Cuaca panas dapat menjadi salah satu tantangan dalam pemeliharaan ayam petelur. Ketika suhu lingkungan meningkat, ayam dapat mengalami perubahan perilaku, termasuk lebih banyak minum dan mengurangi konsumsi pakan.
Penurunan konsumsi pakan tersebut perlu diperhatikan karena asupan nutrisi berkaitan dengan produktivitas ayam, termasuk produksi telur.
Hal ini juga dialami oleh salah satu peserta Webinar HobiTernak “Bongkar Strategi Ternak Ayam Petelur” yang memiliki pullet ayam Elba dan mendapati sebagian ayam yang sebelumnya sudah mulai bertelur menjadi lebih malas berproduksi.
Melalui seri Mas Nugi Menjawab, HobiTernak merangkum jawaban Mas Nugi, praktisi layer dan pakar deteksi penyakit ayam, mengenai pengaruh cuaca panas terhadap produksi telur ayam petelur.

Pertanyaan Peserta Webinar
Penanya: Nurul Aini — Bantul
“Saya baru latihan untuk beternak ayam. Saya punya pullet ayam Elba sekitar 95 ekor, 10 ekor sudah aktif bertelur, 11 ekor baru permulaan bertelur. Yang saya tanyakan, akhir-akhir ini yang 10 ekor bertelurnya kok agak malas, apakah karena udara panas atau karena makanan?”
Jawaban Mas Nugi
“Udara panas akan sangat mempengaruhi intensitas bertelur. Ketika suhu panas ayam cenderung banyak minum, mengurangi pakan. Untuk mengatasinya berikan vitamin elektrolit/Vitastress dan jaga suhu kandang agar tetap sejuk, bisa dibantu kipas dan berikan sirkulasi di kandang untuk ciptakan ayam yang nyaman. Kuncinya nafsu makan jangan sampai turun.”
Apakah Cuaca Panas Bisa Membuat Ayam Malas Bertelur?
Menurut Mas Nugi, udara panas sangat memengaruhi intensitas bertelur ayam.
Saat suhu kandang meningkat, ayam cenderung lebih banyak minum dan mengurangi konsumsi pakan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena ayam yang mengurangi konsumsi pakan juga dapat mengalami penurunan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung produksi telur.
Karena itu, ketika produksi telur mulai menurun pada saat cuaca panas, kondisi kandang dan konsumsi pakan perlu menjadi salah satu hal yang diperiksa.
Mengapa Ayam Lebih Banyak Minum Saat Cuaca Panas?
Ketika berada dalam kondisi panas, ayam cenderung meningkatkan konsumsi air dan mengurangi konsumsi pakan.
Bagi peternak ayam petelur, perubahan tersebut perlu diwaspadai terutama jika berlangsung terus-menerus. Produksi telur membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga menjaga nafsu makan ayam tetap baik menjadi salah satu kunci penting.
Bagaimana Mengatasi Ayam Petelur Saat Cuaca Panas?
Mas Nugi menyarankan beberapa langkah yang dapat dilakukan peternak untuk membantu ayam tetap nyaman ketika suhu lingkungan meningkat.
1. Berikan Vitamin Elektrolit
Peternak dapat memberikan vitamin elektrolit atau Vitastress untuk membantu menangani kondisi ayam saat menghadapi cuaca panas.
2. Jaga Kandang Tetap Sejuk
Kondisi kandang perlu dibuat senyaman mungkin. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan kipas untuk membantu menjaga kondisi kandang tetap sejuk.
3. Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Sirkulasi udara di dalam kandang juga perlu diperhatikan. Aliran udara yang baik dapat membantu menciptakan kondisi kandang yang lebih nyaman bagi ayam.
4. Jaga Nafsu Makan Ayam
Menurut Mas Nugi, kunci utamanya adalah jangan sampai nafsu makan ayam turun.
Peternak perlu memperhatikan konsumsi pakan terutama ketika cuaca sedang panas. Jika ayam lebih banyak minum tetapi konsumsi pakannya menurun, kondisi tersebut perlu segera diperhatikan.
Kesimpulan
Cuaca panas dapat memengaruhi intensitas bertelur ayam petelur. Menurut Mas Nugi, ketika suhu panas, ayam cenderung lebih banyak minum dan mengurangi konsumsi pakan.
Untuk membantu mengatasinya, peternak dapat memberikan vitamin elektrolit/Vitastress, menjaga kandang tetap sejuk dengan bantuan kipas, serta memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik.
Yang tidak kalah penting, peternak perlu menjaga agar nafsu makan ayam tidak turun, karena konsumsi pakan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika produksi telur menurun saat cuaca panas.

Content Production yang menulis sekaligus mengelola konten seputar dunia peternakan. Dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami, informasi yang dibagikan ditujukan untuk membantu para pemula yang baru memulai usaha ternak.






