Selain pakan dan program vaksinasi, sebagian peternak juga mulai memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai bagian dari manajemen pemeliharaan ayam petelur.
Dalam Webinar Strategi Jitu Ternak Ayam Petelur yang diselenggarakan oleh Hobi Ternak, salah satu peserta menanyakan mengenai penggunaan bahan alami untuk ayam. Pertanyaan tersebut muncul setelah pada sesi webinar sebelumnya sempat dibahas penggunaan bawang putih sebagai salah satu bahan alami.
Peserta kemudian ingin mengetahui bahan alami lain yang juga digunakan dalam pemeliharaan ayam petelur serta bagaimana cara pemberiannya.
JUAL PULLET AYAM PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP*
Herbal Apa Saja yang Digunakan?
Menjawab pertanyaan tersebut, drh. Muhammad Zuhdi Irhamni menjelaskan bahwa di peternakan yang beliau kelola, bahan herbal yang digunakan adalah:
- Kunyit
- Temulawak
- Jahe
Ketiga bahan tersebut digunakan sebagai bagian dari penerapan manajemen pemeliharaan di peternakan.
Bagaimana Cara Memberikan Herbal untuk Ayam Petelur?
Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni, proses pemberian herbal dilakukan dengan tahapan yang sederhana.
Bahan herbal yang masih utuh terlebih dahulu dikeringkan hingga kadar airnya berkurang. Setelah benar-benar kering, bahan tersebut digiling hingga menjadi bubuk halus.
Selanjutnya, bubuk herbal tersebut dicampurkan secara merata ke dalam pakan ayam yang sudah disiapkan.
Dengan cara tersebut, ayam dapat mengonsumsi herbal bersamaan dengan pakan hariannya.
Apakah Herbal Diberikan dalam Kondisi Mentah?
Ya. drh. Muhammad Zuhdi Irhamni menjelaskan bahwa bahan herbal digunakan dalam kondisi alami tanpa proses pemasakan.
Namun sebelum dicampurkan ke pakan, bahan tersebut tetap dikeringkan terlebih dahulu agar lebih mudah digiling menjadi bubuk.
Dengan demikian, proses yang dilakukan meliputi:
- Menyiapkan bahan herbal dalam kondisi utuh.
- Mengeringkan bahan hingga siap digiling.
- Menggiling menjadi bubuk halus.
- Mencampurkannya ke dalam pakan ayam.
Apakah Perlu Dibakar atau Diolah Terlebih Dahulu?
Tidak. Berdasarkan pengalaman yang diterapkan di peternakan, drh. Muhammad Zuhdi Irhamni menyampaikan bahwa bahan herbal tidak perlu dibakar maupun melalui proses pengolahan khusus sebelum digunakan.
Setelah dikeringkan dan digiling, bubuk herbal dapat langsung dicampurkan ke pakan ayam.
Cara tersebut menjadi metode yang diterapkan dalam pemeliharaan ayam petelur di peternakan yang beliau kelola.
Berapa Dosis Herbal yang Digunakan?
Untuk dosis penggunaan, drh. Muhammad Zuhdi Irhamni menjelaskan bahwa saat ini peternakan menggunakan sekitar 2 kilogram campuran herbal untuk setiap 500 kilogram pakan.
Dosis tersebut merupakan penerapan yang digunakan di peternakan dan disampaikan sebagai pengalaman lapangan berdasarkan praktik yang telah dilakukan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Herbal
Penggunaan bahan herbal sebaiknya tetap menjadi bagian dari manajemen pemeliharaan secara keseluruhan.
Peternak tetap perlu memperhatikan kualitas pakan, kebersihan kandang, program vaksinasi, serta manajemen pemeliharaan yang baik agar performa ayam petelur dapat tetap optimal.
Dengan kata lain, penggunaan herbal tidak menggantikan kebutuhan dasar ayam, tetapi diterapkan sebagai bagian dari praktik pemeliharaan di peternakan.
Kesimpulan
Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni, bahan herbal yang digunakan di peternakan meliputi kunyit, temulawak, dan jahe.
Cara pemberiannya dilakukan dengan mengeringkan bahan terlebih dahulu, kemudian menggilingnya hingga halus sebelum dicampurkan ke dalam pakan ayam.
Dalam penerapannya, peternakan menggunakan dosis sekitar 2 kilogram campuran herbal untuk setiap 500 kilogram pakan. Metode ini merupakan praktik yang diterapkan berdasarkan pengalaman pemeliharaan di lapangan.
Catatan: Cara pemberian dan dosis herbal pada artikel ini merupakan praktik yang diterapkan di peternakan drh. Muhammad Zuhdi Irhamni. Penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peternakan.
Pertanyaan tentang Herbal untuk Ayam Petelur
Berdasarkan pengalaman di peternakan yang beliau kelola, herbal yang digunakan adalah kunyit, temulawak, dan jahe.
Ya. Bahan herbal digunakan dalam kondisi alami, tetapi terlebih dahulu dikeringkan sebelum digiling menjadi bubuk dan dicampurkan ke dalam pakan.
Tidak. Menurut drh. Muhammad Zuhdi Irhamni, bahan herbal tidak perlu dibakar atau diolah secara khusus. Setelah dikeringkan dan digiling, herbal dapat langsung dicampurkan ke pakan.
Dalam praktik di peternakan, dosis yang digunakan adalah sekitar 2 kilogram campuran herbal untuk setiap 500 kilogram pakan.
Lengkapi Kebutuhan Ternak Ayam Petelur Anda di Hobi Ternak
Keberhasilan beternak ayam petelur tidak hanya bergantung pada manajemen pemeliharaan, tetapi juga dimulai dari penggunaan bibit yang berkualitas dan kandang yang sesuai.
Di Hobi Ternak, tersedia DOC ayam petelur, ayam pullet siap produksi, serta kandang baterai ayam petelur untuk membantu Anda memulai maupun mengembangkan usaha peternakan.
Padukan bibit unggul, manajemen pemeliharaan yang baik, serta penerapan pakan dan program kesehatan yang tepat agar potensi produksi ayam petelur dapat tercapai secara optimal.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Junior Content Production Specialist yang menyajikan artikel tentang ayam hias dan unggas unik dengan bahasa yang sederhana dan menarik, membantu pembaca dari kalangan pehobi hingga peternak pemula.








