Fase remaja adalah masa krusial sebelum ayam mulai bertelur. Artikel ini membahas cara aman mencampur pakan fermentasi tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi.
Dalam dunia ternak ayam petelur, pakan adalah salah satu faktor penentu keberhasilan. Tidak peduli seberapa bagus kandang atau manajemen pemeliharaan, kalau pakannya tidak sesuai, pertumbuhan ayam bisa terganggu.
Hal ini terutama penting pada fase remaja, yaitu masa transisi sebelum ayam mulai bertelur. Pada fase ini, kebutuhan nutrisi harus benar-benar diperhatikan agar ayam bisa tumbuh sehat dan siap memasuki masa produksi.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan peternak adalah: apakah pakan untuk ayam remaja boleh dicampur dengan pakan fermentasi?

Pakan Fermentasi Boleh Dicampur, Asal Nutrisi Terjaga
Jawabannya, boleh dicampur selama tidak mengubah standar nutrisi yang dibutuhkan. Dengan kata lain, pakan fermentasi bisa dijadikan tambahan, namun jangan sampai merusak komposisi gizi utama yang diperlukan ayam remaja.
Ayam di fase ini membutuhkan keseimbangan protein, energi, vitamin, dan mineral. Jika campuran pakan tidak diperhitungkan dengan baik—misalnya terlalu dominan pakan fermentasi—kandungan gizinya bisa turun dan performa pertumbuhan menjadi kurang maksimal.

Apa Itu Pakan Fermentasi?
Pakan fermentasi adalah pakan yang diproses menggunakan bantuan mikroorganisme sehingga nutrisinya lebih mudah dicerna ayam.
Bahan seperti dedak, jagung, atau bungkil kedelai sering difermentasi dengan starter (mis. EM4) yang tepat.
- Lebih mudah diserap sistem pencernaan ayam.
- Dapat meningkatkan nafsu makan.
- Mengurangi bau kotoran di kandang.
- Menunjang kesehatan usus karena bakteri baik.
- Berpotensi lebih hemat karena bisa memanfaatkan bahan lokal.
Tips Mencampur Pakan Remaja dengan Pakan Fermentasi
- Perhatikan keseimbangan nutrisi. Pakan fermentasi tidak boleh menggantikan pakan utama sepenuhnya. Pastikan kadar protein & energi sesuai kebutuhan ayam remaja (umumnya fase grower berada di kisaran 15–18% protein).
- Jaga proporsi campuran. Gunakan sebagai suplementasi, bukan pakan pokok. Proporsi rule-of-thumb 10–30% relatif aman, tergantung kualitas fermentasi dan respon ayam.
- Pastikan kualitas fermentasi. Fermentasi harus matang, tidak berbau busuk, tidak berjamur, dan tidak berair. Pakan yang rusak berisiko menyebabkan gangguan pencernaan atau keracunan.
- Uji coba bertahap. Mulai dari sebagian populasi untuk melihat respon: nafsu makan, kondisi feses, dan bobot badan. Jika stabil, baru diterapkan ke seluruh kandang.
- Konsistensi pemberian. Hindari terlalu sering gonta-ganti komposisi. Pola makan yang stabil membantu ayam tumbuh optimal.

Kesimpulan
Mencampur pakan remaja dengan pakan fermentasi bisa menjadi pilihan yang baik untuk menekan biaya sekaligus menjaga kesehatan ayam, asalkan dilakukan secara terukur.
Ingat, kebutuhan nutrisi tidak boleh berkurang; pakan fermentasi sebaiknya berperan sebagai tambahan, bukan pengganti pakan utama.
Dengan manajemen yang tepat, ayam remaja akan tumbuh sehat, memiliki bobot badan ideal, dan siap memasuki fase produksi dengan performa maksimal.
Siap mulai ternak ayam petelur? Kami menyediakan stok ayam dari usia bibit hingga usia siap telur. Kualitas terjamin, siap kirim, dan bisa menyesuaikan kebutuhan kandang Anda.
Hubungi kami untuk konsultasi singkat soal pemilihan strain, usia, dan target produksi.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Mas Ghofur, sapaan akrab Abdul Ghofur, adalah seorang peternak ayam petelur yang tumbuh dalam lingkungan usaha keluarga. Dengan pengalaman lapangan dan dedikasi tinggi, ia kini aktif menjadi penggiat edukasi peternakan melalui seminar, pelatihan, dan konten digital.





