Sudah Tahu Belum Perbedaan Ayam Pejantan dan Joper ?? Simak Informasi di Bawah Ini yaa

Ayam  geprek, ayam ungkep, soto, dan sate ayam siapa yang tidak suka dengan salah satu menu makanan tersebut :). Kuliner makanan dengan olahan daging ayam sangat diminati oleh masyarakat. 

Dari berbagai macam menu yang ditawarkan, menu daging ayam masih menjadi primadona. Tak heran jika banyak peternak ayam pedaging yang bermunculan, untuk memenuhi pasokan daging ayam.

Padahal kita tahu bahwa berbagai macam jenis ayam pedaging ada di Indonesia, namun tidak menyurutkan semangat untuk  beternak. 

Dengan banyaknya jenis ayam seperti ayam pejantan layer, ayam broiler, dan ayam kampung super. Peternak dapat memilih jenis ayam apa yang akan di ternakkan. 

Bagi peternak yang masih pemula dan awam dalam hal peternakan tentu belum begitu mengetahui jenis-jenis ayam dan perbedaannya. 

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perbedaan jenis ayam pedaging yang mungkin ada beberapa orang yang masih bingung cara membedakannya. 

Nah berikut akan kami informasikan mengenai perbedaan ayam pejantan layer dan ayam joper 

Perbedaan ayam joper dan ayam pejantan dilihat dari fisiknya saat usia dewasa | image 1
Perbedaan ayam joper dan ayam pejantan dilihat dari fisiknya saat usia dewasa | image 1

Sebelumnya apakah anda tahu ayam pejantan layer itu jenis ayam apa? Ayam pejantan adalah ayam layer jantan yang ditujukan sebagai ayam pedaging. 

Yang mana berasal dari ayam petelur yang ditetaskan, namun jenis kelamin yang dihasilkan adalah jantan. Dimanfaatkan sebagai ayam pedaging, dan ayam ini sering juga disebut dengan ayam kampung. 

Mengapa bisa demikian, karena banyak yang mengira jika ayam pejantan berasal dari ayam kampung. 

Dari postur tubuh yang hampir sama dengan ayam kampung super, ayam ini cukup menarik perhatian. Jika tertarik memelihara, hobiternak.com jual ayam pejantan. Langsung hubungi contact person berikut : 0819-3140-9353

Sedangkan ayam kampung super (Joper) merupakan ayam persilangan dari ayam bangkok jantan dengan betina ayam petelur. 

Perbedaan ayam pejantan dan ayam kampung super (Joper) bisa kita lihat dari tekstur daging, kulit, warna, bentuk tubuh, dan tulangnya.

Mari kita lihat tabel perbedaan berikut ini:

Apa Perbedaan Ayam Pejantan dan Joper???

Ayam PejantanAyam Joper
Warna buluSejak usia DOC ayam pejantan berwarna kuning dan saat dewasa berwarna putihWarna DOC ayam joper masih campuran, ada yang berwarna kuning, coklat, hitam atau campuran dari ketiga warna tersebut
Bobot saat panenAyam pejantan dapat dipanen pada usia 60 hari dengan bobot sekitar 0,6 – 0,7 kgAyam joper dapat dipanen pada usia 60 hari dengan bobot sekitar 0,8 ons – 1 kg
Tekstur DagingBertekstur padatBertekstur padat
KulitKulit mudah sobek, dan mengandung banyak lemakKulit tidak mudah sobek, dan rendah lemak
Warna Dagingberwarna putih kekuning-kuninganCenderung berwarna putih kemerahan
Bentuk TubuhBentuk tubuh lebih gemuk, dan besarBentuk tubuh hampir sama dengan pejantan,perbedaan tulang yang menonjol di permukaan
TulangTulang lebih lunakTulang lebih keras
Perbedaan daging ayam pejantan dengan daging ayam joper | image 2
Perbedaan daging ayam pejantan dengan daging ayam joper | image 2

Dari perbedaan di atas bisa disimpulkan jika, untuk jenis pakan, pemeliharaan, dan pengolahan daging ayam dapat berpengaruh terhadap rasa, tekstur, warna, dan tulangnya.

Ayam pejantan apakah sehat? Kandungan gizi yang terdapat dalam ayam pejantan, kadar lemak dan kadar air lebih tinggi dibanding dengan ayam kampung. 

Sedang untuk kadar proteinnya lebih rendah dibanding dengan ayam kampung. Dalam pemeliharaan, ayam pejantan dapat dipanen dalam waktu 7 – 8 minggu, dengan bobot 0,6 – 0,7 kg.  

Setiap peternak mempunyai standar bobot yang akan dipanen, namun biasanya menyesuaikan dengan permintaan pembeli.

Dalam perhitungan pakan ayam pejantan hampir sama dengan FCR pakan ayam joper. Jika dilihat dari masa panennya juga tidak terlalu jauh.

Berbicara tentang ayam joper, ayam ini tak kalah menarik dan banyak peminatnya. Dikenal sebagai ayam kampung silangan, ayam joper mampu memberikan kontribusi dalam penjualan ayam kampung pedaging. 

Dengan masa panen 60 hari atau 2 bulan, dapat menghasilkan bobot 0,8 – 1 kg. Ayam joper memiliki ciri tubuh seperti ayam kampung, dari segi bulu dan postur tubuh. Ternak ayam joper ini juga banyak dilirik oleh peternak. 

Untuk harga ayam Joper dan ayam pejantan setiap daerah berbeda-beda. Biasanya harga tergantung dari bobot yang dihasilkan.

Sebelum beternak, kita perlu mempersiapkan perencanaan yang matang. Dan menentukan jenis ayam apa yang akan diternakan. Hal ini dapat membantu peternak dalam pelaksanaannya. 

Semoga untuk informasi diatas dapat membantu para peternak yang baru memulai atau yang sudah dalam pelaksanaannya. Dan semoga bermanfaat 🙂

Bagaimana Anda tertarik untuk memelihara ayam joper atau ayam pejantan. Kami hobiternak.com menyediakan DOC atau bibit dan siap mengirimkan ke seluruh penjuru di Indonesia menggunakan kargo hewan terpercaya. 

Silahkan hubungi contact person di bawah ini :

WHATSAPP
TELPON
SMS

CS Admin Umum
0812-2028-8686

VERA
Joper & Ayam Kampung Asli
0895-6124-93491

Kata terkait : 
ayam pejantan apakah sehat, ayam pejantan adalah, jual ayam pejantan, ayam pejantan harga, ayam joper, harga ayam joper, ternak ayam joper, ciri ayam joper

5/5 - (10 votes)
Pak Agus dan hobiternak.com

Tim hobiternak.com dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto S.Pt, beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya.

Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat. Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami.

Image Sources :

  • image 1: Owned by the author
  • image 2: Owned by the author
  • cover: hobiternak.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WhatsApp GRATIS Konsultasi atau Order via WA