10 Jenis Bebek Pedaging Unggul Favorit Peternak

Terbit: 12 April 2024 • Update: 30 April 2026

Jenis bebek pedaging di Indonesia sangat beragam. Bagi Anda yang ingin memulai usaha ternak, memilih jenis bebek yang tepat sangat penting karena akan mempengaruhi kecepatan panen, biaya pakan, dan keuntungan.

Daging dan telur bebek dikenal memiliki nilai gizi yang tinggi, sehingga permintaan pasar terus meningkat. Tidak heran jika saat ini banyak masyarakat mulai membudidayakan bebek, baik untuk pedaging maupun petelur.

Namun, sebelum memulai ternak bebek pedaging, ada baiknya Anda mengenal jenis-jenis bebek pedaging unggul yang cepat besar agar hasil ternak lebih maksimal dan sesuai target.

Memilih jenis bebek yang tepat akan menentukan:

  • Kecepatan pertumbuhan
  • Efisiensi pakan
  • Ketahanan terhadap penyakit
  • Nilai jual di pasaran

Salah memilih jenis bisa membuat biaya membengkak dan hasil tidak optimal.

1. Bebek Peking

Bebek Peking menjadi pilihan utama peternak pemula di seluruh Indonesia bukan tanpa alasan. Masa panennya yang hanya 40–45 hari membuat perputaran modal menjadi lebih cepat dibanding bebek pedaging lainnya.

Bibit DOD Bebek Peking memiliki bulu kuning cerah yang akan berubah menjadi putih bersih saat memasuki usia panen, sekilas mirip angsa.

Untuk mencapai bobot optimal, manajemen pakan menjadi kunci utama. Gunakan pakan berprotein tinggi di fase starter, lalu kombinasikan dengan bahan lokal seperti dedak atau bekatul saat memasuki fase finisher.

Keunggulan Bebek Peking:

  • Pertumbuhan cepat
  • Daya tahan tubuh kuat
  • Pakan ekonomis dan mudah didapat
  • Tidak bersifat kanibal
  • Harga jual relatif stabil
  • Perawatan sederhana, cocok untuk pemula
Ciri bibit bebek peking memiliki bulu berwarna kuning yang akan berubah menjadi putih saat dewasa.
Ciri bibit bebek peking memiliki bulu berwarna kuning yang akan berubah menjadi putih saat dewasa.

2. Bebek Hibrida

Bebek Hibrida dikenal sebagai bebek dwiguna yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil daging maupun telur, sehingga memberikan fleksibilitas usaha sesuai kebutuhan pasar.

Keunggulan ini menjadikannya pilihan menarik bagi peternak yang ingin memiliki lebih dari satu potensi produksi dalam satu jenis ternak.

Waktu panen bebek Hibrida tergolong cepat, setara dengan bebek pedaging lainnya, yaitu sekitar 45 hari dengan bobot rata-rata ±1,5 kg per ekor.

Untuk menekan biaya produksi, pakan berbahan alami seperti enceng gondok, bekatul, dan tepung ikan dapat dimanfaatkan tanpa mengurangi kualitas hasil ternak.

Keunggulan Bebek Hibrida:

  • Dwiguna: dapat dimanfaatkan sebagai pedaging maupun petelur
  • Pertumbuhan relatif cepat (±45 hari panen)
  • Bisa memanfaatkan pakan lokal untuk efisiensi biaya
  • Bibit mudah ditemukan di pasaran
Bibit bebek hibrida memiliki warna bulu campuran
Bibit bebek hibrida memiliki warna bulu campuran

3. Bebek Swedia Biru

Bebek Swedia Biru merupakan pilihan unggulan untuk menyasar pasar premium. Ukuran tubuhnya jauh lebih besar dibanding bebek lokal, di mana jantan dapat mencapai bobot 3–4 kg per ekor, dengan kualitas daging yang unggul dari segi tekstur maupun cita rasa.

Meskipun memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sejumlah peternak telah berhasil menyilangkan bebek Swedia Biru dengan bebek lokal untuk menghasilkan turunan yang lebih terjangkau, namun tetap mempertahankan kualitas daging yang baik.

Keunggulan Bebek Swedia Biru:

  • Bobot besar, bisa mencapai 3–4 kg/ekor
  • Tekstur daging lebih padat dan rasa lebih unggul
  • Potensial untuk segmen pasar premium
  • Dapat disilangkan dengan bebek lokal
Bebek ini memiliki bobot yang cukup tinggi yakni 12 – 15 per ekornya
Bebek ini memiliki bobot yang cukup tinggi yakni 12 – 15 per ekornya

4. Bebek Raja & Ratu

Bebek Raja dan Ratu merupakan hasil persilangan antara pejantan Mojosari dengan betina Alabio, dua ras bebek lokal unggulan Indonesia.

Dalam pengembangannya, bebek Raja difokuskan sebagai pedaging dengan postur tubuh besar, sedangkan bebek Ratu diarahkan sebagai petelur dengan potensi produksi hingga 270 butir per tahun.

Puncak produksi telur bebek Ratu biasanya terjadi pada usia sekitar 4,5 bulan, dengan masa produksi aktif mencapai ±2 tahun.

Kombinasi dua fungsi dalam satu hasil persilangan ini menjadikannya lebih efisien dalam manajemen kandang dan perencanaan usaha ternak.

Keunggulan Bebek Raja & Ratu:

  • Hasil persilangan unggulan bebek lokal
  • Bebek Raja memiliki pertumbuhan tubuh besar, cocok untuk pedaging
  • Bebek Ratu produktif sebagai petelur hingga ratusan butir per tahun
  • Mampu beradaptasi dengan baik terhadap iklim lokal

5. Bebek Serati

Bebek Serati adalah pilihan cerdas bagi peternak yang ingin menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas.

Dalam waktu sekitar 8 minggu, bebek ini mampu mencapai bobot hingga 2 kg per ekor, menjadikannya lebih unggul dibanding bebek hibrida di usia yang sama.

Keunggulan utama bebek Serati terletak pada efisiensi pakan, di mana hanya dibutuhkan sekitar 3,5 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging.

Selain itu, dagingnya dikenal memiliki tekstur tebal dengan rasa yang gurih, terutama pada bagian dada yang banyak diminati konsumen. Hal ini membuat nilai jualnya relatif lebih tinggi dibanding bebek lokal biasa.

Keunggulan Bebek Serati:

  • Pertumbuhan cepat dengan bobot optimal dalam waktu singkat
  • Efisiensi pakan tinggi (FCR rendah)
  • Daging lebih padat dengan cita rasa gurih
  • Potensi harga jual lebih tinggi di pasaran
Bebek serati merupakan hasil persilangan antara entok/ mentok jantan dengan bebek lokal sehingga menghasilkan bebek pedaging yang berkualitas tinggi
Bebek serati merupakan hasil persilangan antara entok/ mentok jantan dengan bebek lokal sehingga menghasilkan bebek pedaging yang berkualitas tinggi

6. Bebek Tiktok

Bebek Tiktok merupakan hasil persilangan antara bebek Alabio betina dengan entok jantan asal Taiwan. Karena perbedaan ukuran tubuh yang cukup signifikan, proses perkawinannya dilakukan melalui inseminasi buatan, bukan secara alami.

Keunggulan utama bebek Tiktok terletak pada daya tahan tubuhnya yang kuat terhadap berbagai jenis penyakit, sehingga lebih aman dipelihara terutama pada sistem kandang padat.

Selain itu, dagingnya memiliki tekstur tebal dengan cita rasa gurih, serta mampu mencapai bobot sekitar 2 kg per ekor dalam waktu kurang lebih 2 bulan dengan manajemen pakan yang baik.

Keunggulan Bebek Tiktok:

  • Ketahanan tubuh tinggi terhadap penyakit
  • Pertumbuhan cukup cepat dengan bobot panen optimal
  • Tekstur daging padat dengan rasa gurih
  • Cocok untuk pemeliharaan di kandang padat
Bebek tiktok merupakan hasil persilangan antara entok jantan dari Taiwan dan bebek Alabio betina
Bebek tiktok merupakan hasil persilangan antara entok jantan dari Taiwan dan bebek Alabio betina

7. Bebek Manila (Entok)

Bebek Manila atau Muscovy Duck dikenal di Indonesia dengan sebutan entok. Jenis ini memiliki ukuran tubuh paling besar dibandingkan bebek lainnya, dengan bobot yang dapat mencapai 3–5 kg per ekor.

Di berbagai negara, bebek ini memiliki sebutan berbeda seperti Indian Duck, Pato, Turkish Duck, hingga Guinea Duck.

Di pedesaan Indonesia, entok sudah lama dimanfaatkan sebagai penghasil daging karena kemampuannya beradaptasi dengan sistem pemeliharaan sederhana tanpa memerlukan pakan khusus.

Keunggulan Bebek Manila (Entok):

  • Bobot tubuh besar, bisa mencapai 3–5 kg/ekor
  • Mudah dipelihara dengan sistem tradisional
  • Tidak membutuhkan pakan khusus
  • Tahan terhadap kondisi lingkungan sederhana
Bentuk tubuh bebek manila sangat besar, beratnya bisa mencapai 3 – 5 kg.
Bentuk tubuh bebek manila sangat besar, beratnya bisa mencapai 3 – 5 kg.

8. Bebek Magelang

Bebek Magelang, yang sering disebut bebek kalung karena ciri khas bulu putih melingkar di lehernya, berasal dari wilayah Magelang, khususnya Sempu, Ngadirejo, dan Secang. Kini, penyebarannya telah meluas ke berbagai daerah di Jawa seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta.

Jenis ini dikenal sebagai bebek petelur dengan produktivitas tinggi, mencapai sekitar 200–300 butir per tahun. Meski demikian, bebek Magelang juga memiliki potensi sebagai pedaging, di mana jantan dapat mencapai bobot 1,8–2,5 kg, sementara betina afkir berada di kisaran 1,5–2 kg.

Keunggulan Bebek Magelang:

  • Produktivitas telur tinggi
  • Memiliki nilai tambah sebagai pedaging saat afkir
  • Mudah dikenali dari ciri khas “kalung” di leher
  • Cocok dipelihara di berbagai wilayah Jawa
Bobot yang dihasilkannya pun juga cukup tinggi, bebek jantan dapat mencapai bobot 1,8 – 2,5 per kg sedangkan untuk yang betina 1,5 – 2,0 per kg.
Bobot yang dihasilkannya pun juga cukup tinggi, bebek jantan dapat mencapai bobot 1,8 – 2,5 per kg sedangkan untuk yang betina 1,5 – 2,0 per kg.

9. Bebek Tegal

Bebek Tegal merupakan bebek lokal asli Indonesia yang banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes. Ciri khasnya adalah postur tubuh yang relatif tegak lurus, sekilas menyerupai botol berdiri.

Jenis ini dikenal sebagai bebek petelur dengan produktivitas sekitar 200–250 butir per tahun. Selain itu, bebek Tegal juga kerap dimanfaatkan sebagai pedaging saat masa afkir. Dengan pemberian pakan yang berkualitas, bobot panennya dapat mencapai kisaran 2 kg per ekor.

Keunggulan Bebek Tegal:

  • Mudah ditemukan di pasar lokal
  • Harga bibit relatif terjangkau
  • Memiliki nilai tambah sebagai pedaging saat afkir
  • Mampu beradaptasi dengan lingkungan pesisir
Produksi telur yang dihasilkan yakni 200 – 250 butir per tahunnya.
Produksi telur yang dihasilkan yakni 200 – 250 butir per tahunnya.

10. Bebek Alabio (Bebek Banar)

Bebek Alabio, atau dikenal juga sebagai bebek Banar, berasal dari Kalimantan Selatan dan termasuk salah satu bebek dwiguna unggulan di Indonesia.

Bahkan, produktivitasnya sering dinilai lebih tinggi dibanding beberapa jenis bebek lokal lainnya seperti Magelang, Tegal, maupun Mojosari.

Bebek betina Alabio mulai bertelur pada usia sekitar 6 bulan dengan tingkat produksi yang tinggi. Sementara itu, jantannya dapat dimanfaatkan sebagai pedaging.

Selain itu, perannya sebagai indukan dalam pengembangan bebek Hibrida dan bebek Raja menunjukkan kualitas genetiknya yang sangat baik.

Keunggulan Bebek Alabio:

  • Memiliki kualitas genetik unggul sebagai dasar persilangan
  • Produksi telur tinggi dan stabil
  • Jantan berpotensi sebagai pedaging
  • Mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis
Selain ditujukan sebagai bebek penghasil telur, ternyata bebek alabio juga bisa ditujukan sebagai penghasil daging.
Selain ditujukan sebagai bebek penghasil telur, ternyata bebek alabio juga bisa ditujukan sebagai penghasil daging.

Tidak ada satu jenis bebek pedaging yang “terbaik” untuk semua orang. Pilihan terbaik sangat bergantung pada modal, target pasar, lokasi, dan kemampuan manajemen kandang Anda.

Jika Anda pemula dengan modal terbatas dan ingin perputaran cepat, Bebek Peking atau Hibrida adalah titik mulai yang paling aman.

Jika Anda sudah lebih berpengalaman dan ingin margin lebih besar, pertimbangkan Bebek Serati untuk efisiensi pakan, atau Bebek Swedia Biru untuk segmen premium.

Yang terpenting: pastikan Anda mendapatkan bibit DOD berkualitas dari sumber terpercaya, karena kualitas bibit adalah fondasi utama keberhasilan ternak bebek pedaging.

FAQ Bebek Pedaging

Pertanyaan yang sering ditanyakan seputar budidaya dan pemilihan bebek pedaging

Bebek pedaging apa yang paling cepat panen?

Bebek Peking adalah yang tercepat, dengan waktu panen hanya 40–45 hari dan bobot mencapai 1,5–2 kg/ekor. Cocok untuk peternak yang ingin perputaran modal cepat dengan risiko penyakit yang rendah.

Apa perbedaan Bebek Peking dan Bebek Hibrida untuk pedaging?

Keduanya memiliki waktu panen serupa (±45 hari). Bebek Peking lebih fokus pada pedaging dengan laju pertumbuhan lebih agresif. Bebek Hibrida bersifat dwiguna — bisa dialihfungsikan sebagai petelur jika dibutuhkan, memberikan fleksibilitas lebih bagi peternak.

Bebek pedaging apa yang paling cocok untuk pemula?

Bebek Peking dan Hibrida adalah rekomendasi utama untuk pemula. Keduanya mudah dipelihara, pakan tidak sulit dicari, dan pasar sudah terbentuk dengan baik di seluruh Indonesia. Bibit DOD-nya pun tersedia luas dan harganya relatif stabil.

Apakah bebek pedaging perlu kolam air untuk dipelihara?

Tidak. Bebek pedaging modern seperti Peking dan Hibrida tidak memerlukan kolam. Sistem kandang kering atau litter sudah cukup selama kebutuhan air minum terpenuhi dengan baik. Ini justru memudahkan manajemen kebersihan kandang.

Jenis bebek mana yang paling hemat pakan?

Bebek Serati memiliki FCR (Feed Conversion Ratio) paling efisien: hanya butuh 3,5 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging. Jauh lebih efisien dibanding rata-rata bebek pedaging lainnya yang membutuhkan 4–5 kg pakan per kg daging.

Kami menyediakan berbagai jenis bebek pedaging seperti Peking, Hibrida, dan lainnya siap kirim ke seluruh Indonesia.
Hubungi Customer Service sekarang untuk info harga & pengiriman.

5/5 - (12 votes)

Tinggalkan komentar

WhatsApp Chat Sekarang via WA