Budidaya Porang sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Petani Indonesia

Porang adalah sejenis umbi yang saat ini mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Tanaman porang sendiri sebenarnya sudah cukup lama ditemukan di Indonesia. Namun pemanfaatannya secara maksimal dengan cara ekspor keluar negeri baru dilakukan beberapa tahun terakhir ini.

Hal itu tidak lepas dari peran serta Bapak Paidi, seorang mantan pemulung dari Madiun yang sukses mengembangkan porang sehingga bisa diekspor ke luar negeri.

Tanaman porang atau  Amorphophallus muelleri merupakan umbi yang sekilas mirip dengan tanaman iles-iles, walur, dan suweg.

Porang sendiri cukup banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, kosmetik, lem, dan bahan industri.

Contoh kebun tanaman porang yang sudah tumbuh lumayan besar | Image 1
Contoh kebun tanaman porang yang sudah tumbuh lumayan besar | Image 1

Setelah Bapak Paidi sukses mengembangkan tanaman porang menjadi tanaman yang bernilai ekspor, akhirnya cukup banyak masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan tanaman porang tersebut.

Tanaman porang sendiri cukup mudah ditanam di area pekarangan rumah, kebun atau di hutan di bawah pohon jati, sonokeling, dan lain-lain.

Sehingga orang awam dan orang yang belum pernah bercocok tanam akan mudah mengembangkannya. 

Bibit tanaman porang yang diletakkan di pollybag terlebih dahulu | Image 2
Bibit tanaman porang yang diletakkan di pollybag terlebih dahulu | Image 2

Mari kita mempelajari beberapa hal yang perlu kita ketahui saat bertanam porang 

1. Tingkat Keasaman (PH tanah)

Tanaman porang biasanya dapat tumbuh subur pada tanah yang mempunyai Ph 6 – 7. Namun jika tanah anda mempunyai derajat keasaman di bawah 6 – 7 maka tanah tersebut perlu diolah terlebih dahulu.

Beberapa wilayah yang mempunyai derajat keasaman nya 4-5 adalah wilayah rawa dan tanah bergambut. Wilayah tersebut berada di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Untuk menaikkan Ph tanah maka kita bisa menaburkan kapur seperti dolomit, pemberian pupuk NPK, perbaikan drainase, dan masih banyak lagi. Untuk hal ini akan dibahas lebih mendalam pada kesempatan mendatang ya sobat.

2. Iklim

Iklim yang sesuai untuk bertanam porang adalah yang mempunyai ketinggian 100 – 600 meter dari permukaan laut (mdpl), dan dengan intensitas cahaya yang cukup. Intensitas cahaya cukup berpengaruh pada pertumbuhan tanaman diantaranya porang. 

3. Lingkungan

Tanaman porang termasuk tanaman yang memerlukan tanaman pelindung atau tanaman untuk bernaung. Beberapa tanaman yang bisa dijadikan tanaman pelindung adalah tanaman sonokeling, mahoni, dan jati. 

Terlihat bahwa ada beberapa bibit katak porang sudah muncul tunasnya | Image 3
Terlihat bahwa ada beberapa bibit katak porang sudah muncul tunasnya | Image 3

Tahapan Menanam Porang

1. Membersihkan Lahan

Lahan yang akan digunakan untuk bertanam porang perlu dibersihkan dari berbagai gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Misalnya rumput, alang-alang, dan tanaman liar lainnya.

2. Mengolah Lahan

Sebelum lahan tersebut digunakan untuk bertanam porang, lahan perlu diolah terlebih dahulu. Lahan dibersihkan dari berbagai gulma atau tanaman pengganggu.

Setelah bersih lahan di cangkul atau dibajak menggunakan traktor agar posisi tanah benar-benar berubah dibandingkan pada posisi semula.

3. Membuat Guludan

Sebelum menanam tanaman porang, kita perlu membuat guludan atau bedengan. Hal itu untuk memudahkan saat panen porang, karena saat panen pohon porang sudah dorman atau mati secara alami sehingga untuk mengetahui posisi umbinya dengan membuat guludan tanah. 

4. Memberikan Pupuk

Untuk pupuk kita bisa menggunakan pupuk kandang dengan jumlah 5 ton / hektar. Sedangkan untuk pupuk anorganik diberikan setelah 45 hari dari musim tanam dan 75 hari setelah musim tanam. 

Contoh foto tanaman porang yang ditanam secara berjarak | Image 4
Contoh foto tanaman porang yang ditanam secara berjarak | Image 4

5. Jarak Antar Tanaman 

  • Untuk jarak tanam pada musim pertama menggunakan jarak 30 x 30 cm
  • Sedangkan jika panen tahun kedua jarak antar tanaman 45 x 45 cm
  • Untuk panen tahun ketiga  jarak antar tanaman 60 x 60 cm
  • Jika menggunakan umbi dengan bobot 0,5 kg maka jarak antar tanaman 90 x 90 cm

6. Tebal Lapisan Tanah

Untuk tebal lapisan tanah jika menggunakan :

  • Bibit bubil / katak  kurang lebih 5 cm
  • Bibit umbi kecil kurang lebih 10 cm
  • Bibi umbi besar kurang lebih 15 cm.

7. Penyiangan Tanaman

Dilakukan secara manual sekaligus menggemburkan tanah guludan. Untuk penyiangan biasanya di lakukan pada saat umur tanaman 30 hari, 60 hari, dan 90 hari setelah tanam.

Penyiangan dilakukan guna membersihkan tanaman dari gulma pengganggu. Gulma sejenis rumput sebaiknya dicabut beserta akarnya. Hal itu karena akar dapat mengganggu perkembangan dan merusak tanaman porang karena akarnya dapat menembus umbi porang.

Untuk tanaman gulma setelah dibersihkan dapat diletakkan pada guludan atau bedengan lahan. Hal itu bermaksud agar tanaman gulma membusuk dan bisa menjadi pupuk atau humus dan bermanfaat bagi tanaman porang. 

Katak porang sudah muncul tunas di wadah pollybag dann siap untuk di tanam | Image 5
Katak porang sudah muncul tunas di wadah pollybag dann siap untuk di tanam | Image 5

8. Penanaman Porang

Untuk porang biasanya ditanam pada awal musim penghujan sekitar bulan September / Oktober. Pada musim penghujan bibit porang secara alami akan mengeluarkan tunas.

Setelah lahan yang akan digunakan telah siap maka kita menanam bibit porang pada lahan tersebut dengan menerapkan kaidah jarak antar tanaman berdasarkan bibit yang digunakan. 

9. Panen Katak Porang

Setelah tanaman berumur 6 bulan maka tanaman mulai memasuki masa dorman yang ditandai dengan layunya pohon dan katak yang menempel pada ranting pohon porang akan dorman (lepas dari tangkainya secara alami).

Katak tersebut jika sudah masak pohon maka dapat dijadikan bibit, agar kedepan nya kita bisa menanam kembali dari bibit kebun sendiri. Pada musim pertama biasanya per pohon menghasilkan sekitar 4-5 butir katak dengan besaran yang bervariasi. 

Tanaman porang yang sudah muncul bibit kataknya | Image 6
Tanaman porang yang sudah muncul bibit kataknya | Image 6

Setelah pohon porang mati, maka kita bisa memanen umbi porang tergantung bibit yang digunakan. Jika menggunakan bunga spora atau katak mini maka umbi yang dihasilkan masih kecil sekitar 2-3 ons per umbi.

Umbi tersebut dapat dijual sebagai umbi bibit atau dibiarkan hingga musim berikutnya agar menghasilkan umbi produksi.  Sedangkan jika menggunakan katak super, katak root yang berukuran besar dan umbi dapat dipanen pada satu musim tanam. 

Demikian beberapa hal mengenai penanaman tanaman porang. Sehingga kita mempunyai gambaran mengenai  bertanam porang.

Saat ini kebutuhan akan porang masih cukup tinggi dan dibuktikan dengan ekspor produk porang yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sehingga peluang  untuk mendapatkan pendapatan dari sektor pertanian porang masih terbuka lebar. Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi petani Indonesia.

Bagaimana Anda tertarik untuk bertanam porang? Kami dari hobiternak.com menyediakan bibit katak porang, umbi dan spora nya. Pengiriman bisa ke seluruh Indonesia. Hubungi layanan pelanggan kami dibawah ini : 

Konsultasi Hobi Ternak HOBI TERNAK budidaya porang word1

WHATSAPP
TELPON
SMS

CS Admin Umum
0812-2028-8686

VERA
Joper & Ayam Kampung Asli
0895-6124-93491

YAYUK
Ayam Hias Ekslusif

0812-2028-8686

HASTI
Ayam Hias & Merpati Hias

0856-4772-3888

KARIN
Bebek Petelur & Pedaging

0812-4648-2525

MEILANI
Broiler & Petelur

0819-3140-9353

YUNI
Ayam Petelur & Ayam Arab

0813-6330-7506

Pesan Sekarang via whastapp hobi ternak

Kata terkait : 

budidaya porang di polybag, cara menanam porang dari katak, porang adalah, manfaat tanaman porang, tanaman porang, budidaya porang, pohon porang, harga porang, porang tanaman, jarak tanam porang

Pak Agus dan hobiternak.com

Tim hobiternak.com dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto S.Pt, beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya.

Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat. Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami.

Image Sources :

  • Image 1: bisnis.tempo.co
  • Image 2: Owned by the author
  • Panduan Beternak Ayam Kampung Super Bagi Pemula | cover: Owned by the author
  • Image 3: Owned by the author
  • Image 4: Owned by the author
  • Image 5: Owned by the author
  • Image 6: Owned by the author
  • cover: Owned by the author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WhatsApp GRATIS Konsultasi atau Order via WA