Cara Menghintung FCR Ayam Broiler + Rumus

JUAL DOC / BIBIT AYAM BROILER

Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*

Terbit: 16 Maret 2022 • Update: 22 Agustus 2026

FCR menjadi salah satu istilah yang cukup familiar bagi peternak ayam broiler. FCR juga digunakan dalam pemeliharaan ayam pedaging lainnya untuk mengetahui efisiensi penggunaan pakan.

FCR (Feed Conversion Ratio) merupakan perbandingan antara jumlah pakan yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot ayam. Dengan menghitung FCR, peternak dapat mengetahui seberapa efisien pakan yang diberikan dalam menghasilkan pertambahan bobot ayam.

Semakin rendah nilai FCR dengan pertumbuhan ayam yang tetap baik, semakin efisien penggunaan pakannya.

Pentingnya menghitung FCR Ayam Broiler | image 1
Pentingnya menghitung FCR Ayam Broiler | image 1

Rumus FCR Ayam Broiler

Cara menghitung FCR ayam broiler cukup sederhana. Rumusnya adalah:

FCR = Total Pakan yang Dikonsumsi (kg) ÷ Total Pertambahan Bobot Ayam (kg)

Sementara itu, pertambahan bobot ayam dapat dihitung dengan:

Pertambahan Bobot = Bobot Akhir – Bobot Awal

Contoh Cara Menghitung FCR Ayam Broiler

Misalnya terdapat 2.500 ekor ayam broiler dengan total bobot awal 100 kg. Saat panen, total bobot ayam mencapai 3.750 kg.

Maka pertambahan bobot ayam:

3.750 kg – 100 kg = 3.650 kg

Jika selama pemeliharaan pakan yang dikonsumsi sebanyak 5.000 kg, maka:

FCR = 5.000 ÷ 3.650

FCR = 1,37

Artinya, berdasarkan metode perhitungan tersebut, dibutuhkan sekitar 1,37 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg pertambahan bobot ayam.

Perlu diperhatikan bahwa metode pencatatan FCR dapat berbeda. Karena itu, hasil perhitungan sebaiknya dibandingkan dengan standar strain, umur panen, dan metode pengukuran yang sama.

Faktor yang Mempengaruhi Nilai FCR Ayam Broiler

Nilai FCR tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah pakan. Kondisi selama pemeliharaan juga dapat membuat FCR menjadi lebih tinggi atau lebih rendah.

1. Kondisi kandang

Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu kenyamanan dan pertumbuhan ayam. Karena itu, kondisi kandang ayam broiler perlu diperhatikan, mulai dari ventilasi, kepadatan, litter, hingga kebersihan kandang.

Contoh kandang ayam tipe postal yang di lengkapi dengan sekam untuk DOC ayam | Image 2

2. Kualitas pakan

Kualitas pakan ayam broiler sangat berpengaruh terhadap pembentukan daging selama masa pertumbuhan.

Pakan yang tercecer atau terbuang juga perlu dikurangi karena dapat meningkatkan konsumsi pakan tanpa diikuti pertambahan bobot yang sebanding.

Pemberian pakan ayam broiler yang baik menjadi salah satu penunjang kesehatan dan pertumbuhan ayam | image 3
Pemberian pakan ayam broiler yang baik menjadi salah satu penunjang kesehatan dan pertumbuhan ayam | image 3

3. Kesehatan Ayam

Gangguan kesehatan dapat membuat pertumbuhan ayam tidak optimal sehingga penggunaan pakan menjadi kurang efisien.

Kebersihan kandang, biosecurity pada ayam dan program vaksinasi yang sesuai perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kesehatan ayam.

Pemberian vaksin sangat penting untuk Ayam Broiler supaya kekebalan tubuhnya tetap terjaga | image 4
Pemberian vaksin sangat penting untuk Ayam Broiler supaya kekebalan tubuhnya tetap terjaga | image 4

Terkadang bila penyakit sudah menyerang ayam broiler maka peternak yang terlewatkan memberi vaksin baru akan sadar mengenai pentingnya vaksin.

4. Manajemen Pemeliharaan

Pemberian pakan dan air minum, pengaturan suhu, kebersihan kandang, pemantauan kondisi ayam, serta pencatatan bobot perlu dilakukan secara konsisten.

Manajemen yang kurang baik dapat menyebabkan pertumbuhan ayam tidak optimal dan akhirnya meningkatkan nilai FCR.

Pentingnya menjaga kebersihan kandang agar ayam dapat terhindar dari penyakit | image 5
Pentingnya menjaga kebersihan kandang agar ayam dapat terhindar dari penyakit | image 5

Cara Menjaga FCR Ayam Broiler Tetap Efisien

Beberapa hal yang dapat dilakukan peternak antara lain:

  • memberikan pakan sesuai fase pertumbuhan;
  • mengurangi pakan yang tercecer;
  • memastikan air minum tersedia dan bersih;
  • menjaga suhu dan ventilasi kandang;
  • menyesuaikan kepadatan ayam;
  • memantau pertambahan bobot secara rutin;
  • menjaga kesehatan ayam dan menerapkan biosecurity;
  • mencatat konsumsi pakan selama pemeliharaan.

Dengan pencatatan yang rutin, peternak dapat mengetahui perubahan FCR dan segera melakukan evaluasi jika efisiensi pakan mulai menurun.

Bagi Anda yang akan mencari jenis DOC Ayam Broiler bisa di dapatkan di hobiternak.com | image 6

FAQ FCR Ayam Broiler

Apa itu FCR ayam broiler?

FCR atau Feed Conversion Ratio adalah perbandingan antara jumlah pakan yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot ayam selama pemeliharaan.

Apa fungsi menghitung FCR ayam broiler?

FCR membantu peternak mengetahui efisiensi penggunaan pakan selama pemeliharaan ayam broiler.

Berapa FCR ayam broiler yang bagus?

Semakin rendah nilai FCR dengan pertumbuhan ayam yang tetap optimal, semakin efisien penggunaan pakan.

Apa yang menyebabkan FCR ayam broiler tinggi?

FCR dapat meningkat karena pakan banyak terbuang, kualitas pakan kurang sesuai, kondisi kandang tidak nyaman, gangguan kesehatan, kualitas air minum, kepadatan terlalu tinggi, atau manajemen pemeliharaan yang kurang baik.

Bagaimana cara menurunkan FCR ayam broiler?

Fokus pada efisiensi penggunaan pakan, kualitas air dan pakan, kenyamanan kandang, kesehatan ayam, serta pencatatan konsumsi pakan dan pertambahan bobot secara rutin.

Butuh Bibit Ayam Broiler untuk Memulai Ternak?

Jika Anda sedang mempersiapkan ternak ayam broiler dan membutuhkan informasi mengenai bibit atau kebutuhan pemeliharaan, silakan konsultasikan dengan tim Hobi Ternak.

HUBUNGI KAMI

WhatsApp & Telepon

Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan komentar

WhatsApp Cek Stok & Harga via WA