JUAL DOC / BIBIT KUB
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*
Terbit: 24 Feb 2017 • Update: 27 Agustus 2026
Berapa modal yang dibutuhkan untuk beternak ayam KUB 1.000 ekor? Berapa biaya yang harus dikeluarkan, berapa potensi laba, dan apakah usaha tersebut layak dijalankan?
Artikel ini membahas analisis usaha ayam KUB 1.000 ekor dalam dua segmen, yaitu KUB pedaging dan KUB petelur.
Pembahasan mencakup asumsi usaha, biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, laba, R/C Ratio, hingga BEP (Break Even Point).
Dengan membandingkan kedua segmen tersebut, kamu bisa mendapatkan gambaran usaha yang lebih jelas sebelum menentukan pilihan berdasarkan modal, lahan, dan tujuan usaha.
Catatan: Angka dalam artikel ini merupakan simulasi berdasarkan asumsi yang digunakan dalam analisis. Hasil aktual dapat berbeda sesuai harga input produksi dan harga jual di daerah masing-masing.
Mengenal Ayam Unggulan KUB
Ayam KUB adalah ayam hasil penelitian Balai Penelitian Ternak, Badan Litbang Pertanian.
Ayam ini memiliki keunggulan berupa produktivitas telur yang bisa mencapai 160–180 butir per tahun. Puncak bertelur mencapai 66,67% pada umur 27 minggu dan produksinya dapat bertahan selama 6 minggu dengan capaian >60%.
Sifat mengeram ayam KUB juga sangat rendah, yaitu sekitar 10%, jauh di bawah ayam kampung biasa yang mencapai 100%.
Untuk produksi daging, bobot potong ayam KUB berkisar 800–1.000 gram dalam waktu pemeliharaan 10 minggu. Dibandingkan ayam kampung biasa, target bobot yang sama membutuhkan waktu 16–20 minggu pemeliharaan.
Asal-usul ayam KUB dimulai pada tahun 1997–1998 di Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, Jawa Barat, dengan mendatangkan indukan dari beberapa daerah di Jawa Barat.
Faktor-Faktor dalam Analisis Usaha
Dalam analisis usaha, beberapa komponen penting perlu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap hasil akhir usaha.
Secara umum, komponen yang digunakan dalam analisis meliputi:
- Biaya, yaitu segala sesuatu yang diinvestasikan dalam bentuk uang, tanah, bangunan, tenaga kerja, dan aset lain yang diperlukan selama proses produksi.
- Pendapatan, yaitu penerimaan uang dari penjualan produk usaha, seperti ternak hidup, telur, dan produk lainnya.
- Keuntungan, yaitu selisih antara total pendapatan dengan total biaya selama produksi dan pemasaran.
- R/C Ratio, yaitu perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya.
- BEP (Break Even Point), yaitu titik impas suatu usaha.
BEP Harga = Total Biaya : Total Produksi
Analisis Usaha Ayam KUB Pedaging 1.000 Ekor
Analisis berikut digunakan untuk melihat apakah usaha pembesaran ayam KUB pedaging dengan populasi 1.000 ekor menguntungkan atau tidak.
Sebelum menjalankan usaha, analisis diperlukan agar peternak dapat mengetahui kebutuhan modal, biaya yang harus dikeluarkan, serta potensi penerimaan dari usaha tersebut.
Asumsi Usaha KUB Pedaging
Analisis menggunakan asumsi berikut:
- Usaha dimulai dengan pemesanan DOC KUB sejumlah 1.000 ekor.
- Luas kandang yang dibutuhkan berukuran 100 m² (lebar kandang 5–7 meter, dengan panjang menyesuaikan kondisi lahan).
- Harga ayam KUB per ekor usia panen Rp40.000.
- Satu periode pembesaran KUB pedaging membutuhkan waktu sekitar 70–75 hari (2,5 bulan).
- Satu siklus pembudidayaan selama 90 hari atau 3 bulan, termasuk pengosongan kandang dan penyiapan masuk DOC selanjutnya, sehingga dalam satu tahun ada 4 periode.
- Mortalitas atau tingkat kematian sekitar 5%.
- Berat panen rata-rata 830 gram/ekor dengan FCR 2,7. Sehingga dalam pencapaian berat panen 830 gram/ekor membutuhkan pakan 2,3 kg/ekor.
- Pakan yang digunakan dalam ternak tersebut jenis pabrikan dan racikan sendiri.
- Lahan milik pribadi dan peternakan dikelola sendiri.
Biaya Usaha KUB Pedaging
Biaya tetap
| No. | Jenis Biaya | Harga (Rp) | Umur Ekonomi (Tahunan) | Penyusutan 1 Tahun (Rp) | Penyusutan 1 Periode (Rp) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kandang Pembesaran ukuran 100 m² | 15.000.000 | 15 | 1.000.000 | 250.000 |
| 2 | Feeder troy 15 buah @14.000 | 210.000 | 5 | 42.000 | 10.500 |
| 3 | Tempat pakan kapasitas 5 kg 40 buah @20.000 | 800.000 | 5 | 160.000 | 40.000 |
| 4 | Tempat minum kapasitas dua galon 40 buah @22.000 | 880.000 | 5 | 176.000 | 44.000 |
| 5 | Pemanas Semawar | 500.000 | 5 | 100.000 | 25.000 |
| 6 | Terpal 1 rol | 1.000.000 | 5 | 200.000 | 50.000 |
| Jumlah | 18.390.000 | 1.678.000 | 419.500 |
Biaya Variabel per Periode
| No. | Jenis Biaya | Satuan | Jumlah | Harga Satuan (Rp) | Total Biaya (Rp) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | DOC KUB | Ekor | 1.000 | 8.000 | 8.000.000 |
| 2 | Complete Feed | karung/50 kg × 12 bulan | 450.000 | 5.400.000 | |
| 3 | Pakan Finisher | karung/50 kg × 34 karung | 400.000 | 13.600.000 | |
| 4 | Vaksin, vitamin, obat-obatan, sekam, gas elpiji | per ekor | 700 | 700.000 | |
| Jumlah | 27.700.000 |
Catatan:
- Kebutuhan 12 karung starter: konsumsi DOC bulan pertama 0,6 kg/ekor × 1.000 ekor = 600 kg = 12 karung.
- Kebutuhan 34 karung finisher: konsumsi usia 1 bulan–panen 1,7 kg/ekor × 1.000 ekor = 1.700 kg = 34 karung.
- Angka 1,7 kg diperoleh dari kebutuhan pakan 2,3 kg/ekor dikurangi konsumsi bulan pertama 0,6 kg.
Biaya Total
Biaya Total = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp419.500 + Rp27.700.000
= Rp28.119.500
Penerimaan Usaha KUB Pedaging
Penerimaan = Volume produksi × Harga jual
= 788,5 kg × Rp40.000/kg
= Rp31.540.000
Laba Usaha KUB Pedaging
Laba per periode = Penerimaan – Biaya Total
= Rp31.540.000 – Rp28.119.500
= Rp3.420.500
Laba per tahun = Laba per periode × 4 periode
= Rp3.420.500 × 4
= Rp13.682.000
Kelayakan Usaha KUB Pedaging
R/C Ratio
R/C = Total Penerimaan : Total Biaya
= Rp31.540.000 : Rp28.119.500
= 1,12
Nilai 1,12 menunjukkan bahwa setiap rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,12.
BEP Harga Produksi
BEP Harga = Biaya Total : Jumlah Produksi
= Rp28.119.500 : 788,5 kg
= Rp35.662/kg
Titik impas tercapai apabila harga jual ayam KUB minimal Rp35.662/kg.
BEP Volume Produksi
BEP Volume = Biaya Total : Harga Jual per Unit
= Rp28.119.500 : Rp40.000
= 703 kg
Titik impas tercapai saat jumlah ayam KUB yang terjual sebanyak 703 kg.
Analisis Usaha Ayam KUB Petelur 1.000 Ekor
Selain dijadikan pedaging, ayam KUB juga dapat digunakan sebagai ayam petelur.
Berikut simulasi analisis usaha KUB petelur dengan populasi 1.000 ekor.
Asumsi Usaha KUB Petelur
- Usaha dimulai dengan pembelian ayam KUB dara (pullet) calon petelur sejumlah 1.000 ekor.
- Satu periode produksi atau masa produktif ayam KUB petelur kurang lebih 1,5 tahun.
- Rata-rata produktivitas bertelur sekitar 50%.
- Tingkat kematian (mortalitas) 10%.
- Lahan milik sendiri. Kandang yang digunakan sistem baterai.
- Usaha dijalankan langsung oleh pemilik. Sebagai patokan, satu orang bisa merawat hingga 2.000 ekor ayam petelur.
Biaya Usaha KUB Petelur
Biaya Tetap
| No. | Jenis Biaya | Harga (Rp) | Umur Ekonomi (Tahun) | Penyusutan 1 Tahun (Rp) | Penyusutan 1 Periode (Rp) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kandang KUB Baterai | 19.000.000 | 10 | 1.900.000 | 2.850.000 |
| 2 | Kandang Penaungan | 100.000.000 | 10 | 10.000.000 | 15.000.000 |
| 3 | Egg tray 10 buah | 1.000.000 | 10 | 100.000 | 150.000 |
| 4 | Perlengkapan lain-lain | 2.000.000 | 10 | 200.000 | 300.000 |
| Jumlah | 122.000.000 | 12.200.000 | 18.300.000 |
Biaya Variabel per Periode
| No. | Jenis Biaya | Satuan | Jumlah | Harga Satuan (Rp) | Total Biaya (Rp) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ayam KUB Dara (Pullet) | Ekor | 1.000 | 100.000 | 100.000.000 |
| 2 | Kebutuhan pakan ayam KUB petelur | karung 50 kg | 1.080 | 300.000 | 324.000.000 |
| 3 | Vaksin, vitamin, dan obat-obatan | Ekor | 1.000 | 3.000 | 3.000.000 |
| Jumlah | 427.000.000 |
Catatan: Kebutuhan 1.080 karung diperoleh dari total konsumsi selama masa produksi 1,5 tahun (540 hari) × kebutuhan pakan 100 g/ekor/hari = 54 kg × 1.000 ekor = 54.000 kg = 1.080 karung kemasan 50 kg.
Biaya Total
Biaya Total = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp18.300.000 + Rp427.000.000
= Rp445.300.000
Penerimaan Usaha KUB Petelur
Penjualan Telur
170.000 butir × Rp3.000/butir
= Rp510.000.000
Penjualan Indukan Afkir
900 ekor × Rp49.000/ekor
= Rp44.100.000
Total Penerimaan
Rp510.000.000 + Rp44.100.000
= Rp554.100.000
Laba Usaha KUB Petelur
Laba per periode = Penerimaan – Biaya Total
= Rp554.100.000 – Rp445.300.000
= Rp108.800.000
Laba per tahun = Laba per periode × 0,75
= Rp108.800.000 × 0,75
= Rp81.600.000
Kelayakan Usaha KUB Petelur
R/C Ratio
R/C = Total Penerimaan : Total Biaya
= Rp554.100.000 : Rp445.300.000
= 1,24
Nilai 1,24 menunjukkan bahwa setiap rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,24.
BEP Harga Produksi
BEP Harga = Biaya Total : Jumlah Produksi
= Rp445.300.000 : 170.000 butir
= Rp2.619/butir
Titik impas tercapai apabila harga jual telur minimal Rp2.619/butir.
BEP Volume Produksi
BEP Volume = Biaya Total : Harga Jual per Butir
= Rp445.300.000 : Rp3.000
= 148.433 butir
Titik impas tercapai saat jumlah telur yang terjual sebanyak 148.433 butir.

KUB Pedaging vs KUB Petelur: Mana yang Lebih Cocok?
Setelah melihat kedua simulasi di atas, berikut perbandingannya:
| Aspek | KUB Pedaging | KUB Petelur |
|---|---|---|
| Modal Awal | ± Rp28,1 juta/periode | ± Rp445,3 juta/periode |
| Durasi Periode | 2,5 bulan (4× setahun) | 1,5 tahun |
| Laba per Periode | Rp3.420.500 | Rp108.800.000 |
| Laba per Tahun | Rp13.682.000 | Rp81.600.000 |
| R/C Ratio | 1,12 | 1,24 |
| Cocok untuk | Modal kecil, perputaran cepat | Modal besar, hasil lebih stabil |
Jadi, pilih KUB pedaging atau petelur?
Jika melihat simulasi di atas, kedua segmen memiliki karakter usaha yang berbeda.
KUB pedaging menggunakan modal per periode yang lebih kecil dengan waktu pembesaran sekitar 2,5 bulan.
Sementara itu, KUB petelur membutuhkan modal yang lebih besar dan masa produktif sekitar 1,5 tahun, dengan sumber penerimaan dari penjualan telur dan indukan afkir.
Karena itu, pilihan usaha sebaiknya disesuaikan dengan modal, lahan, dan tujuan usaha.
Penting: angka di atas merupakan simulasi dan dapat bervariasi sesuai perkembangan harga input produksi dan harga jual di daerah masing-masing.
FAQ Analisis Usaha Ayam KUB
Dalam simulasi artikel, R/C Ratio KUB pedaging adalah 1,12, sedangkan KUB petelur 1,24.
Karena keduanya memiliki nilai R/C lebih dari 1, simulasi menunjukkan penerimaan lebih besar daripada biaya yang digunakan.
Keduanya memiliki karakter berbeda. KUB pedaging dalam simulasi membutuhkan modal per periode yang lebih kecil dan periode usaha sekitar 2,5 bulan. KUB petelur membutuhkan modal lebih besar dengan masa produktif sekitar 1,5 tahun.
Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan modal, lahan, dan tujuan usaha.
Berdasarkan simulasi dalam artikel, biaya total usaha KUB pedaging 1.000 ekor adalah Rp28.119.500, sedangkan biaya total pada simulasi KUB petelur 1.000 ekor adalah Rp445.300.000.
Nilai tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi yang digunakan dalam artikel.
Dalam simulasi artikel, R/C Ratio KUB pedaging adalah 1,12, sedangkan KUB petelur 1,24.
Karena keduanya memiliki nilai R/C lebih dari 1, simulasi menunjukkan penerimaan lebih besar daripada biaya yang digunakan.
Untuk informasi mengenai ketersediaan dan harga bibit/DOC KUB, kamu dapat menghubungi tim HobiTernak melalui WhatsApp.
Butuh Bibit Ayam KUB?
Jika setelah membaca analisis ini kamu sedang mempertimbangkan untuk memulai usaha KUB dan membutuhkan DOC/bibit ayam KUB, kamu bisa menghubungi tim HobiTernak untuk menanyakan ketersediaan, harga, jumlah pemesanan, dan pengiriman.
Cek harga dan stok bibit ayam KUB melalui WhatsApp:
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.








