JUAL PULLET AYAM PETELUR
Siap kirim ke seluruh Indonesia, BERGARANSI*
Terbit: 18 Juni 2019 • Update: 14 September 2026
Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena mengandung protein dan mudah diolah. Tingginya kebutuhan telur membuat ayam petelur menjadi salah satu pilihan usaha peternakan.
Namun, keberhasilan beternak ayam petelur tidak hanya bergantung pada jumlah ayam. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama bibit, kandang, dan pakan.

1. Pemilihan Bibit Ayam Petelur
Bibit menjadi salah satu faktor penting dalam usaha ayam petelur. Pemilihan DOC ayam petelur yang baik dapat membantu mendapatkan ayam dengan pertumbuhan dan produktivitas yang sesuai.
Ciri-Ciri DOC Ayam Petelur yang Baik
DOC ayam petelur yang baik umumnya memiliki bobot sekitar 32–35 gram. Selain bobot, kondisi fisiknya juga perlu diperhatikan.
Beberapa cirinya yaitu:
- Bibit atau DOC bergerak aktif , lincah, gesit, dan responsif apabila dipegang.
- Pada dubur DOC bersih, tidak ada kotoran, dan tidak lengket.
- Memiliki mata yang bulat cerah
- Apabila diletakkan dalam posisi berkelompok, ia akan aktif bergerak dan tidak berdiam diri.
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, pemilihan bibit sebaiknya disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan.

Ayam Petelur Tipe Ringan
Ayam petelur tipe ringan lebih difokuskan untuk produksi telur. Beberapa strain yang termasuk tipe ini antara lain Babcock B–300, Hisex White, Ross White, dan Hubbard Leghorn.
Hubbard Leghorn biasanya dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Karakternya cenderung aktif, mudah terbang, dan lebih berisik.
Secara fisik, ayam tipe ringan memiliki tubuh yang lebih kecil dan ramping dengan bulu berwarna putih. Ayamnya aktif, memiliki satu jengger yang besar, mata cerah, dan mudah terkejut.
Ayam tipe ringan mengalami dewasa kelamin lebih awal dan mulai menghasilkan telur sekitar 4 bulan.
Produktivitasnya sekitar 260–280 butir telur per tahun, dengan bobot telur sekitar 55–65 gram. Telurnya berwarna putih dengan cangkang yang agak tipis.

Ayam Petelur Tipe Sedang atau Medium
Selain tipe ringan, terdapat ayam petelur tipe sedang atau medium. Ayam ini juga dikenal sebagai ayam dwiguna karena dapat dimanfaatkan untuk produksi telur sekaligus daging ketika sudah tidak produktif.
Beberapa strain yang termasuk tipe medium antara lain Isa Brown, Lohman Brown, Rosa Brown, Hisex Brown, Dekalb Brown, dan Hubbard Golden Comet.
Tipe ini banyak dipilih peternak karena produktivitas telurnya tinggi dan dagingnya masih dapat dimanfaatkan saat ayam diafkir.
Dari segi fisik, ayam medium memiliki tubuh lebih besar dan kekar, lebih banyak daging dan lemak, serta bagian kaki dan dada yang lebih berotot. Karakternya juga cenderung lebih tenang.
Produktivitasnya sekitar 270–290 butir telur setiap tahun, dengan bobot telur sekitar 65–75 gram. Cangkangnya lebih tebal dan berwarna cokelat.

2. Kandang Ayam Petelur
Kandang berfungsi untuk melindungi ayam dari panas, hujan, udara dingin, serta gangguan predator.
Kandang ayam petelur setidaknya perlu memenuhi tiga kondisi:
- Tidak mengganggu lingkungan sekitar, sehingga sebaiknya berada cukup jauh dari permukiman karena adanya bau dari kotoran ayam.
- Mudah dirawat oleh peternak, sehingga kegiatan pemberian pakan, pembersihan, dan pengawasan ayam lebih mudah dilakukan.
- Nyaman bagi ayam, agar ayam dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Jenis Kandang Berdasarkan Usia Ayam
Jenis kandang dapat disesuaikan dengan usia ayam. Ayam yang masih berusia di bawah 18 minggu berada pada fase starter-grower.
Setelah usia tersebut, ayam dapat dipelihara menggunakan kandang baterai maupun sistem umbaran atau free-range.
Bagi yang sedang menyiapkan kandang, Anda juga bisa mempelajari berbagai model kandang ayam petelur sebagai referensi sebelum menentukan sistem pemeliharaan.
3. Pakan Ayam Petelur
Pakan menjadi faktor penting karena ayam membutuhkan nutrisi, vitamin, dan mineral untuk mendukung produktivitas telur.
Pakan ayam petelur dapat berupa pakan pabrikan maupun bahan pakan tambahan atau alternatif.
Beberapa perusahaan pakan yang dikenal di Indonesia antara lain PT JAPFA, PT CHAROEN PHOKPHAND, dan PT WONOKOYO.
Pakan pabrikan umumnya sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan ayam dan dapat digunakan sebagai pakan harian. Jenis pakan biasanya dibedakan berdasarkan usia ayam.

Harga Pakan Ayam Petelur
Selain kandungan nutrisi, biaya pakan juga perlu diperhitungkan karena menjadi salah satu kebutuhan dalam pemeliharaan ayam petelur.
Harga pakan ayam petelur dapat berbeda-beda tergantung jenis pakan, usia ayam, merek, daerah, dan tempat pembelian. Karena itu, peternak perlu menyesuaikan pilihan pakan dengan kebutuhan ayam dan kondisi usaha.
Selain pakan pabrikan, peternak juga dapat menggunakan bahan pakan alternatif untuk menyusun ransum.
Pakan Alternatif Ayam Petelur
Berbagai bahan dapat digunakan sebagai sumber energi maupun protein. Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan batas dan kandungan nutrisinya.
1. Jagung kuning
Jagung kuning merupakan salah satu sumber energi utama dalam pakan ayam.
Jagung untuk pakan banyak yang masih didatangkan dari luar negeri, meskipun tersedia juga jagung lokal. Kualitas jagung lokal dapat berbeda-beda tergantung umur panen dan daerah asalnya.
Jagung tidak memiliki senyawa antinutrisi yang membahayakan sehingga tidak perlu dibatasi penggunaannya karena alasan tersebut.
2. Dedak padi
Dedak padi merupakan hasil samping dari penggilingan beras. Kualitas dedak dapat berbeda-beda.
Dedak memiliki kandungan serat yang cukup tinggi dan mengandung asam fitat. Penggunaannya sebaiknya tidak lebih dari 20% karena ayam petelur kurang mampu mencerna serat kasar dalam jumlah tinggi.
Kandungan fitat yang berlebihan juga dapat mengganggu penyerapan mineral fosfor, padahal fosfor merupakan mineral penting bagi ayam petelur.
3. Pollard
Pollard merupakan hasil samping dari penggilingan gandum. Penggunaannya tidak boleh terlalu banyak karena memiliki kandungan serat kasar yang mirip dengan dedak.
4. Onggok
Onggok merupakan limbah dari industri tapioka. Bahan ini relatif murah, tetapi penggunaannya sebaiknya tidak lebih dari 5% karena mengandung sianida.




5. Bungkil kedelai
Bungkil kedelai merupakan hasil samping pengolahan kedelai dan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pakan.
Sebagian besar bungkil kedelai masih berasal dari impor. Penggunaannya perlu dibatasi sekitar 20–25% karena mengandung trypsin inhibitor yang dapat mengganggu proses penyerapan asam amino.
6. Fish Meal (Tepung Ikan)
Fish meal merupakan sumber protein dengan kandungan protein sekitar 40–65%.
Tepung ikan juga masih banyak yang berasal dari impor, sedangkan kualitas tepung ikan lokal dapat berbeda-beda. Penggunaannya sekitar 7–10%.
7. Meat and Bone Meal (Tepung daging dan tulang)
Meat and Bone Meal atau tepung daging dan tulang berasal dari limbah rumah potong hewan.
Bahan ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat digunakan sekitar 5–10% dalam ransum.
8. Corn Gluten Meal (Tepung lembaga / inti jagung)
Corn Gluten Meal atau CGM merupakan hasil samping dari proses pengolahan jagung untuk minyak.
Penggunaannya dapat mencapai 8% dan salah satu manfaatnya adalah memberikan warna kuning pada telur.




Perlu Diperhatikan Saat Membuat Ransum
Berbagai bahan alternatif tersebut dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Namun, penggunaannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Perbandingan setiap bahan perlu dihitung dengan matang dan metode penyusunan ransum harus dilakukan dengan tepat agar pakan yang diberikan tidak justru merugikan ayam.
Penggunaan pakan alternatif tetap perlu mempertimbangkan kandungan nutrisi, batas penggunaan, serta kebutuhan ayam sesuai fase pemeliharaannya.
FAQ Beternak Ayam Petelur
Tiga faktor utama yang perlu diperhatikan adalah bibit, kandang, dan pakan.
DOC ayam petelur yang baik memiliki bobot sekitar 32–35 gram, aktif, responsif, memiliki mata cerah, dan kloaka yang bersih.
Tipe ringan lebih difokuskan untuk produksi telur dengan bobot tubuh lebih kecil dan ramping. Tipe medium memiliki tubuh lebih besar dan dapat dimanfaatkan untuk produksi telur sekaligus daging saat diafkir.
Ayam petelur tipe ringan memiliki produktivitas sekitar 260–280 butir telur per tahun, dengan bobot telur sekitar 55–65 gram.
Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain jagung kuning, dedak padi, pollard, onggok, bungkil kedelai, fish meal, meat and bone meal, dan corn gluten meal.
Sudah Siap Beternak Ayam Petelur?
Beternak ayam petelur membutuhkan perhatian mulai dari pemilihan bibit, kandang, hingga pakan. Ketiga faktor tersebut perlu dipersiapkan sejak awal agar pemeliharaan dapat berjalan dengan baik.
Bagi yang sedang mencari DOC ayam petelur, Hobiternak menyediakan DOC ayam petelur berkualitas dan dapat melakukan pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia yang dapat dijangkau melalui kargo hewan.
Untuk informasi ketersediaan DOC, harga, dan pengiriman, silakan hubungi customer service Hobiternak.
HUBUNGI KAMI
WhatsApp & Telepon
Klik nomor untuk langsung chat otomatis!

Agus Harianto, S.Pt adalah alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan praktisi peternakan berpengalaman.
Bersama team hobiternak.com beliau berkontribusi membagikan panduan dan tips seputar peternakan ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya, yang disusun praktis dan mudah dipahami untuk semua kalangan.





