7 Alasan Kenapa Peternak Bebek Pedaging Merugi

Bebek pedaging di dunia kuliner sekarang ini cukup mendapat serapan yang bagus. Pilihan daging bebek yang beragam bisa memunculkan kreatifitas menu bagi penggiat usaha kuliner.

Daging bebek peking, hibrida maupun lokal memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. 

Daging bebek peking memang sekarang ini yang paling populer untuk dijual sebagai karkas bebek.

Untuk karkas bebek hibrida lebih murah bila dibandingkan dengan karkas bebek peking.

Lain hal nya dengan karkas bebek lokal yang memiliki keunggulan di kandungan minyak yang memunculkan cita rasa khas bebek lokal.

Permintaan daging atau karkas bebek di industri kuliner seharusnya membawa angin segar bagi peternak bebek pedaging namun kenapa kadang yang terjadi malah jadi sebaliknya. Bukan untung yang didapat malah buntung yang diperoleh.

Berikut ini kami mencoba mengangkat alasan kenapa peternak bebek pedaging rugi dalam ternak nya.

Ini adalah contoh beternak bebek pedaging peking dengan sistem intensif | image 1
Ini adalah contoh beternak bebek pedaging peking dengan sistem intensif | image 1

7 Alasan Kenapa Peternak Bebek Pedaging Merugi

1. Terlalu panjangnya jalur distribusi.

Panen yang berasal dari peternak melewati beberapa jalur penjual ataupun pengepul. Hal ini membuat harga semakin mepet.

Dan ulah pengepul yang kurang bertanggung jawab ini yang kadang bisa mempermainkan harga.

Namun tidak semua pengepul berbuat tidak baik, masih banyak juga pengepul yang jujur dan amanah dan memiliki peran besar dalam suksesnya ternak bebek pedaging.

2. Pola Ternak yang kurang intensif. 

Sering peternak dalam proses beternak hanya ala kadarnya tidak memperhatikan pola ternak yang intensif dengan manajemen yang tepat.

Hasil nya pun bisa ditebak dengan bobot bebek yang tidak cepat besar maupun kematian bebek karena penyakit yang tidak diantisipasi.

Ini adalah contoh ternak bebek tidak menggunakan sistem intensif, seringnya di angon di sawah agar bisa mencari makan sendiri | image 2
Ini adalah contoh ternak bebek tidak menggunakan sistem intensif, seringnya di angon di sawah agar bisa mencari makan sendiri | image 2

Baca juga :

3. Tidak mendahulukan ilmu sebelum amal. 

Beberapa kami dapati pembeli bibit atau DOD di tempat kami sudah merasa tahu dan terlambat dalam mengetahui ilmu ternak bebek pedaging.

Padahal ilmu tersebut sangatlah penting. Misalkan bebek yang masih usia nol hari sampai 2 minggu sangat perlu diberi penghangat yang cukup.

Bila hal itu tidak dilakukan maka bebek akan terhambat pertumbuhannya karena saluran serapan pencernaanya tidak berkembang dengan baik.

Dan yang sering kali didapat peternak akan menyalahkan bibit yang menjadi sumber masalah. 

4. Penghitungan analisa bisnis yang tidak tepat.

Beberapa peternak sangat fokus dengan untung dari ternak. Padahal yang namanya ternak hewan ada banyak faktor sampai ternak dapat di panen dengan baik.

Penyakit pada bebek misalnya, jika menyerang ke kandang akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

Bahkan bisa jadi satu kandang bisa habis karena bebek sakit semua dan mengalami kematian.

Mengambil hutang dari bank atau pinjaman bunga-berbunga untuk peternak pemula tidak tepat untuk diambil.

Karena peternak bebek pemula belum bisa mengukur keberhasilan dan untung dari ternak nya dengan baik.

Peternak harus lebih teliti lagi dalam menganalisa untung atau rugi yang akan di dapat | image 3
Peternak harus lebih teliti lagi dalam menganalisa untung atau rugi yang akan di dapat | image 3

5. Tidak mempelajari pasar. 

Penting sekali sebelum memulai untuk mencari tahu penjualan dan harga jual nya berapa. Karena masih ada saja peternak bebek pedaging baik peking maupun hibrida yang terlambat di bagian ini.

Saat bebek pedaging sudah siap panen baru mencari pembelinya. Hal ini tidaklah tepat karena bisa jadi jika peternak sudah di kejar waktu akan menjual bebek nya dengan harga yang murah.

Dan perlu diingat jika bebek tidak segera laku biaya akan semakin besar karena bebek tersebut akan tetap makan. Saat bebek dikurangi makannya resiko beratnya turun juga menjadi masalah tersendiri.

6. Salah dalam menentukan waktu mulai ternak. 

Masih ada kaitanya dengan poin-poin sebelumnya yakni mengenai mempelajari kapan waktu yang tepat untuk panen.

Saat peternak bisa panen di waktu yang tepat yakni saat harga daging sedang tinggi tentu saja keuntungan ternak akan lebih besar.

Namun kebalikanya saat harga panennya anjlok akan membuat nilai keuntungan ternak bebek juga akan berkurang atau bahkan bisa rugi karena biaya bibit, pakan dan perawatan lebih tinggi dari harga jual bebeknya.

Waktu yang tepat untuk memulai beternak sangat penting untuk diperhatikan bagi para peternak | image 4
Waktu yang tepat untuk memulai beternak sangat penting untuk diperhatikan bagi para peternak | image 4

Baca juga :

7. Terlalu semangat sehingga angan-angan terlalu tinggi.

Semangat memang boleh, namun semangat yang tidak terukur dengan baik akan mengakibatkan hasil yang tidak bagus.

Misalkan belum pernah ada pengalaman dan ilmu dalam ternak bebek pedaging langsung memulai ternak dengan populasi besar.

Hal ini tentu saja beresiko gagal lebih besar. Dari sisi ilmu yang masih kurang diperlukan eksperimen pribadi yang tentu saja akan banyak pengorbanannya.

Jumlah yang banyak dalam populasi ternak juga tidak lepas dari keluhan warga sekitar kandang yang beberapa kali terjadi sehingga ternak bisa berujung penutupan.

Semoga tulisan ini menjadi manfaat bagi yang ingin mulai ternak bebek pedaging dan tentu saja kami masih jauh dari sempurna.

Bagi yang lebih ahli atau ada pengalaman yang bisa bermanfaat untuk pembaca lain silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini.

Dan bagi Anda yang ingin mendapatkan bibit atau DOD bebek hibrida, peking, mojosari maupun lokal silahkan bisa hubungi kami kapan saja. Kami bisa mengirimkan ke seluruh Indonesia.

Perdalam juga ilmu ternak bebek pedaging Anda dengan berkonsultasi dengan tim kami kapan saja.

WHATSAPP
TELPON
SMS

CS 1
0856-4772-3888

CS 2
0812-4648-2525

CS 3
0813-6330-7506

Kata terkait :  bebek peking, bebek pedaging, peternak bebek bangkrut, resiko ternak bebek, bebbek hibrida, ternak bebek pedaging, ternak bebek peking, ternak bebek hibrida

5/5 - (15 votes)
Pak Agus dan hobiternak.com

Tim hobiternak.com dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto S.Pt, beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya. Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat.

Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami.

Image Sources :

  • image 1: Owned by the author
  • image 2: pertanianku.com
  • Image 4: Owned by the author
  • 7 Alasan Kenapa Peternak Bebek Pedaging Merugi: Owned by the author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WhatsApp GRATIS Konsultasi atau Order via WA