Produksi Ayam Petelur Menurun? Ini Faktor yang Perlu Dicek Menurut Mas Nugi

Menjaga produksi ayam petelur tetap stabil menjadi salah satu perhatian penting bagi peternak. Ketika produksi mulai menurun, peternak perlu mengetahui faktor apa saja yang mungkin memengaruhinya.

Selain produksi telur, pemilihan pakan juga perlu disesuaikan dengan umur dan kondisi ayam. Hal ini menjadi semakin penting ketika jumlah ayam yang dipelihara cukup banyak.

Melalui seri Mas Nugi Menjawab, HobiTernak merangkum jawaban Mas Nugi, praktisi layer dan pakar deteksi penyakit ayam, terhadap pertanyaan Farah dari Semarang dalam Webinar HobiTernak “Bongkar Strategi Ternak Ayam Petelur”.

Menjaga produksi ayam petelur tetap stabil perlu didukung pemilihan pakan yang sesuai dengan umur dan kondisi ayam.
Menjaga produksi ayam petelur tetap stabil perlu didukung pemilihan pakan yang sesuai dengan umur dan kondisi ayam.

Pertanyaan Peserta Webinar

Penanya: Farah — Semarang

Peserta menyampaikan beberapa pertanyaan terkait pemeliharaan ayam petelur, di antaranya:

  1. Apa saja vaksin dan vitamin yang diperlukan untuk ayam petelur?
  2. Apa penyebab produksi telur mengalami penurunan?
  3. Pakan apa yang bagus untuk sekitar 2.100 ekor ayam dan berapa kebutuhan pakannya?
  4. Di mana bisa mendapatkan DOC ayam petelur dan berapa harganya?

Jawaban Mas Nugi

1. Vaksin dan Vitamin Ayam Petelur Disesuaikan dengan Riwayat Ayam

Menurut Mas Nugi, pemberian vaksin perlu melihat riwayat vaksinasi ayam sebelumnya.

Untuk ayam yang dibeli dalam bentuk pullet, peternak dapat menanyakan riwayat vaksin kepada pihak supplier atau perusahaan tempat pullet tersebut dibeli. Dengan mengetahui vaksin apa saja yang sudah diberikan, peternak dapat menentukan langkah vaksinasi berikutnya dengan lebih tepat.

Sementara untuk mengetahui harga vaksin maupun vitamin, Mas Nugi menyarankan peternak mengeceknya melalui Shopee atau poultry shop.

2. Apa Penyebab Produksi Telur Ayam Menurun?

Ketika produksi telur mengalami penurunan, menurut Mas Nugi penyebabnya perlu diperiksa terlebih dahulu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Apakah ayam sedang sakit.
  • Apakah nafsu makan ayam menurun.
  • Apakah ayam mengalami kondisi panas.
  • Bagaimana kondisi kandang.

Artinya, produksi telur yang menurun tidak bisa langsung dikaitkan dengan satu penyebab saja. Peternak perlu melihat kondisi ayam dan lingkungan pemeliharaan secara keseluruhan.

3. Pakan untuk 2.100 Ekor Ayam Petelur

Untuk peternak pemula, Mas Nugi menyarankan menggunakan pakan pabrikan yang stabil.

Beberapa merek yang disebutkan adalah:

  • Comfeed
  • Pokphand
  • Cargill

Pakan juga perlu disesuaikan dengan umur ayam.

Untuk DOC, Mas Nugi menyebutkan penggunaan pakan berbentuk mesh, seperti pre-starter atau BR0.

Dengan menyesuaikan jenis pakan berdasarkan umur ayam, kebutuhan nutrisi dapat diberikan sesuai tahap pertumbuhan ayam.

Jangan Hanya Melihat Jumlah Telur

Ketika produksi ayam petelur mengalami perubahan, peternak sebaiknya tidak hanya melihat jumlah telur yang dihasilkan.

Kondisi ayam juga perlu diperiksa, terutama kesehatan, nafsu makan, kondisi kandang, dan suhu lingkungan.

Pemilihan pakan juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan. Mas Nugi menyarankan penggunaan pakan pabrikan yang stabil bagi peternak pemula, dengan contoh merek Comfeed, Pokphand, dan Cargill.

Kesimpulan

Produksi ayam petelur yang menurun perlu dicari penyebabnya dengan melihat kondisi ayam secara menyeluruh. Menurut Mas Nugi, peternak perlu memeriksa apakah ayam sakit, nafsu makan menurun, mengalami kondisi panas, atau terdapat masalah pada kandang.

Untuk vaksin, riwayat vaksinasi dari supplier atau perusahaan tempat pullet dibeli perlu diketahui terlebih dahulu. Sementara harga vaksin dan vitamin dapat dicek melalui Shopee atau poultry shop.

Untuk pakan, Mas Nugi menyebut Comfeed, Pokphand, dan Cargill sebagai contoh pakan pabrikan yang stabil untuk peternak pemula. Jenis pakan tetap perlu disesuaikan dengan umur ayam, termasuk penggunaan pre-starter atau BR0 berbentuk mesh untuk DOC.

Bantu menilai artikel ini

Klik bintang di bawah:

Rating: 0 / 5. Suara: 0

Belum ada nilai.

Tinggalkan komentar

WhatsApp Cek Stok & Harga via WA