6 Penyakit yang Menyerang Ayam Kalkun dan Cara Mengatasinya

Ayam kalkun merupakan salah satu unggas yang berasal dari Eropa dan mempunyai postur tubuh yang besar. Namun badannya yang besar juga tidak menjamin kesehatan ayam kalkun.

Seperti halnya dengan unggas lainnya, ayam kalkun juga bisa terkena berbagai macam penyakit.

Memang dalam pengobatannya banyak peternak menggunakan obat kimia dan mengandalkan obat-obatan dari pabrik.

Namun tidak banyak diantara mereka berinisiatif untuk membuat obat sendiri dengan menggunakan bahan-bahan tradisional.

Pengobatan ini biasanya menggunakan jenis rimpang dan bahan ramuan lainnya yang bersifat tradisional.

Beberapa jenis ayam kalkun usia dewasa | image 1
Beberapa jenis ayam kalkun usia dewasa | image 1

Apa saja penyakit yang menyerang ayam kalkun dan cara mengatasinya ?

1. Penyakit Tungau (kutuan)

Penyakit ini memang banyak menyerang ayam kalkun, gejala yang sering timbul seperti ayam gelisah, sering mematuk dan mengibaskan bulu-bulunya karena gatal, nafsu makan turun, kurus dan pucat.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kandang yang kotor.

Cara mengatasinya Anda bisa memisahkan ayam yang sehat dengan ayam yang sakit, kemudian pastikan kandang dalam posisi yang bersih.

Gunakan karbonat servin yang diencerkan dengan air kemudian disemprotkan ke tubuh ayam.

2. Cacar

Kondisi Ayam Kalkun yang terkena penyakit Cacar | image 2
Kondisi Ayam Kalkun yang terkena penyakit Cacar | image 2

Penyakit jenis ini disebabkan oleh virus familia poxviridae dan genus Azipoxvirus. Kalkun yang terserang penyakit ini terdapat bercak-bercak merah dibadannya.

Penyembuhan dan pencegahan bisa dilakukan dengan vaksin yang diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter hewan.

3. Lumpuh

Lumpuh juga bisa dikarenakan karena pemberian pakan yang berlebihan. Pemberian pakan yang berlebihan ini menyebabkan kalkun obesitas.

Kalkun yang umurnya masih muda yang tulangnya belum kuat tidak dapat menahan berat badanya yang berlebihan. Cara pencegahannya bisa diberikan konsentrat AD1 (untuk tulang) pada pakan ayam kalkun. Atau jika tidak ada perubahan bisa Anda berikan Ostelin.

Selain itu kelumpuhan juga bisa terjadi karena mengonsumsi daun pepaya yang berlebihan.

Ayam kalkun yang terserang penyakit ini akan lumpuh dan jari-jarinya akan bengkok ke dalam.

Untuk pencegahannya, kalkun yang baru berumur di bawah 3 bulan sebaiknya tidak diberikan daun pepaya.

Pemberian yang baik ketika ayam kalkun sudah berusia 6 bulan atau yang sudah indukan.

Anakan ayam kalkun yang sudah mati karena sakit | image 3
Anakan ayam kalkun yang sudah mati karena sakit | image 3

    4. Hidung berlendir atau pilek

    Penyakit hidung berlendir juga biasa disebut dengan Infectious Bronchitis atau IB. Kalkun yang terserang penyakit ini akan mengalami tanda-tanda dari hidungnya keluar lendir, nafasnya berbau dan sayapnya menggantung.

    Kalkun yang terserang penyakit ini akan mengalami penurunan nafsu makan. Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya Anda pastikan kandang dalam keadaan kering, tidak lembab.

    Usahakan sekitar kandang tidak ada air kotor yang menggenang. Hal ini dikarenakan penularan pilek berlangsung melalui gigitan nyamuk dan air minum yang telah dihinggapi lalat yang membawa racun.

    Kalkun yang sudah nampak terkena penyakit ini sebaiknya segera dipisahkan dan diberi obat seperti Tetra Chlor.

    5. Penyakit kolera

    Penyakit ini banyak menyerang pial ayam kalkun, tanda-tandanya tampak pial yang membengkak.

    Apabila ayam kalkun terserang penyakit ini sebaiknya segera obati dengan antibiotik seperti Streptomycin atau Tetrasiklin.

    6. Flu Burung atau AI

    Banyak peternak yang gagal panen karena unggas yang mereka pelihara terkena virus flu burung. Dalam menghindari penularan virus flu burung ini dibutuhkan biosecurity.

    Penularan virus flu burung bisa dikarenakan karena kurangnya pengetahuan peternak dan kurangnya bersosialisasi.

    Untuk itu sebelum Anda membeli ayam kalkun sebaiknya pastikan dahulu ayam kalkun sudah divaksin, apabila belum di vaksin sebaiknya Anda vaksin terlebih dahulu.

    Kemudian Anda juga harus memperhatikan kondisi kandang ayam kalkun. Untuk itu Anda diharuskan menyemprotkan desinfektan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

    Kemudian pintu, ember atau baskom sebaiknya diberikan larutan desinfektan. Peternak yang mau memasuki kandang sebaiknya membersihkan tangan dan kaki dengan larutan desinfektan agar terbebas dari bakteri.

    Itu dia beberapa informasi mengenai beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kalkun. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. 

    Apabila Anda berminat untuk memelihara ayam kalkun bisa hubungi kami. Kami siap mengirimkan ke seluruh wilayah Indonesia yang terjangkau kargo hewan. Pengiriman BERGARANSI sampai diterima ke tangan pembeli. 

    Ready sekitar 8 jenis kalkun dengan berbagai usia. Untuk cek harga ayam kalkun, pemesanan atau konsultasi hubungi nomor dibawah ini : 

    WHATSAPP
    TELPON
    SMS

    CS 1
    0856-4772-3888

    CS 2
    0812-4648-2525

    CS 3
    0813-6330-7506

    5/5 - (8 votes)
    Pak Agus dan hobiternak.com

    Tim hobiternak.com dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto S.Pt, beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya.

    Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat. Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami.

    Image Sources :

    • kalkun mati: hobiternak.com

    Tinggalkan Balasan

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    WhatsApp GRATIS Konsultasi atau Order via WA