Cara Mudah Meningkatkan Produktifitas Telur dalam Ternak Ayam Kampung

Cara Mudah Meningkatkan Produktifitas Telur dalam Ternak Ayam Kampung

Ayam kampung termasuk ayam yang tidak teratur dalam bertelur. Ada yang bertelur sepanjang waktu. Namun ada beberapa diantaranya yang setelah bertelur, mengerami dan mengasuh anak-anaknya setelah itu berhenti cukup lama untuk bertelur kembali. Sampai-sampai peternaknya heran mengapa ayamnya tidak bertelur lagi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ayam kampung tidak rutin berproduksi. Konsumsi pakan yang kurang mengandung protein, terserang penyakit, berasal dari bibit yang tidak unggul, sedang mengasuh anak-anaknya, cuaca ekstrim terutama panas terik juga mempengaruhi produktivitas ayam.

Cara Mudah Meningkatkan Produktifitas Telur dalam Ternak Ayam Kampung
Cara Mudah Meningkatkan Produktifitas Telur dalam Ternak Ayam Kampung

Untuk itu jika ingin meningkatkan produktivitas telur dalam ternak ayam kampung maka harus dilakukan langkah-langkah seperti berikut ini :

  1. Nutrisi Makanan

Saat ayam masuk masa produktif yaitu umur ayam sekitar 5 bulan keatas, maka berikan makanan yang tinggi nilai nutrisinya. Dalam ransum makanan sehari-hari yang mengandung air, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan protein. Makanan yang mengandung protein tinggi adalah siput atau bekicot. Hewan tersebut relatif mudah dicari disekitar sawah terutama musim hujan. Anda Tinggal memotong menjadi ukuran yang kecil untuk memudahkan ayam menyantapnya.

Pemberian makanan minimal diberikan 2 kali dalam sehari. Ini untuk menjaga agar ayam tidak kekurangan asupan nutrisi bergizi. Bila ini dilakukan terus menerus sampai ayam siap untuk bertelur maka produksi telur akan meningkat dengan pesat dibandingkan dengan ayam yang diberikan makanan dengan asupan gizi yang kurang memadai.

  1. Menyapih anak ayam

Ayam yang sedang mengasuh anak ayam akan berhenti bertelur untuk sementara waktu. Bila anda memiliki mesin penetas telur, maka ayam anda tidak perlu mengasuh anak-anak ayam karena saat ia bertelur tugas mengerami telah diambil-alih mesin penetas. Setelah menetaspun tidak perlu mengasuh karena nanti akan dimasukkan dalam boks khusus dan diberi lampu 40 watt. Dengan begitu ayam akan terus-meneus bertelur. Bila anda tidak punya mesin penetas, maka saat anak ayam menetas langsung dipisah dan diletakkan dalam kotak yang diberi lampu 40 watt agar selalu hangat. Dengan demikian ayam akan kembali bertelur kembali.

Memang ada keuntungan yang didapat saat kita menggunakan mesin penetas telur. Waktu yang digunakan ayam untuk mengerami dan mengasuh anak-anaknya telah diambil-alih oleh mesin penetas. Jadi ayam hanya fokus bertelur saja sepanjang tahun. Jika kita kalkulasi ayam bertelur biasanya sekitar 15 butir yang tidak tentu bertelur per hari. Kemudian mengerami selama 21 hari, mengasuh anak-anaknya sekitar 100 hari. Jadi dalam 1 tahun ayam hanya mengalami masa produksi sekitar 2,5 kali saja. Dengan jumlah sekitar 37 butir telur per tahun. Tentu ini kurang menguntungkan bagi para peternak.

Jika kita menggunakan mesin penetas, waktu yang digunakan ayam untuk mengerami akan diambil alih oleh mesin mesin penetas. Setelah menetas bisa langsung di letakkan dalam box yang mempunyai penghangat ruangan. Jadi ayam hanya bertugas bertelur saja. Jika kita secara maksimal dalam perawatan, ayam akan menghasilkan sekitar 123 telur per tahun. Suatu jumlah yang lumayan dibandingkan saat perawatan biasa yang hanya menghasilkan sekitar 37 telur saja.

Silahkan klik di daftar harga mesin penetas telur otomatis dan hubungi kami untuk pembelian mesin penetas telur otomatis

  1. Memandikan ayam

Ayam setelah bertelur cukup banyak, biasanya sudah menunjukkan tanda-tanda akan mengeram. Jika kita ingin ayam tersebut terus bertelur, anda cukup memandikan ayam tersebut setiap pagi selama 4 hari berturut-turut. Setelah dimandikan segera lepas diumbar diluar kandang. Biasanya seminggu setelah proses pemandian, ayam tersebut bisa bertelur kembali. Tentu anda harus memperhatikan cuaca pada saat itu. Jika mendung bahkan hujan, proses pemandian jangan dilakukan. Dikhawatirkan ayam akan kedinginan yang bisa mengakibatkan kematian.

  1. Kawin Silang

Ayam yang berasal dari keturunan yang tidak unggul akan menghasilkan keturunan yang rendah dalam berproduksi. Maka perlu dilakukan perkawinan silang agar anak yang dihasilkan mempunyai produktivitas bertelur yang tinggi. Beberapa contoh ayam yang mempunyai produktivitas telur yang tinggi adalah ayam Arab. Pada kawin silang kita sebaiknya mengetahui alur keturunan dari ayam yang akan kita kawin silangkan agar benar-benar menghasilkan bibit yang unggul. Sedangkan ayam Pelung mempunyai postur yang besar cocok untuk pedaging. Sekarang ini ada perkawinan silang antara ayam Pelung dan ayam petelur yang menghasilkan ayam Joper yang ayam tinggi produksi telur dan dagingnya.

  1. Kawin Suntik

Kawin suntik belum begitu umum digunakan dalam masyarakat. Umumnya kawin suntik digunakan pada hewan sapi. Pada kawin suntik, kita tidak perlu mengetahui alur keturunan pejantan yang akan dikawin-silangkan. Kita cukup meminta agar ayam kita disuntik dengan bibit yang berasal dari bibit ungul.

  1. Modifikasi Kandang

Umumnya ayam kampung diumbar dalam lingkungan kandang yang luas. Namun untuk membuatnya berproduksi lebih banyak, perlu dibuatkan kandang seperti pada ayam petelur. Jadi ayam tidak banyak bergerak jadi energi yang dikeluarkan akan lebih sedikit. Dengan begitu ayam akan fokus bertelur. Disamping itu ayam yang dibuat dalam kandang terbatas, makanan lebih teratur dan terkontrol kebersihan dan kandungan gizinya.

  1. Pemberian Vaksinasi

Disamping itu ayam perlu diberikan vaksinasi misalnya ND (Newcastle Disease) untuk mengatasi penyakit sampar atau tetelo. Hindari penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan kimia. Jika memang sakit, segera dikarantina dan jika memungkinkan diobati dengan obat-obatan alamiah. Obatan alamiah tidak mempunyai efek samping terhadap produksi daging, telur yang dihasilkan oleh ayam. Selagi penggunannya tidak berlebihan tentunya.

  1. Usia Ayam

Usia yang paling baik untuk bertelur adalah setelah ayam berumur 8 bulan. Itulah saat yang tepat untuk meningkatkan produktivitas secara maksimal. Setelah 8 bulan ayam tetap dapat berproduksi tetapi jumlahnya semakin menurun.

Demikianlah beberapa cara agar produktivitas telur ayam kampung meningkat. Disamping itu kebersihan kandang tetap mendapat prioritas utama. Semua cara itu saling berkaitan dan saling melengkapi demi keberhasilan yang lebih baik lagi. Selamat mencoba.

Kami menyediakan berbagai macam jenis ayam hias serta mesin penetas telur otomatis. Silahkan hubungi kami kapan saja di:

Telkomsel :

0812-2028-8686

(Call/SMS)

IM3 :

0856-4772-3888

(Call/SMS/Whatsap)

Kata terkait:

Ayam Kampung, pembesaran ayam kampung, harga ayam kampung, cara beternak ayam kampung, kandang ayam kampung, pakan ayam kampung, ternak ayam kampung, peternakan ayam kampung, ayam kampung super

Leave a Reply

%d bloggers like this: