerami telurnya sendiri, tetapi sifat mengeramnya sangat rendah. Jika ayam kampung biasa memiliki sifat mengeram yang tinggi, ayam KUB hanya memiliki sifat mengeram sekitar 10%.
Karena sifat mengeram yang rendah tersebut, ayam KUB mampu mempertahankan produksi telur lebih stabil sehingga banyak dipilih sebagai ayam kampung petelur.
JUAL DOC/ BIBIT AYAM KUB
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*
Mengapa Ayam KUB Jarang Mengerami Telurnya?
Sifat mengeram yang rendah pada ayam KUB bukan terjadi secara kebetulan. Kondisi ini merupakan salah satu hasil seleksi genetik yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas telur.
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan ayam KUB jarang mengerami telurnya:
1. Faktor Genetik
Ayam KUB merupakan hasil seleksi genetik yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak untuk menghasilkan ayam kampung dengan produktivitas telur lebih tinggi.
Salah satu karakter yang dipilih adalah menurunkan sifat mengeram agar ayam dapat terus menghasilkan telur tanpa berhenti terlalu lama.
2. Fokus Sebagai Ayam Petelur
Saat ayam memasuki masa mengeram, produksi telur biasanya berhenti selama beberapa minggu.
Karena ayam KUB dikembangkan sebagai ayam kampung petelur, sifat mengeram yang rendah menjadi keuntungan karena produksi telur dapat berlangsung lebih konsisten.
3. Sistem Pemeliharaan Intensif
Sebagian besar peternak memelihara ayam KUB menggunakan sistem kandang intensif atau kandang baterai.
Pada sistem ini, ayam tidak memiliki sarang khusus untuk mengeram sehingga perilaku mengeram menjadi semakin jarang muncul.
Berapa Persentase Sifat Mengeram Ayam KUB?
Sifat mengeram ayam KUB diperkirakan hanya sekitar 10%.
Sebagai perbandingan, ayam kampung biasa memiliki sifat mengeram yang jauh lebih tinggi sehingga lebih sering berhenti bertelur untuk mengerami telur hingga menetas.
Apakah Ayam KUB Tetap Bisa Mengerami Telurnya?
Walaupun sifat mengeramnya rendah, ayam KUB tetap memiliki naluri alami untuk mengerami telur.
Pada kondisi tertentu, ayam KUB masih dapat menunjukkan perilaku mengeram, terutama jika:
- Tersedia sarang bertelur yang nyaman.
- Lingkungan kandang tenang dan tidak berisik.
- Dipelihara secara umbaran atau semi intensif.
- Faktor genetik tertentu masih memunculkan naluri mengeram.
Namun jumlahnya relatif sedikit dibanding ayam kampung biasa.
Karena itulah sebagian besar peternak tidak mengandalkan ayam KUB sebagai induk pengeram.
Apakah Ayam KUB Cocok Dijadikan Indukan?
Ayam KUB tetap dapat dijadikan indukan untuk menghasilkan bibit ayam KUB.
Namun dalam praktik peternakan modern, sebagian besar peternak lebih memilih menggunakan mesin tetas dibanding mengandalkan ayam KUB untuk mengerami telur.
Alasannya karena:
- Daya tetas lebih seragam.
- Kapasitas penetasan lebih banyak.
- Produksi bibit lebih cepat.
- Tidak mengganggu produksi telur indukan.
Metode ini jauh lebih efisien untuk usaha pembibitan maupun peternakan skala komersial.
Keunggulan Ayam KUB Karena Tidak Mudah Mengeram
Banyak peternak justru mencari ayam yang tidak mudah mengeram karena lebih menguntungkan untuk produksi telur.
Beberapa keunggulan ayam KUB antara lain:
- Produksi telur lebih stabil sepanjang tahun.
- Tidak sering berhenti bertelur karena mengeram.
- Cocok untuk usaha telur skala rumahan maupun komersial.
- Produktivitas telur lebih tinggi dibanding ayam kampung biasa.
- Efisiensi usaha ternak menjadi lebih baik.
Karena alasan tersebut, ayam KUB saat ini menjadi salah satu ayam kampung unggul yang banyak dipelihara peternak di Indonesia.
Produktivitas Telur Ayam KUB
Selain memiliki sifat mengeram yang rendah, ayam KUB juga dikenal sebagai ayam kampung dengan produktivitas telur yang cukup tinggi.
Dalam kondisi pemeliharaan yang baik, ayam KUB mampu menghasilkan sekitar 160–180 butir telur per ekor per tahun.
Produksi harian dapat mencapai sekitar 50%, sedangkan puncak produksi telur dapat mencapai 65–70%.
Ayam KUB umumnya mulai bertelur pada usia sekitar 18–20 minggu, tergantung kualitas pakan, kesehatan ayam, dan manajemen pemeliharaan.
Apakah Ayam KUB Cocok untuk Usaha Ternak Telur?
Ya, ayam KUB sangat cocok untuk usaha ternak telur.
Kombinasi antara:
- produksi telur yang tinggi,
- sifat mengeram yang rendah,
- daya tahan tubuh yang baik,
- kemampuan beradaptasi di berbagai daerah,
menjadikan ayam KUB salah satu pilihan favorit peternak yang ingin mengembangkan usaha telur ayam kampung.
Banyak peternak memilih ayam KUB karena dapat menghasilkan telur lebih banyak dibanding ayam kampung biasa dengan manajemen pemeliharaan yang relatif mudah.
FAQ Seputar Ayam KUB dan Sifat Mengeram
Ya. Ayam KUB tetap dapat mengerami telurnya sendiri, tetapi sifat mengeramnya rendah, yaitu sekitar 10%.
Karena ayam KUB dikembangkan melalui seleksi genetik untuk meningkatkan produksi telur dan mengurangi sifat mengeram.
Ayam KUB mampu menghasilkan sekitar 160–180 butir telur per ekor per tahun dengan pemeliharaan yang baik.
Ya. Produksi telur yang tinggi dan sifat mengeram yang rendah membuat ayam KUB sangat cocok untuk usaha ternak telur.
Tertarik Memelihara Ayam KUB?
Hobiternak menyediakan DOC ayam KUB, ayam KUB remaja, hingga indukan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peternakan Anda.
Untuk mendapatkan informasi stok terbaru, harga terkini, dan konsultasi gratis seputar pemeliharaan ayam KUB, silakan hubungi Customer Service Hobiternak.
Pengiriman tersedia ke berbagai daerah yang terjangkau layanan kargo hewan dan bergaransi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Hubungi Customer Service sekarang untuk cek stok dan harga terbaru ayam KUB.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.









