3 Model Atap Kandang Ayam yang Bisa Anda Pilih untuk Beternak

Keberhasilan dalam beternak ayam tidak lepas dari peran serta peternak dalam membuat kandang yang nyaman dan ideal. 

Kandang ayam menjadi salah satu faktor keberhasilan beternak karena ayam akan tumbuh kembang dengan baik di dalam kandang yang nyaman dan ideal. 

Kandang yang tidak ideal akan membuat ayam menjadi stress, tidak nyaman dan akibatnya pertumbuhan akan terganggu. Lebih parahnya ayam bisa mati dan peternak tentu akan merugi. 

Kandang harus dibuat dengan sebaik mungkin agar ayam nyaman di dalam kandang | image 1
Kandang harus dibuat dengan sebaik mungkin agar ayam nyaman di dalam kandang | image 1

Berbicara mengenai kandang tentu tidak lepas dari atap kandang. Atap kandang melindungi ruangan yang ada dibawahnya. Tanpa atap kandang, ayam akan kepanasan dan kehujanan. 

Di negara kita Indonesia, atap kandang yang sering digunakan yaitu jenis genting dan rumbia.

Genting cocok digunakan atap kandang ayam, sedangkan rumbia kurang cocok bila dijadikan atap kandang ayam karena sifatnya mudah terbakar. 

Berikut 3 model atap kandang ayam yang sering digunakan peternak ayam :

Atap kandang ayam ada berbagai macam bentuk. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

1. Tipe Gable

Atap Tipe Gable | image 2
Atap Tipe Gable | image 2

Tipe gable sering digunakan untuk daerah yang memiliki iklim kering dan panas. Jenis tipe gable bisa digunakan pada kandang lantai maupun kandang panggung. 

Kelebihan : 

  • Proses pembuatan tidak memakan waktu yang lama
  • Biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak, bisa dibilang lebih murah
  • Perawatannya terbilang cukup mudah

Kekurangan : 

  • Jika dilihat dari modelnya tidak terlalu menarik
  • Sirkulasi udara hanya ada di bawah 

2. Tipe Shade 

Atap tipe shade | image 3
Atap tipe shade | image 3

Kandang tipe shade cocok digunakan pada daerah yang kering. Desain kandang shade ini membuat sinar matahari akan mudah masuk ke dalam kandang. 

Kelebihan : 

  • Proses pembuatan lebih cepat
  • Model kandangnya terbilang cukup sederhana

Kekurangan

  • Pengerjaan lebih lama
  • Biaya yang dikeluarkan lebih mahal

3. Tipe Monitor

Kandang tipe monitor terbagi menjadi 2 jenis yakni kandang monitor dan semi monitor. Kandang tipe ini cocok digunakan di wilayah yang daerahnya memiliki tingkat kelembaban  tinggi. 

Kelebihan : 

  • Model kandang terlihat modern
  • Sirkulasi udara bagus

Kekurangan : 

  • Biaya pembuatan dan perawatan yang dikeluarkan lebih mahal
  • Waktu pengerjaan lebih lama

Baca juga : 

Ragam kandang menurut kegunaannya : 

Pembuatan kandang sebaiknya disesuaikan dengan usia ayam. Di dunia peternakan terbagi menjadi 2 jenis kandang menurut kegunaannya. Diantaranya sebagai berikut : 

1. Kandang Starter

Contoh kandang bok untuk DOC ayam usia 1 hari sampai 3 minggu | image 6
Contoh kandang bok untuk DOC ayam usia 1 hari sampai 3 minggu | image 6

Kandang starter digunakan untuk ayam yang masih berusia DOC atau 1 hari sampai ayam berusia 3 minggu.

Untuk kandang starter sendiri, peternak perlu melengkapi dengan lampu pemanas/penerang, fungsinya yaitu agar DOC tetap dalam keadaan hangat seperti sedang dierami induknya. 

Pasalnya pada usia DOC bulu-bulu pada tubuhnya belum begitu banyak jadi jika terkena udara dingin DOC akan kedinginan lalu sakit dan akhirnya mati.

Jumlah lampu pemanas di dalam kandang bisa disesuaikan dengan jumlah ayam yang diternak. 

Jika jumlah ayam 100 ekor maka bisa diberi lampu sejumlah 4 titik dengan masing-masing titik yaitu 25 watt. 

Biasanya kandang untuk DOC ini berbentuk kandang bok. 

2. Kandang finisher

Contoh kandang finisher sistem panggung | image 7
Contoh kandang finisher sistem panggung | image 7

Kandang finisher digunakan untuk ayam yang sudah berusia 3 minggu keatas sampai panen. Bentuk kandang finisher bisa menggunakan tipe kandang panggung atau kandang postal

Ukurannya bisa disesuaikan juga dengan jumlah ayam yang dipelihara. Jangan sampai terlalu lebar dan jangan juga sampai terlalu sempit. 

Karena jika terlalu lebar ayam akan berlari-lari di dalam kandang akibatnya ayam akan kecapean sehingga pertumbuhannya akan menjadi terganggu. 

Sedangkan bila ukuran kandang terlalu sempit, ayam akan berebut tempat dan bisa menyebabkan ayam menjadi saling mematuk (kanibal)

Baca juga : 

Hobiternak.com mengirimkan DOC Joper sejumlah 40 bok ke Bandung Jawa Barat | Image 8
Hobiternak.com mengirimkan DOC Joper sejumlah 40 bok ke Bandung Jawa Barat | Image 8

Mengingat peran kandang sangat penting bagi kelangsungan hidup ayam, maka peternak harus mempersiapkan dengan baik sebelum kandang dihuni oleh ayam-ayam. 

Kandang yang baik yaitu kandang yang tidak akan merugikan orang lain, mempermudah peternak dalam memelihara ayam, memperlancar usaha dan memberikan rasa nyaman baik bagi ayam maupun pemelihara.

Itu dia beberapa informasi mengenai atap dan kandang ayam yang perlu Anda perhatikan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat. 

Apabila Anda sedang mencari bibit ayam untuk diternak, kami hobiternak.com menyediakan berbagai jenis bibit ayam diantaranya bibit ayam joper, ayam arab, ayam broiler, ayam petelur merah, ayam kub dan ayam kampung asli. 

Pengiriman dapat menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia dan GARANSI sampai diterima pembeli. Untuk pemesanan ataupun konsultasi silahkan bisa WA atau telepon di nomor bawah ini : 

WHATSAPP
TELPON
SMS

CS 1
0856-4772-3888

CS 2
0812-4648-2525

CS 3
0813-6330-7506

Kata terkait : atap kandang ayam sederhana, kandang ayam simple, kandang ayam, jenis kandang ayam, kandang ayam besar, cara buat kandang ayam

5/5 - (10 votes)
Pak Agus dan hobiternak.com

Tim hobiternak.com dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto S.Pt, beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya. Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat.

Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami.

Image Sources :

  • Image 1: alatternakayam.com
  • image 2: Owned by the author
  • image 3: Owned by the author
  • image 4: Owned by the author
  • image 5: Owned by the author
  • image 6: Owned by the author
  • image 1: Owned by the author
  • Image 8: Owned by the author
  • cover: Owned by the author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WhatsApp GRATIS Konsultasi atau Order via WA