Tips Perawatan Alat Penetas Telur Agar Tidak Rusak

Sudah semestinya bahwa semua jenis makhluk hidup memiliki cara untuk dapat mempertahankan keberadaannya.

Hal ini tidak terkecuali bagi unggas yang mana mereka juga akan memiliki cara tersendiri agar dapat bertahan dengan cara mengembangkan populasinya melalui telur yang ditetaskan.

Ada berbagai cara untuk menetaskan telur, salah satu yang memegang peranan penting yaitu alat penetas telur.

Pada umumnya unggas seperti ayam, itik hingga burung puyuh biasa dipelihara untuk diambil telur dan dagingnya.

Lalu bagaimana cara mempertahankan populasinya padahal unggas ini dibutuhkan oleh masyarakat secara terus menerus? 

Upaya untuk penggantian populasi ini dapat dilakukan dengan melalui proses tahapan penetasan telur. 

Alat penetasan telur dengan cara alami yaitu dengan dierami oleh induknya sendiri. Namun dengan cara alami tersebut memiliki kekurangan yaitu tidak bisa mengerami telur dengan jumlah yang banyak. 

Jadi kurang efisien bila untuk usaha komersial menggunakan cara alami, maka dari itu penggunaan mesin penetas ini sangat dibutuhkan untuk kelancaran usaha yang dijalani

Penggunaan mesin penetas telur harus di rawat secara rutin agar tidak mudah rusak. Berikut akan kami informasikan cara perawatan mesin penetas telur. Cek informasinya dibawah ini ya…

Perawatan Mesin Penetas Telur

Saat proses penetasan selesai, biasanya sisa dari hasil tetasan masih berada didalam mesin penetas.

Oleh karena itu, perawatan diperlukan agar mesin tetas bersih dari ancaman bakteri yang disebabkan oleh kotornya mesin tetas.

Perawatan ini juga bermanfaat agar tetap berfungsi dengan baik meskipun cukup sering digunakan.

Langkah perawatan mesin penetas telur adalah sebagai berikut 

  1. Saat proses penetasan tidak lupa rak dan tempat air dibersihkan, biasanya disini akan tersisa cangkang-cangkang telur yang berhasil menjadi bibit unggas
  2. Angkat rak tempat air kemudian cuci dengan sabun agar bakteri yang menempel menjadi hilang
  3. Semprot menggunakan cairan antibakteri kemudian jemur sampai kering 
  4. Tidak lupa komponen lain dapat dibersihkan dengan cara di lap saja

Pemeliharaan alat penetas telur memang cukup mudah, akan tetapi hal ini juga membutuhkan ketelatenan bagi pemiliknya. 

Terkadang tanpa kita sadari dalam satu bulan mesin tetas digunakan dari pagi sampai malam sehingga terlewat untuk melakukan pembersihan.

Waktu yang tepat dalam proses pembersihan yaitu pada waktu setelah proses menetas selesai yang mana telah disebutkan tadi yaitu membersihkan cairan dan sisa cangkang yang tertinggal kemudian saat masa istirahat mesin tetas juga.

Tips Perawatan Alat Penetas Telur Agar Tidak Rusak ~ infografis
Tips Perawatan Alat Penetas Telur Agar Tidak Rusak ~ infografis

Alat penetas telur buatan yang sampai saat ini cukup dikenal yaitu ada dua jenis : 

Jenis-jenis alat penetas telur buatan

1. Alat Tetas Konvensional

Jenis mesin tetas ini yaitu dengan media matahari sebagai sumber panas dengan penyimpanan panas berupa sekam.

Dapat dikatakan alat penetas telur ini merupakan jenis alat penetas telur sederhana.

Dahulu mesin penetas tersebut pertama kali digunakan oleh peternak di Bali dan kemudian penggunaannya mulai menyebar di berbagai tempat.

Meskipun cukup sederhana, penggunaan mesin tetas ini perlu adanya persiapan yang matang.

Menurut informasi ada dua cara proses pelaksanaannya yaitu dengan cara Bali dan juga Bali- Amuntai. Alat penetas ini umumnya digunakan untuk menetaskan Itik.

2. Mesin Tetas

Mungkin ada beberapa orang yang masih belum begitu familiar dengan mesin tetas.

Secara sederhana, mesin tetas merupakan sebuah lemari dengan susunan yang dibuat sedemikian mungkin agar panas berfungsi secara optimal.

Suhu dan ukuran derajat panasnya dapat diatur sesuai kebutuhan saat proses penetasan.

Dalam keberadaannya, mesin tetas memiliki kapasitas yang mana berdasarkan ukuran kotak dan juga daya panas yang diterima oleh mesin tetas tersebut.

Semakin besar kapasitasnya maka akan semakin besar daya panas yang dibutuhkan.

Mempersiapkan mesin tetas perlu menyesuaikan dengan jumlah telur yang akan ditetaskan begitu juga kapasitas dalam mesin tetasnya, semakin kecil ukuran telurnya semakin banyak pula jumlah telur yang dapat dimasukkan. 

Mesin penetas terbagi menjadi 3 jenis menurut proses pengoperasiannya dan pembalikannya. Pertama yaitu mesin tetas manual, kedua mesin tetas semi otomatis dan ketiga yaitu mesin tetas otomatis (full otomatis).

Contoh penetasan telur menggunakan mesin penetas telur | Image 1

Jenis-jenis mesin penetas berdasarkan cara pengoperasian & pembalikan

1. Mesin Tetas Manual

Proses pembalikan mesin tetas manual dilakukan dengan tangan, caranya yaitu ruangan inkubator dibuka kemudian telur satu persatu dibalikkan.

Umumnya mesin tetas ini biasa digunakan pada mesin tetas sederhana untuk kalangan penghobi.

Mesin tetas manual dengan menggunakan bahan dasar kardus | image 2

2. Mesin Tetas Semi Otomatis

Komponen mesin tetas dilengkapi dengan tuas pemutar yang berada diluar mesin tetas. Kemudian saat proses pembalikkan tinggal diputar saja.

Mesin Penetas Semi Otomatis Rak Putar Tipe C-30 | image 3

3. Mesin Tetas Otomatis (Full Otomatis)

Cukup terdapat banyak kelebihan dari alat penetas telur otomatis ini. Dengan dilengkapi timer dan dengan desain yang memungkinkan telur dapat berputar secara otomatis dengan waktu pemutaran yang sudah ditentukan sebelumnya.

Ini cukup menguntungkan bagi penetas karena frekuensi yang dicapai ideal dan daya tetas semakin tinggi.

Mesin tetas full otomatis | image 4

Baca juga : 

Berbagai jenis mesin tetas tentu memiliki komponen utama.  Komponen alat penetas telur ini tergolong sama, baik itu mesin tetas manual, mesin tetas semi otomatis hingga mesin tetas full otomatis. 

Komponen alat penetas telur

1. Pengatur Suhu ( Termostat )

Termostat merupakan komponen penting yang berguna untuk mengatur suhu secara otomatis.

Sistem kerja komponen ini dengan memutuskan aliran listrik apabila suhu didalam mesin tetas sudah sesuai dengan kebutuhan telur.

Begitu juga apabila suhu menurun maka aliran listrik akan mengalir sehingga mesin tetas kembali normal. Maka termostat ini berfungsi untuk mengatur suhu.

2. Sumber Pemanas

Jika dahulu sumber panas menggunakan api dari media kompor minyak tanah atau kayu bakar, kini sudah bergeser dengan media lain seperti lampu pijar dan elemen kumparan kawat yang berasal dari energi listrik atau gas. 

3. Termometer dan Hygrometer

Berfungsi untuk mengontrol suhu dan kelembaban dalam mesin penetas sehingga operator mesin tetas dapat memantau apakah sudah sesuai atau belum.

4. Pengatur kelembaban

Biasanya untuk mengatur kelembaban mesin tetas, diperlukan air yang ditempatkan di wadah atau nampan yang berbahan dasar plastik.

Air berguna untuk mengatur kelembaban di dalam mesin penetas agar tetap ideal.

Sampai proses penetasan selesai air tidak ditambah maupun dikurangi melainkan dibuang dan diganti yang baru jika sudah selesai dan akan digunakan kembali.

5. Rak Telur

Rak telur menjadi tempat untuk meletakkan telur yang mana saat proses pembalikan telur akan berbeda caranya tergantung jenis mesin tetas yang digunakan.

Biasanya untuk telur ayam biasa, pada usia 21 hari sudah bisa menetas | Image 5

Keberadaan alat penetas telur memang sangat membantu bagi para peternak terlebih bagi para pelaku usaha baik itu dalam skala kecil maupun skala besar sehingga dapat mendukung dalam mencapai keberhasilan usahanya.

Namun, dengan banyak ragamnya alat penetas telur, tentu harga yang ditawarkan oleh produsen juga akan berbeda-beda.

Pasalnya harga alat penetas telur sederhana akan dibandrol dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan alat penetas telur otomatis.

Meskipun kita jumpai banyak kelebihan yang dapat kita rasakan bilamana menggunakan mesin tetas otomatis yaitu dengan keunggulannya membuat pekerjaan lebih ringan karena sistem kerja yang otomatis sehingga hanya dengan pengaturan awal, mesin akan bekerja secara otomatis.

Namun tak sedikit juga yang masih menggunakan alat penetas telur sederhana. 

Baca juga :

Disamping itu, ada juga para pemula yang memanfaatkan mesin tetas yang ukurannya kecil atau memiliki daya tampung telur yang sedikit. Ini biasanya disebut dengan mesin penetas telur mini.

Harga mesin penetas telur mini juga lebih terjangkau dengan kapasitas mulai dari 7 butir.

Dengan harga yang berbeda di setiap jenisnya, dalam hal perawatan menjadi hal yang sewajarnya untuk tidak kita sepelekan baik itu jenis penetas telur manual, semi otomatis hingga full otomatis.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat !!!

Bagi Anda yang tertarik untuk menetaskan telur menggunakan mesin penetas telur, kami dari hobiternak.com menyediakan. Pengiriman bisa ke seluruh wilayah Indonesia, dan sampai alamat tujuan. Untuk pemesanan silahakAn hubungi nomor dibawah ini : 

WHATSAPP/TELPON/SMS

0856-4772-3888

CS 2
0812-4648-2525

CS 3
0813-6330-7506



5/5 - (19 votes)

Agus Harianto S.Pt & Hobi Ternak Team 9

Tim hobiternak.com dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto S.Pt, beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya. Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat.

Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

GRATIS Konsultasi atau Order via WA
Exit mobile version