Kanibalisme merupakan salah satu perilaku yang cukup sering dijumpai dalam pemeliharaan ayam, termasuk Ayam KUB.
Perilaku ini ditandai dengan ayam yang saling mematuk hingga menyebabkan luka pada bagian tubuh tertentu, seperti ekor, punggung, sayap, bahkan kloaka. Jika tidak segera ditangani, kanibalisme dapat menyebar ke ayam lain dan menyebabkan kerugian bagi peternak.
Munculnya perilaku kanibalisme dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepadatan kandang, stres, maupun kebiasaan ayam. Oleh karena itu, peternak perlu mengetahui langkah penanganan yang tepat agar kondisi tidak semakin parah.
Melalui seri Dr. Tike Menjawab, Hobi Ternak merangkum jawaban Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si. terhadap pertanyaan peserta Webinar HobiTernak #4: 5 Kunci Sukses Ternak Ayam KUB untuk Pemula agar dapat menjadi referensi bagi peternak Ayam KUB di seluruh Indonesia.
Pertanyaan Peserta Webinar
“Bagaimana cara mengatasi kanibalisme pada ayam KUB?”
Jawaban Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si.
“Dengan pemotongan paruh saat DOC dan diulang pada umur 9–10 minggu. Kalau sudah ada kanibalisme sebaiknya langsung dipisahkan dari kelompoknya.”
Mengapa Kanibalisme Bisa Terjadi?
Kanibalisme pada ayam merupakan perilaku mematuk sesama ayam hingga menimbulkan luka. Apabila tidak segera ditangani, ayam lain dapat ikut mematuk bagian yang terluka sehingga kondisi menjadi semakin parah.
Perilaku ini dapat berkembang menjadi kebiasaan dalam satu kelompok apabila ayam yang menjadi pemicu tidak segera dipisahkan.
Cara Mengatasi Kanibalisme Menurut Dr. Tike
Berdasarkan penjelasan Dr. Tike, terdapat dua langkah utama yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanibalisme pada Ayam KUB.
1. Melakukan pemotongan paruh (debeaking)
Dr. Tike menyarankan pemotongan paruh dilakukan sejak ayam masih DOC (Day Old Chick) dan diulang pada umur 9–10 minggu. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko luka apabila ayam saling mematuk.
2. Pisahkan ayam yang menunjukkan perilaku kanibalisme
Apabila sudah ditemukan ayam yang mematuk ayam lain, sebaiknya segera dipisahkan dari kelompoknya. Langkah ini penting agar perilaku tersebut tidak menular kepada ayam lainnya dan luka pada ayam yang menjadi korban tidak semakin parah.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Selain mengikuti saran dari Dr. Tike, peternak juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar risiko kanibalisme dapat diminimalkan.
- Hindari kepadatan kandang yang berlebihan.
- Pastikan pakan dan air minum tersedia dalam jumlah yang cukup.
- Kurangi faktor yang dapat menyebabkan stres pada ayam.
- Lakukan pengamatan rutin terhadap perilaku ayam.
- Segera pisahkan ayam yang terluka maupun ayam yang agresif.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si., kanibalisme pada Ayam KUB dapat dicegah melalui pemotongan paruh saat DOC dan diulang pada umur 9–10 minggu.
Jika perilaku kanibalisme sudah muncul, ayam yang mematuk sebaiknya segera dipisahkan dari kelompoknya agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Penanganan sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas Ayam KUB selama masa pemeliharaan.
Dapatkan DOC Ayam KUB Berkualitas
Sedang mencari DOC Ayam KUB untuk memulai atau mengembangkan usaha ternak? Hobi Ternak menyediakan DOC Ayam KUB berkualitas dengan pengiriman ke berbagai wilayah di Indonesia.
Hubungi tim kami untuk mengetahui ketersediaan stok, harga terbaru, dan jadwal pengiriman sesuai lokasi Anda. Cek Harga & Stok DOC Ayam KUB
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.







