Terbit: 28 Juli 2019 • Update: 13 juli 2026
Masa rontok bulu atau moulting merupakan fase alami yang dialami bebek petelur setelah menyelesaikan satu siklus produksi telur. Pada periode ini, bebek akan berhenti bertelur sementara karena tubuhnya memfokuskan energi untuk mengganti bulu lama dengan bulu baru.
Bagi peternak, kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran karena produksi telur menurun bahkan bisa berhenti total. Padahal, jika ditangani dengan pemeliharaan dan pemberian pakan yang tepat, masa rontok bulu dapat berlangsung lebih optimal sehingga bebek dapat kembali bertelur dengan produktivitas yang baik.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari penyebab bebek mengalami masa rontok bulu, tanda-tandanya, lama proses moulting, hingga cara merawat bebek petelur selama masa tersebut agar tetap sehat dan siap kembali berproduksi.
Apa Itu Masa Rontok Bulu (Moulting) pada Bebek?
Masa rontok bulu atau moulting adalah proses alami ketika bebek mengganti bulu lama dengan bulu baru. Fase ini merupakan bagian dari siklus hidup bebek petelur dan umumnya terjadi setelah menyelesaikan satu periode produksi telur.
Selama proses tersebut, bebek akan menghentikan produksi telur sementara karena sebagian besar nutrisi dan energi dialihkan untuk pertumbuhan bulu baru. Oleh karena itu, penurunan produksi telur saat masa moulting merupakan kondisi yang normal dan bukan selalu disebabkan oleh penyakit.
Lama masa rontok bulu biasanya berlangsung sekitar 1–2 bulan, tergantung pada kondisi kesehatan, kualitas pakan, manajemen pemeliharaan, serta faktor genetik dari masing-masing bebek.
Penyebab Bebek Mengalami Masa Rontok Bulu
Pada dasarnya, masa rontok bulu merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan siklus reproduksi bebek. Setelah menyelesaikan periode bertelur, tubuh bebek akan memasuki fase istirahat untuk memperbarui bulu sebelum kembali memasuki masa produksi berikutnya.
Selain faktor alami tersebut, kondisi lingkungan dan manajemen pemeliharaan juga dapat memengaruhi proses moulting. Pemberian pakan yang kurang seimbang, stres akibat perpindahan kandang, perubahan cuaca yang ekstrem, atau kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat membuat proses pergantian bulu berlangsung lebih lama.
Tanda-Tanda Bebek Sedang Mengalami Masa Rontok Bulu
Peternak dapat mengenali masa rontok bulu melalui beberapa ciri berikut:
- Produksi telur menurun drastis atau berhenti sementara.
- Banyak bulu rontok di sekitar kandang.
- Mulai tumbuh bulu-bulu baru secara bertahap.
- Penampilan bebek terlihat kurang rapi karena proses pergantian bulu.
- Nafsu makan umumnya tetap normal apabila kondisi bebek sehat.
Apabila tanda-tanda tersebut muncul tanpa disertai gejala penyakit lain, kemungkinan besar bebek sedang memasuki masa moulting. Pada kondisi ini, peternak hanya perlu memberikan perawatan dan nutrisi yang sesuai agar proses pergantian bulu berjalan optimal.
Cara Merawat Bebek Petelur Selama Masa Rontok Bulu
Selama masa rontok bulu (moulting), bebek petelur membutuhkan perawatan yang berbeda dibandingkan saat berada pada masa produksi telur. Tujuannya agar proses pergantian bulu berlangsung optimal dan bebek dapat kembali bertelur dengan produktivitas yang baik.
Berikut beberapa strategi pemeliharaan yang dapat dilakukan selama masa moulting.
1. Berikan Pakan Sesuai Fase Rontok Bulu
Pemberian pakan bebek petelur merupakan faktor yang paling berpengaruh selama masa rontok bulu. Kebutuhan nutrisi bebek akan berubah karena energi lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan bulu baru.
Minggu ke-1 sampai ke-3
Pada tahap awal, peternak dapat memberikan pakan fase grower dalam jumlah terbatas, yaitu sekitar 74 gram per ekor per hari. Cara ini bertujuan membantu proses rontok bulu berlangsung lebih seragam.
Alternatif lainnya, peternak dapat menggunakan pakan dengan kandungan protein sekitar 12–13% selama fase awal moulting.
Minggu ke-4 sampai ke-7
Memasuki pertengahan masa rontok bulu, pemberian pakan dapat ditingkatkan menggunakan pakan fase layer. Nutrisi yang lebih lengkap akan membantu pertumbuhan bulu baru sekaligus mempersiapkan bebek kembali memasuki masa produksi telur.
Minggu ke-8
Apabila proses moulting berjalan dengan baik, pada minggu ke-8 bebek umumnya mulai kembali bertelur secara bertahap.
Contoh Jadwal Pemberian Pakan dan Air Minum
| Minggu | Pakan (gram/ekor/hari) | Air Minum (liter/ekor/hari) |
|---|---|---|
| 1–3 | 74 | 0,48 |
| 4–5 | 80 | 0,49 |
| 6 | 90 | 0,50 |
| 7 | 100 | 0,50 |
| 8 | 120 | 0,50 |

2. Lakukan Pemeliharaan Intensif di Dalam Kandang
Selama masa rontok bulu, sistem pemeliharaan secara intensif lebih disarankan karena kondisi bebek dapat dipantau dengan lebih mudah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menjaga kebersihan kandang agar terhindar dari bakteri dan penyakit.
- Memastikan lantai kandang tetap kering sehingga bebek merasa nyaman.
- Menyediakan ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap lancar.
- Memberikan pencahayaan yang cukup untuk mendukung kondisi tubuh bebek selama masa pemulihan.
Dengan kondisi kandang bebek petelur yang bersih dan nyaman, proses pertumbuhan bulu baru dapat berlangsung lebih optimal.
3. Alternatif Pemeliharaan Secara Ekstensif
Selain pemeliharaan intensif, sebagian peternak memilih menggembalakan bebek di area persawahan atau lahan yang masih banyak menyediakan sumber pakan alami.
Cara ini dapat membantu menekan biaya pakan selama masa bebek tidak berproduksi. Selain itu, bebek juga memperoleh tambahan nutrisi dari pakan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Namun, peternak tetap perlu memastikan lokasi penggembalaan aman dari predator serta memiliki sumber air yang memadai.
Kapan Bebek Bertelur Lagi Setelah Masa Rontok Bulu?
Setelah masa rontok bulu (moulting) selesai, peternak memiliki dua pilihan dalam mengelola ternaknya, yaitu melanjutkan pemeliharaan bebek yang ada atau menggantinya dengan bibit bebek petelur baru.
1. Melanjutkan Pemeliharaan Bebek
Apabila proses rontok bulu berjalan dengan baik, bebek umumnya akan mulai kembali bertelur setelah sekitar 8 minggu. Oleh karena itu, peternak dapat melanjutkan pemeliharaan hingga bebek kembali memasuki masa produksi.
Cara ini menjadi pilihan yang tepat apabila kondisi bebek masih sehat dan produktif sehingga tidak perlu melakukan pergantian ternak.
2. Mengganti dengan Bibit Bebek Petelur Baru
Selain melanjutkan pemeliharaan, peternak juga dapat mengganti bebek yang sedang mengalami masa rontok bulu dengan bibit bebek petelur baru.
Namun, perlu diketahui bahwa bibit bebek petelur membutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga mulai menghasilkan telur. Oleh sebab itu, keputusan untuk mengganti ternak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan target produksi peternak.
FAQ Seputar Masa Rontok Bulu Bebek Petelur
Masa rontok bulu (moulting) pada bebek petelur umumnya berlangsung sekitar 1 hingga 2 bulan. Setelah proses ini selesai, bebek biasanya akan mulai kembali bertelur secara bertahap.
Tidak. Selama masa rontok bulu, produksi telur biasanya berhenti sementara karena nutrisi bebek difokuskan untuk pertumbuhan bulu baru.
Peternak perlu menyesuaikan pemberian pakan sesuai fase rontok bulu, menjaga kebersihan kandang, serta memastikan kondisi lingkungan tetap nyaman agar proses pergantian bulu berjalan dengan baik.
Apabila dipelihara dengan baik, bebek umumnya mulai kembali bertelur sekitar 8 minggu setelah memasuki masa rontok bulu.
Ingin Memulai Usaha Ternak Bebek Petelur?
Hobi Ternak menyediakan DOD atau bibit bebek petelur berkualitas yang siap dikirim ke berbagai wilayah Indonesia melalui jasa kargo hewan terpercaya.
Jika Anda membutuhkan informasi mengenai stok terbaru, harga bibit bebek petelur, maupun konsultasi sebelum membeli, silakan hubungi tim Customer Service Hobi Ternak melalui WhatsApp. Kami siap membantu Anda memilih bibit yang sesuai dengan kebutuhan usaha ternak Anda.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.







