Ayam pejantan merupakan ayam hasil tetasan ayam bertelur yang menghasilkan jenis kelamin jantan. Hasil tetasan ayam berjenis kelamin jantan tersebut dapat disebut juga sebagai Ayam Pejantan. Dahulu ayam pejantan tersebut hanya dianak tirikan, biasanya para penetas ayam petelur akan memisahkan ayam pejantan dengan ayam betina. Bahkan dalam pemeliharaannya pun ayam pejantan biasanya dibakar atau dimusnahkan. Hal ini dikarenakan ayam pejantan jika dipelihara hingga dewasa membutuhkan pakan yang relatif tinggi dan dagingnya pun tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan kurang diminati.

Tetapi, untuk saat ini Ayam Pejantan banyak dicari dan dibudidayakan oleh sebagian peternak di Indonesia. Karena Ayam Pejantan dapat dipelihara untuk menghasilkan daging yang tidak kalah lezat dengan daging ayam kampung atau ayam pedaging. Dengan perawatan secara intensif serta pemberian pakan dan vitamin khusus lainnya akan membuat produktifitas daging Ayam Pejantan menjadi lebih unggul dibanding daging ayam pada umumnya. Harga Ayam kampung yeng relatif tinggi membuat masyarakat lebih memilih daging Ayam Pejantan, ayam pejantan pun memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding ayam kampung. Kandungan lemak yang rendah pada ayam pejantan membuat masyarakat mulai tertarik untuk mencicipi hasil olahan dari daging ayam pejantan.




Budidaya Ayam Pejantan Semakin Banyak Digemari

Bagaimana Kualitas Daging Ayam Pejantan ?

Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang pada pola kesehatan masyarakat tentunya pemilihan jenis makanan perlu diperhatikan secara seksama. Untuk mendapatkan vitamin yang bergizi seimbang masyarakat memerlukan buah, dan untuk kebutuhan karbohidrat masyarakat membutuhkan nasi. Kebutuhan protein masyaarkat tentunya membutuhkan protein yang dihasilkan dari hewani. Adapun protein tersebut terdapat juga pada daging ayam pejantan.

Bebicara tentang kualitas daging, pada setiap daging ayam pasti memiliki kualitas yang berbeda – beda serta kandungan gizi yang terdapat didalammnya. Daging ayam pejantan memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan daging ayam pada umumnya. Vitamin yang terdapat pada daging Ayam Pejantan terdiri dari vitamin A, C dan E. Kadungan vitamin tersebut dapat bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit.

Selain vitamin yang terkandung didalam daging ayam pejantan ternyata kandungan protein pada ayam pejantan juga banyak. Dalam 100 gram daging ayam pejantan terdapat 22% protein. Meskipun daging ayam pejantan mengandung protein yang cukup tinggi bukan berati seluruh kalangan masyarakat mengkonsumsi secara terus – menerus. Masyarakat tentu harus menyelinginya dengan mengkonsumsi bahan pangan lainya yang mengandung berbagai vitamin serta gizi.

Kalsium yang terdapat pada daging Ayam Pejantan juga sangat baik bagi kesehatan masyarakat. Setiap 100 gram daging ayam mengandung 13 mg kalsium. Kalsium sangat baik untuk kesehatan tulang, kini kalsium tidak hanya terdapat pada susu tetapi terdapat pula pada daging ayam pejantan.

Berbagai Macam Olahan Daging Ayam Pejantan yang Lezat

Indonesia memang terkenal dengan masakan santannya yang lezat, berpadukan citarasa khas rempah – rempah Tanah Air membuat semua masakan terutama olahan daging menjadi lebih menggugah selera. Daging ayam pejantan memang memiliki teksutur daging yang lebih padat dari jenis ayam biasanya. Tetapi kini daging pejantan malah semakin banyak digemari oleh kalangan masyarakat. Perpaduan bumbu masakan yang cepat meresap pada daging ayam tersebut membuat ayam pejantan menjadi bertekstur lembut dan tidak terasa padat.




Perpaduan Bumbu Khas Rempah – Rempah yang Menjadikan Daging Ayam Pejantan Menjadi Lezat

Dengan teknologi yang semakin berkembang dan maju, kini olahan daging yang lebih padat pun menjadi dapat lebih mudah untuk dikonsumsi. Penggunaan alat pelunak daging seperti presto dan alat bergerigi pun mulai banyak digunakan. Selain alat pelunak yang dapat menjadikan daging menjadi empuk bahan alternatif alami seperti air nanas dan lemon pun dapat dengan mudah juga diterapkan dalam proses mengempukan daging ayam pejantan.

Adapun olahan daging Ayam Pejantan yang banyak diminati dikalangan masyarakat adalah sebagai berikut :
Ayam Bakar Pejantan Ayam Goreng Bawang Putih
Rendang Ayam Kacang Merah Ingkung Ayam Pejantan
Ayam Bakar Taliwang Ayam Woku
Gulai Ayam Pejantan Muda Ayam Rebus Jahe

Bagaimana Cara Pembuatan Kandang Ayam Pejantan ?

Kandang Ayam merupakan komponen utama dalam menjalankan usaha dibidang peternakan. Dalam pembuatan kandang ayam pejantan usahakan agar pembuatannya dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi ayam. Melindungi ayam dari sengatan matahari, hujan dan terpaan angin. Kini peluang usaha dalam beternak ayam khususnya ayam pejantan memiliki peluang yang sangat tinggi dan menguntungkan bagi peternak. Ayam pejantan juga memiliki masa panen yang relatif lebih singkat.



Pembuatan Kandang Ayam Pejantan yang Mudah

Dalam beternak, perkembangan bibit atau DOC memerlukan kandang yang dapat memberikan kenyamanan. Maka dalam hal pembuatan kandang harus memperhatikan kondisi di sekitar lingkungan kandang. Karena lingkungan juga berpengaruh terahadap kesehatan ayam serta hasil produksi secara makasimal.

Fungsi kandang bagi ayam adalah sebagai berikut :
  • Sebagai tempat untuk berkembang biak
  • Tempat untuk berlindung
  • Sebagai tempat pengendalian penyakit
  • Tempat pembesaran bagi bibit/DOC

Jenis Kandang Berdasarkan Bentuk Lantai

Dalam pembuatan kandang untuk ayam pejantan usahakan agar biaya yang dikeluarkan oleh peternak sesuai dengan modal awal. Untuk pembuatan sebaiknya peternak menggunakan bahan yang relatif lebih murah dan bahan tersebut mudah didapatkan. Pembuatan kandang yang baik juga harus disesuaikan dengan jumlah ayam pejantan yang akan dibudidayakan. Untuk ukuran kandang ayam 1000 ekor peternak dapat membuat kandang dengan ukurang yang relatif lebih luas.

Adapun macam – macam kandang berdasarkan bentuk lantai adalah sebagai berikut :

1. Kandang Litter

Kandang dengan sistem litter merupakan kandang yang menggunakan tanah sebagai litternya atau alas. Dalam pembuatannya peternak dapat mengalasi lantai tanah tersebut menggunakan cor – cor an semen atau juga dapat menggunakan tanah sebagai medianya. Untuk menghindari ayam pejantan terserang penyakit akibat kotoran yang ditimbulkan maka kandang dapat juga dilapisi dengan sekam padi dengan ketebalan 5 – 10 cm.

Penerapan lantai kadang dengan litter tersebut juga memberikan keuntungan yang baik bagi peternak. Kandang menjadi mudah dalam pembuatannya, tahan lama, kokoh serta terhindar dari serangan hama tikus. Biaya pembuatan kandang yang lebih murah serta bahan – bahannya pun mudah untuk ditemukan. Untuk menjaga kandang agar tetap bersih dan terhindar dari gas amoniak maka peternak harus selalu memperhatikan beberapa hal dibawah ini :

  • Menjaga kebersihan kandang dengan mengganti sekam padi selama 1 minggu sekali
  • Mengatur jumlah populasi kandang per meter persegi agar tidak terlalu padat
  • Memberikan tambahan kapur pada litter agar penyerapan kadar air dan kelembaban udara semakin maksimal
  • Melakukan perbaikan wadah minum agar tidak tumpah, karena jika tumpah akan membuat sekam mudah ditumbuhi jamur.

2. Kandang Panggung

Kandang Panggung istilah lain dari sebutan kandang slat. Tipe kandang slat/panggung tersebut memiliki ketinggian sekitar 2 m dari permukaan tanah. Pada lantai kandang slat peternak biasanya membuatnya dengan bilah – bilah bambu yang disusun secara rapi dan teratur dengan jarak 1 – 2 cm.

Terdapat keuntungan dalam pembuatan kandang panggung tersebut diantaranya :

  • Ayam menjadi lebih bersih
  • Kandungan gas amoniak yang terdapat didalamnya tidak terlalu banyak, karena kotoran relatif jatuh kebawah melewati celah
  • Jumlah ayam yang dipelihara dapat menjadi lebih banyak. Cara membuat kandang ayam pejantan dengan sistem kadang panggung ini pun cukup mudah dan dapat dilakukan oleh peternak.

Bagaimana ukuran Kandang Postal/Panggung yang sesuai?

Bentuk kandang postal/panggung sangat cocok diterapkan oleh peternak. Dalam pembuatan kandag panggung tersebut peternak dapat menyesuaikan dengan lahan yang akan dibangun kandang postal tersebut. Tipe kandang panggung tersebut juga sangat cocok diterapkan pada bagian tanah datar, mirng dan tergenag air.

1. Ukuran Kandang

Untuk pembuatan kandang ayam pejantan dengan jumlah yang cukup banyak maka luas kandag harus disesuaikan dengan kepadatan ayam pejantan yang ada. Untuk jumlah ayam 1000 ekor maka pembuatan kandang dengan ukuran 600 meter persegi sehingga kepadatannya 17 ekor per meter persegi.

Lebar kandang sebaiknya tidak lebih dari 7 meter, hal diterapakan agar angin dapat masuk ke bagian tengah kandang sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Dan untuk tinggi kandsng tersebut, peternak dapat membuat dengan ukuran tinggi 3 meter persegi. Tujuan dilakukannya adalah agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar, tidak panas sehingga ayam tidak kepanasan.

Bahan pembuata kandang tersebut, peternak dapat menggunakan bambu sebagai kerangka kandang, ijuk atau asbes sebagai atap.

2. Bahan Pembuat Kandang Panggung

Rangka Kandang

Pada pembuatan rangka kandang ayam pejantan bahan yang dibutuhan adalah kayu bambu atau juga dapat menggunakan kayu kaso.

Dinding Kandang

Pada pembuatan dinding kandang bagian bawah dapat dibuat menggunakan batu bata yang dibeton dengan ketinggian sekitar 50 cm. Sebaiknya dalam pembuatannya tidak terlalu tinggi, hal ini bertujuan agar mengindari dari terpaan angin langsung dari ayam. Selain melindungi dari terpaan angin, kandang panggung juga bertujuan untuk melindungi ayam dari serangan hewan buas, seperti ular dan predator lainnya.

Dinding kandang bagian atas dapat juga dibuat dengan menggunakan bilah – bilah bambu dengan jarak sekitar 1 ruas jari orang dewasa sehinga tidak menghalangi angin yang masuk.

Lantai Kandang

Kandang panggung menggunakan lantai yang beralaskan bambu dengan jarak anatar bambu skitar 1 – 2 cm. Dalam peternakan biasanya lantai bambu tersebut kemudian dialasi menggunakan litter dari sekam padi. Untuk lantai yang beralaskan sekam dikhususkan pada ayam yang masih berusia anakan. Untuk ayam yang sudah memasuki masa produksi dapat dipindahkan kedalam kandang dengan lantai bambu tanpa semen. Pembuatan lantai tersebut bertujuan agar kotoran ayam jatuh kebawah sehingga tidak menimbulkan bau yang menyengat.

Atap Kandang

Pembuatan atap kandang dapat menggunakan dari beberapa jenis atau, dapat juga berupa asbes, genteng dan atal galvanis. Untuk pembuatan kandang ayam pejantan dari seng, sebainya dihindari karena seng dapat menimbulkan bunyi yang dapat mengagetkan ayam apabila tertimpa suatu benda.

3. Kandang Campuran

Model kandang campuran tersebut dibuat dengan cara menggabungkan antara kandang slat dengan kandang litter. Sistem kandang tersebut memiliki perbandingan 2/3 untuk bagian kandang slat dan sisanya 1/3 untuk bagian kandang dengan sistem litter. Penggunaan kandang campuran tersebut cukup mudah diterapkan dan peternak pun juga sudah banyak menerapkan kandang dengan sistem tersebut. Hal tersebut dikarenakan, peternak biasanya menggunakan kandang campuran untuk memelihara ayam pejantan lebih intensif dan fokus selalu pada pembibitan.

kandang ayam kalkun
Kandang Campuran

Untuk ukuran kandang ayam pejantan, peternak dapat menyesuaikan ukuran kandang tersebut dengan jumlah ayam pejantan tersebut. Ukuran kandang ayam 100 ekor cukup mudah diterapkan dan peternak dapat dengan mudah menyesuaikannya dengan jumlah ayam pejantan yang ada.

Kami dari hobiternak.com menyediakan berbagai jenis DOC Ayam Pejantan dan bisa mengirimkan ke seluruh Indonesia. Untuk itu jika mau memesan segera hubungi kami di :

SMS/CALL/WHATSAPP
0856 4772 3888
Telkomsel:
0812-2028-8686
0822-2123-5378
Indosat:
0856-4772-3888
0857-2932-3426
XL:
0819-3140-9353

Kata terkait : ukuran kandang ayam 100 ekor, ukuran kandang ayam 1000 ekor, ukuran kandang ayam pejantan, cara membuat kandang ayam pejantan

Nurasikin:)



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp ORDER VIA WHATSAPP
%d bloggers like this: