JUAL AYAM KUNTARA
Siap kirim ke seluruh Indonesia, GARANSI HIDUP
Ayam Kuntara merupakan salah satu ayam lokal unggul yang dikembangkan untuk menghasilkan ayam dengan kemampuan produksi telur lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa.
Ayam ini memiliki bentuk tubuh yang cukup besar, warna bulu yang beragam, karakter yang relatif tenang, serta kemampuan menghasilkan telur dalam jumlah tinggi. Selain dimanfaatkan untuk menghasilkan telur, Kuntara juga dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging.
Lantas, apa yang membuat Ayam Kuntara berbeda dari ayam kampung biasa? Dari mana asalnya, seperti apa cirinya, dan berapa banyak telur yang dapat dihasilkan?
Mari kenali Ayam Kuntara lebih jauh.
Apa Itu Ayam Kuntara?
Kuntara merupakan singkatan dari Kampung Unggul Nusantara.
Ayam Kuntara dikembangkan melalui proses pemilihan dan pengembangbiakan secara bertahap untuk mendapatkan ayam lokal dengan kemampuan produksi yang lebih baik.
Karakter Kuntara berada di antara ayam kampung biasa dan ayam petelur komersial. Dari sisi telur dan daging, ayam ini tetap memiliki karakter yang dekat dengan ayam kampung sehingga dapat diterima oleh konsumen yang menyukai produk ayam kampung.
Sementara dari sisi produksi telur, kemampuannya jauh lebih tinggi dibandingkan ayam kampung pada umumnya.
Karena karakter tersebut, Kuntara sering disebut sebagai ayam petelur kampung.
Asal-Usul Ayam Kuntara
Pengembangan Ayam Kuntara diprakarsai oleh Edi Irawan, peternak dari Kabrokan Kulon, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta.
Edi Irawan sebelumnya telah berpengalaman dalam dunia unggas, terutama dalam pengembangan ayam Joper.
Pengembangan Kuntara berangkat dari kebutuhan untuk mendapatkan ayam lokal yang memiliki kemampuan produksi telur tinggi, tetapi tetap mempunyai karakter telur dan daging yang dekat dengan ayam kampung.
Selain menghasilkan ayam dengan produktivitas yang lebih baik, pengembangan Kuntara juga memiliki tujuan untuk mendorong kemandirian peternak.
Peternak diharapkan dapat mengembangkan bibit sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan, sehingga tidak harus selalu bergantung pada pembelian indukan dari pihak lain.
Kenapa Disebut Kuntara?
Nama Kuntara diambil dari nama salah satu rekan pengembang, yaitu Pak Anggoro yang biasa dipanggil Kunto.
Nama tersebut kemudian digunakan untuk menyebut ayam lokal unggul yang dikembangkan tersebut.
Kuntara 4, Ayam Kuntara yang Mulai Diperkenalkan pada 2022
Ayam Kuntara mulai diperkenalkan pada akhir tahun 2022 dengan nama Kuntara 4.
Kuntara 4 memiliki bentuk tubuh yang cukup menyerupai ayam petelur. Jengger terlihat jelas, bulu cukup tebal, dan bentuk tubuhnya mendukung kemampuan menghasilkan telur.
Namun, karakter telurnya tetap berada dalam kategori telur ayam kampung sehingga dapat diterima oleh pasar dan konsumen yang terbiasa mengonsumsi ayam kampung.
Ciri-Ciri Ayam Kuntara
Sebelum tertarik memeliharanya, penting untuk mengenali ciri-ciri Ayam Kuntara terlebih dahulu.
1. Memiliki Tubuh yang Cukup Besar
Salah satu ciri yang cukup menonjol adalah ukuran tubuhnya.
Ayam Kuntara dewasa dapat mencapai bobot sekitar 2,5–3,5 kg. Ukuran tersebut membuat Kuntara memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai ayam pedaging selain sebagai ayam petelur.
2. Warna Bulu Beragam
Warna bulu Kuntara cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah hitam, abu-abu, jali atau lurik, serta kombinasi warna merah, kuning, dan oranye.
Warna bulu tersebut menjadi salah satu karakter yang membuat Ayam Kuntara mudah menarik perhatian.
3. Bentuk Tubuh Menyerupai Ayam Petelur
Dari bentuk fisiknya, Kuntara cukup dekat dengan ayam petelur.
Jengger terlihat jelas dan bulunya cukup tebal. Bentuk tubuh tersebut merupakan bagian dari karakter yang mendukung kemampuan produksinya sebagai ayam penghasil telur.
4. Memiliki Suara yang Cukup Keras
Ayam Kuntara memiliki suara yang cukup keras dengan ciri khas tersendiri.
Hal ini menjadi salah satu karakter yang dapat dikenali dari ayam tersebut.
5. Karakternya Relatif Jinak
Kuntara dikenal memiliki karakter yang relatif tenang dan jinak.
Ayam ini juga tidak dikenal memiliki kecenderungan menyerang ayam lain secara berlebihan sehingga cukup mudah dipelihara.
Keunggulan Ayam Kuntara
Ayam Kuntara dikembangkan bukan sekadar untuk memiliki bentuk yang menarik. Ada beberapa keunggulan yang membuat ayam ini menarik untuk dipelihara.
Produksi Telur Tinggi
Salah satu keunggulan utama Kuntara adalah kemampuan menghasilkan telur dalam jumlah tinggi.
Dalam kondisi pemeliharaan yang baik, produksinya dapat mencapai sekitar 280–300 butir telur per ekor per tahun.
Jumlah tersebut menjadi salah satu pembeda utama Kuntara dibandingkan ayam kampung biasa.
Ukuran Telur Cukup Besar
Telur Kuntara memiliki bobot sekitar 55–65 gram per butir, dengan rata-rata sekitar 60 gram.
Ukuran tersebut membuat telur Kuntara cukup menarik untuk produksi telur konsumsi.
Tidak Memiliki Sifat Mengeram
Ayam Kuntara dikenal tidak memiliki sifat mengeram.
Bagi peternak yang fokus pada produksi telur, karakter ini menjadi keuntungan karena ayam tidak berhenti bertelur untuk mengerami telur.
Bisa Dimanfaatkan untuk Telur dan Daging
Kuntara tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai ayam petelur.
Dengan bobot dewasa sekitar 2,5–3,5 kg, ayam ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging setelah masa produktif bertelurnya selesai.
Artinya, Kuntara dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu produksi telur selama masa produktif dan daging setelahnya.
Relatif Tahan terhadap Kondisi Lingkungan
Sebagai ayam lokal, Kuntara dikembangkan agar dapat dipelihara di lingkungan tropis seperti Indonesia.
Ayam ini dikenal cukup tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan dan tidak mudah stres apabila dipelihara dengan baik.
Masa Pemanas DOC Relatif Singkat
DOC Kuntara tetap membutuhkan pemanas pada masa awal pertumbuhan. Namun, kebutuhan pemanasnya relatif singkat, yaitu sekitar 10–15 hari berdasarkan sumber yang digunakan.
Setelah melewati masa tersebut, DOC dapat mulai beradaptasi dengan suhu lingkungan apabila kondisi pemeliharaannya mendukung.
Produktivitas Telur Ayam Kuntara
Kemampuan menghasilkan telur menjadi salah satu alasan utama Ayam Kuntara dikembangkan. Ayam ini dapat mulai bertelur pada usia sekitar 4,5–5 bulan, sehingga menarik bagi peternak yang mencari ayam lokal dengan masa mulai bertelur yang relatif cepat.
Setelah memasuki masa produksi, Kuntara memiliki potensi menghasilkan sekitar 280–300 butir telur per ekor per tahun, dengan bobot telur sekitar 55–65 gram per butir.
Dalam pemeliharaan yang baik, produksi telur dapat berada di atas 70%. Dengan pengelolaan pakan dan lingkungan yang baik, produksinya dapat mencapai sekitar 80%. Sementara itu, pada umur sekitar 28 minggu, produksi telur dapat mencapai sekitar 80–90%.
Angka tersebut merupakan potensi produksi. Hasil yang diperoleh setiap peternak dapat berbeda karena dipengaruhi oleh kualitas bibit, pakan, kesehatan ayam, kondisi kandang, dan cara pemeliharaan.
Ayam Kuntara untuk Petelur atau Pedaging?
Ayam Kuntara merupakan ayam lokal unggul dengan kemampuan menghasilkan telur yang tinggi. Jika dibandingkan dengan ayam ras petelur komersial, Kuntara memiliki karakter yang berbeda karena telur dan dagingnya tetap dekat dengan karakter ayam kampung.
Kuntara dapat mulai bertelur pada usia sekitar 4,5–5 bulan dan memiliki potensi produksi sekitar 280–300 butir telur per ekor per tahun. Karena kemampuan tersebut, Kuntara sering disebut sebagai ayam petelur kampung.
Namun, Kuntara tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan telur. Ayam ini juga memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dengan bobot dewasa sekitar 2,5–3,5 kg. Setelah masa produktif bertelurnya selesai, ayam masih dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging.
Karakter tersebut membuat Kuntara dapat dipelihara untuk mendapatkan telur sekaligus daging. Bagi peternak, pilihan pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan dan kondisi ternak.
Meski memiliki potensi produksi yang baik, hasil pemeliharaan tetap dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti kualitas bibit, pakan, kondisi kandang, kesehatan ayam, dan cara pemeliharaan.
Harga Ayam Kuntara
Harga Ayam Kuntara dapat berbeda berdasarkan umur dan jenis ayam yang tersedia.
Untuk Kuntara-4, berikut daftar harga per ekor:
| Umur / Jenis | Harga per Ekor |
|---|---|
| DOC | Rp20.000 |
| Usia 3 minggu | Rp70.000 |
| Usia 1 bulan | Rp90.000 |
| Usia 2 bulan | Rp120.000 |
| Usia 3 bulan | Rp170.000 |
| Usia 4 bulan | Rp200.000 |
| Usia 5 bulan | Rp230.000 |
| Indukan | Rp250.000 |
Harga tersebut merupakan daftar harga Kuntara-4 per ekor berdasarkan umur.
Jika ingin mengetahui harga dan ketersediaan Ayam Kuntara terbaru, sebaiknya cek sebelum melakukan pemesanan karena harga dan stok dapat berubah.
FAQ Ayam Kuntara
Ayam Kuntara atau Kampung Unggul Nusantara merupakan ayam lokal unggul yang dikembangkan untuk memiliki kemampuan produksi telur lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa.
Ayam Kuntara dapat mulai bertelur pada usia sekitar 4,5–5 bulan.
Kuntara memiliki potensi produksi sekitar 280–300 butir telur per ekor per tahun dalam kondisi pemeliharaan yang baik.
Bisa. Selain menghasilkan telur, Kuntara dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging karena memiliki ukuran tubuh yang cukup besar.
Kuntara dikenal tidak memiliki sifat mengeram sehingga dapat terus diarahkan untuk produksi telur.
Tertarik Mulai Memelihara Ayam Kuntara?
Setelah tahu karakter, potensi telur, hingga cara perawatannya, apakah Ayam Kuntara sesuai dengan kebutuhan ternak Anda?
HobiTernak menyediakan Kuntara-4 mulai dari DOC hingga indukan, sehingga Anda bisa memilih ayam sesuai umur dan tujuan pemeliharaan.
Ingin tahu harga dan stok Kuntara-4 yang tersedia?
Cek Harga & Ketersediaan Kuntara-4 Sekarang
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.




