Dalam pemeliharaan ayam petelur, berbagai masalah dapat muncul selama masa produksi. Mulai dari ukuran telur yang kecil, cangkang tipis, hingga perubahan kondisi tembolok dan kotoran ayam.
Masalah seperti ini perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan konsumsi pakan, kondisi ayam, maupun manajemen pemeliharaan di kandang.
Melalui seri Mas Nugi Menjawab, HobiTernak merangkum jawaban Mas Nugi, praktisi layer dan pakar deteksi penyakit ayam, terhadap beberapa pertanyaan peserta Webinar HobiTernak “Bongkar Strategi Ternak Ayam Petelur” dari Aryo, Dairi, Sumatra Utara.

Pertanyaan Peserta Webinar
Penanya: Aryo — Dairi, Sumatra Utara
Peserta menyampaikan lima pertanyaan:
- Kenapa ayam saya telurnya kecil pada umur 25 minggu?
- Tolong beritahu saya pakan self mixing, merek konsentrat sampai premix dan imbuhannya.
- Telur ada yang putih, cangkang tipis. Karena kandang cage free, susah melihatnya. Itu kenapa?
- Asam tembolok pada ayam, jadi temboloknya bengkak dan isinya pakan semua. Bagaimana sebenarnya cara mengatasinya?
- Beberapa ayam kotorannya berwarna hitam dan beberapa teksturnya encer.
Jawaban Mas Nugi
1. Mengapa Telur Ayam Umur 25 Minggu Masih Kecil?
Menurut Mas Nugi, peternak perlu terlebih dahulu mengecek bobot ayam. Ayam yang sudah siap bertelur memiliki bobot minimal sekitar 1,7–1,8 kg.
Ukuran telur yang kecil dapat terjadi apabila kandungan protein dan energi dalam ransum tidak seimbang.
Selain itu, strain ayam yang dipelihara juga dapat menjadi salah satu faktor. Mas Nugi menyebutkan strain seperti ISA atau Hysex sebagai contoh yang perlu diperhatikan.
Beliau juga menyarankan untuk mencoba melakukan revaksinasi ND live melalui air minum.
2. Bagaimana Pakan Self Mixing untuk Ayam Petelur?
Untuk pakan self mixing, Mas Nugi menyarankan pencampuran pakan dilakukan sesuai tabel komposisi pakan yang telah diberikan dalam materi kelas.
Untuk bahan konsentrat, beberapa merek yang disebutkan adalah Pokphand, Comfeed, dan Cargill, yang dapat dicari melalui poultry shop terdekat.
Sementara untuk premix, Mas Nugi menyebutkan bahwa produk tersebut dapat diperoleh di poultry shop. Salah satu contoh yang disebutkan adalah Medimix dari Medion.
3. Mengapa Ada Telur dengan Cangkang Tipis?
Untuk kasus telur dengan cangkang tipis, Mas Nugi menyarankan peternak mengecek konsumsi pakan harian.
Pada kandang cage free, peternak dapat menghitung berapa gram pakan yang benar-benar habis setiap hari dengan membagi total pakan yang dikonsumsi dengan jumlah ayam.
Menurut Mas Nugi, konsumsi pakan perlu mencapai standar minimal sekitar 120 gram per ekor per hari.
Cangkang telur yang tipis juga dapat berkaitan dengan kandungan konsentrat dalam pakan, sehingga komposisi pakan perlu diperhatikan.
4. Bagaimana Mengatasi Tembolok Ayam yang Terlihat Bengkak?
Mas Nugi menjelaskan bahwa tembolok ayam memiliki sifat elastis dan memang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara makanan.
Ayam yang belum merasa kenyang dapat memiliki tembolok yang masih terisi pakan. Jadi, tembolok yang terisi setelah ayam makan tidak selalu menunjukkan adanya masalah.
Namun, jika ukurannya terlihat lebih bengkak dari kondisi normal, salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan ayam mengalami keterlambatan pemberian pakan.
Karena itu, peternak perlu memperhatikan pola dan jadwal pemberian pakan agar konsumsi pakan ayam tetap teratur.
5. Mengapa Kotoran Ayam Berwarna Hitam dan Encer?
Untuk kotoran ayam yang berwarna hitam, Mas Nugi menyebutkan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi indikasi saluran pencernaan yang tidak lancar.
Beliau menyarankan pemberian amoxytin selama 3 hari.
Sementara untuk kotoran yang teksturnya encer, kondisi ayam perlu diamati lebih lanjut karena perubahan tekstur kotoran dapat berkaitan dengan kondisi pencernaan dan pemeliharaan ayam.
Apa yang Perlu Dicek Ketika Muncul Masalah pada Ayam Petelur?
Dari beberapa masalah yang disampaikan peserta, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi perhatian peternak, terutama:
- Bobot ayam, terutama pada ayam yang baru memasuki masa produksi.
- Konsumsi pakan harian dan kecukupan pakan.
- Komposisi ransum, termasuk kandungan protein, energi, dan konsentrat.
- Kondisi telur, termasuk ukuran dan ketebalan cangkang.
- Kondisi tembolok setelah ayam makan.
- Warna dan tekstur kotoran.
- Riwayat vaksinasi ayam.
Dengan melakukan pemantauan secara rutin, perubahan kondisi ayam dapat lebih cepat diketahui.
Kesimpulan
Beberapa masalah pada ayam petelur seperti telur kecil, cangkang tipis, tembolok yang terlihat penuh, dan perubahan kotoran perlu dilihat bersama dengan kondisi ayam secara keseluruhan.
Menurut Mas Nugi, peternak dapat mulai melakukan pengecekan dari bobot ayam, konsumsi pakan harian, komposisi ransum, serta kondisi kandang dan kesehatan ayam.
Untuk ayam umur 25 minggu dengan telur yang masih kecil, bobot ayam perlu diperiksa terlebih dahulu. Sementara pada telur bercangkang tipis, konsumsi pakan dan kandungan konsentrat perlu diperhatikan.
Pemantauan rutin menjadi penting agar peternak dapat mengetahui perubahan kondisi ayam dan mengambil langkah penanganan sesuai masalah yang ditemukan.

Content Production yang menulis sekaligus mengelola konten seputar dunia peternakan. Dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami, informasi yang dibagikan ditujukan untuk membantu para pemula yang baru memulai usaha ternak.





